kehamilan

Di Trimester Pertama, Ibu Hamil Baiknya 'Puasa' Bercinta?

Radian Nyi Sukmasari Minggu, 27 Agu 2017 - 17.16 WIB
Ilustrasi ibu hamil dan suami/ Foto: Ari Saputra Ilustrasi ibu hamil dan suami/ Foto: Ari Saputra
Jakarta - Lagi hamil, apalagi usianya masih di trimester pertama, wajar dong ya kalau kita khawatir sama kondisi calon bayi. Nah, salah satu nasihat yang sering banget didengar adalah baiknya pasangan suami istri 'puasa' dulu berhubungan intim kalau istri lagi hamil trimester pertama.

Soal ini, dr Yuslam Edi Fidianto SpOG bilang pas istri hamil trimester pertama, bukannya nggak boleh berhubungan, kok, Bun. "Sebetulnya nggak begitu. Kehamilan selama nggak terjadi perdarahan, boleh berhubungan intim, kok," kata dr Yuslam waktu ngobrol sama HaiBunda.

Kita perlu tahu nih, Bun. Di sperma memang ada zat prostaglandin yang bisa memicu terjadinya kontraksi. Tapi, itupun di usia kehamilan tertentu. Kalau Bunda masih hamil trimester pertama, kata dr Yuslam mulut rahim belum terlalu responsif.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Panggul pada Ibu Hamil

Lagipula, ada plasenta yang bisa menghasilkan progesteron. Nah, dr Yuslam bilang itu juga untuk mencegah terjadinya kontraksi. Jadi, kalau memang ibu hamil mau berhubungan intim di trimester pertama, nggak apa-apa kok, Bun. Asal, kehamilannya 'aman' ya.

Untuk posisi berhubungan intimnya, memang yang terbaik jangan sampai terjadi penekanan di perut. Jadi, disarankan Bunda pakai posisi Woman On Top alias istri yang di posisi 'atas'. Kata dr Yuslam, sperma bisa menyebabkan kontraksi, biasanya setelah umur kehamilan 37-38 minggu.

Makanya, kalau di usia kandungan itu si kecil belum lahir, dokter biasanya menganjurkan pasangan untuk melakukan hubungan intim minimal seminggu dua kali dan ejakulasi dilakukan di dalam ya. Tujuannya, supaya sperma bisa merangsang mulut rahim jadi lebih lunak hingga oksitosin keluar dan terjadi kontraksi.

Terus, gimana, Dok soal kekhawatiran penetrasi pas istri hamil bisa 'nyodok' janin? "Mana bisa nyodok, kan masih ada otot rahim. Jarak dari penis sampai ke kantong amnion juga sekitar 5 cm. Jadi aman aja. Kan sebetulnya begini, vagina punya kedalaman berbeda, laki-laki juga punya panjang penis berbeda," kata dr Yuslam.

"Vagina pun elastis, selama kedorong bisa panjang, terus balik lagi kayak kaos kaki. Penis juga nggak keras kan. Kalau ketekan jadi kecil," tambah dr Yuslam.

Baca juga: Tips Supaya Ibu Hamil Nggak Gampang Jatuh (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi