kehamilan

Ikhtiar Tambah Momongan Boleh, Tapi Jangan 'Memaksa' Ya, Bun

Melly Febrida Minggu, 18 Mar 2018 - 08.00 WIB
Ikhtiar Tambah Momongan Boleh, Tapi Jangan Memaksa Ya, Bun/ Foto: thinkstock Ikhtiar Tambah Momongan Boleh, Tapi Jangan 'Memaksa' Ya, Bun/ Foto: thinkstock
Jakarta - Kalau sudah menikah kehadiran buah hati memang dinantikan banget ya, Bun. Bahkan ketika sudah dikarunia momongan dan ingin nambah lagi, kayaknya deg-degan kalau belum kunjung hamil juga.

Eits, memang kesabaran dalam berikhtiar menambah momongan diperlukan. Walaupun urusan ingin punya anak lagi kadang jadi fase di mana kesabaran benar-benar diuji. Entah ketika kita baru memulai program hamil atau sudah lama mencoba, prosesnya bisa melelahkan. Hubungan dengan suami juga bisa terancam kalau menuntut cepat hamil, Bun. Dan jika teringat usia, kita bisa menargetkan harus hamil secepatnya. Tapi, kata para ahli nggak semestinya kita seperti itu.

Masalah kapan diberi anak memang rezeki masing-masing ya, Bun. Karena itu, dr David Diaz, ahli endokrin reproduksi di MemorialCare Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California mengatakan jangan terlalu bergantung pada waktu ketika kita berusaha ingin punya momongan.

"Mencoba untuk memiliki bayi harus sealami mungkin. Beban emosional dan psikologis ketika mencoba kontak seksual yang penuh dengan masalah menyebabkan stres yang tidak perlu bagi pasangan. Nantinya justru menyebabkan perselisihan perkawinan ketika proses memiliki anak dengan cinta jadi sebuah tugas yang nggak menyenangkan," kata dr David kepada Romper.

Ikhtiar Tambah Momongan Boleh, Tapi Jangan 'Memaksa' Ya, BunIkhtiar Tambah Momongan Boleh, Tapi Jangan 'Memaksa' Ya, Bun /Foto: Thinkstock


Diungkapkan David, tidak ada salahnya untuk berhubungan seks lebih sering guna memperbesar peluang punya anak, Bun. Dia bilang, banyak pasangan percaya bahwa mereka harus 'menyelamatkan' sperma pria sampai hari subur siklus wanita. Tapi kenyataannya nggak melulu seperti itu, Bun.




Menurut David, frekuensi berhubungan intim tiga sampai empat kali seminggu bisa meningkatkan kemungkinan hamil. Jadi, nggak perlu Bunda dan Ayah sengaja menghindari hubungan intim selama berminggu-minggu sebagai upaya 'menyimpan' sperma sampai tiba waktunya istri berovulasi.

Yang terpenting menurut David cobalah berhubungan dengan lebih menyenangkan seperti berkencan atau memberikan pijat. Jangan ada beban ketika berhubungan intim ya, Bun. Sementara itu, dr Sherry Ross, dokter obstetri dan ginekologi dan pakar kesehatan wanita di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California menjelaskan kalau kita paham dengan ritme tubuh, nggak fokus dengan waktu ketika berhubungan intim lebih mudah dilakukan kok.

"Saya menghabiskan banyak waktu untuk memberikan pelajaran biologi singkat tentang mengetahui kapan lamanya siklus menstruasi. Karena memang memahami kapan waktu yang tepat untuk hamil selama siklus haid sangat penting," tambah dr Sherry.

Kata dr Sherry, rata-rata wanita siklus menstruasinya setiap 28 hari. Tetapi banyak juga wanita yang siklus menstruasinya nggak 28 hari. Nah, kalau siklus menstruasi si wanita nggak 28 hari inilah agak sulit untuk mengetahui kapan sel telur tersedia untuk pembuahan.

"Ovulasi adalah saat sel telur tersedia untuk dibuahi selama 24 jam," ucap dr Sherry.



Dijelaskan dr Sherry, biasanya ovulasi terjadi 14 hari sebelum menstruasi. Beberapa wanita bisa melihat adanya cairan seperti 'putih telur dan berlendir' sekitar waktu ovulasi. Selain itu ada juga wanita yang merasa panggulnya nggak nyaman. dr Sherry menambahkan faktanya sperma hidup selama 72 jam sehingga dapat membuat waktu hubungan intim jadi faktor yang lebih mudah.

Ikhtiar Tambah Momongan Boleh, Tapi Jangan 'Memaksa' Ya, BunIkhtiar Tambah Momongan Boleh, Tapi Jangan 'Memaksa' Ya, Bun/ Foto: thinkstock


Masa subur dimulai dua hari sebelum tanggal tersebut sampai dua hari sesudah tanggal hitungan didapat. Misal Bunda haid tanggal 28, dikurangi 14 berarti didapat angka 14. Nah masa suburnya yakni di tanggal 12,13,14,15, dan 16. Menurut dr Sherry, berhubungan intim di hari itu bisa memastikan sperma dan sel telur berinteraksi dengan harapan embrio terbentuk.

"Selain itu, karena siklus hidup sperma adalah 72 jam, beberapa ahli menyarankan melakukan hubungan intim pada hari ke-10 dan kemudian absen sampai hari ke 14. Dengan cara ini ada sperma segar yang siap untuk menemukan telur di tuba falopi di mana pembuahan terjadi," tambahnya.

Coba Sesekali Berlibur

Selain berusaha memiliki anak, pasangan suami istri juga perlu berlibur agar mengurangi stres lho, Bun. Demikian kata Dr. G. Thomas Ruiz, dokter spesialis obstetri dan ginekologi di MemorialCare Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California.

"Tekanan untuk mencoba hamil seringkali tidak menyebabkan masalah kesuburan. Namun dengan menginginkan anak dalam waktu dekat membuat pasangan jadi berpikir aktivitas seksual lebih dari sekadar tugas ketimbang pengalaman yang menyenangkan," tutur Thomas.

Karena itulah, Thomas sering merekomendasikan pasien berlibur atau pergi di akhir pekan yang panjang saat seorang wanita sedang berovulasi. "Saya mengingatkan pasangan bahwa aktivitas seksual juga harus menyenangkan," katanya.

Menurut penelitian, hanya 1 dari 5 pasangan yang sukses untuk hamil di bulan pertama pernikahannya. Sementara itu, hampir 20 persen gagal hamil di tahun pertama pernikahan mereka, Bun.

Ada beberapa kesalahan yang bisa mengagalkan program hamil, Bun, salah satunya lupa mematikan lampu di malam hari. Dikutip dari detikHealth, penelitian yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah Fertility and Sterility menyebutkan, cahaya pada malam hari juga memiliki pengaruh pada wanita. Menghindari cahaya pada malam hari sekurang-kurangnya selama 8 jam, membuat fungsi reproduksi wanita menghasilkan lebih banyak hormon melatonin.

Hormon melatonin dalam fungsi reproduksi wanita sendiri berperan melindungi sel telur dari stres dan kerusakan lainnya. Untuk itu disarankan bagi wanita yang ingin hamil sebaiknya tidur di ruangan yang gelap serta hindari menggunakan lampu berwarna putih atau biru terang.

Setiap kali kita menyalakan atau terkena sinar lampu pada malam hari, produksi melatonin pada tubuh akan berkurang. Pertahankan (kondisi seperti itu) setidaknya selama delapan jam di malam hari. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi