kesehatan

Tips Anak Tak Gampang Sakit Meski Sering Main di Luar Rumah

Annisa Karnesyia Jumat, 08 Feb 2019 - 08.09 WIB
Tips Anak Tak Gampang Sakit Meski Sering Main di Luar Rumah/ Foto: istock Tips Anak Tak Gampang Sakit Meski Sering Main di Luar Rumah/ Foto: istock
Jakarta - Saat anak sering main di luar rumah, umumnya para ibu khawatir si kecil nanti jadi gampang sakit. Hal itu wajar kok. Tapi, bukan berarti anak nggak bisa menjelajah lingkungan sekitarnya kan?

Menurut Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc, pakar nutrisi, penyebaran infeksi memang jauh lebih besar di luar rumah. Anak memiliki risiko terkena penyakit 2 - 3 kali lipat lebih tinggi dibanding anak yang beraktivitas di rumah.

"Hal yang ditakutkan adalah risiko ini menyebabkan infeksi berulang pada anak yang akan menghambat tumbuh kembangnya," kata dr Saptawati dalam acara Peluncuran Gerakan '1 Juta Iya Boleh' Dancow Advanced Excelnutri+ di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta (7/2/2019)



Menurutnya, anak di Indonesia masih mengalami masalah gizi buruk seperti berat badan rendah, kekurangan sel darah merah dan stunting. Hal ini semakin diperparah dengan penyebaran infeksi pada anak. Empat dari sepuluh anak di Indonesia masih sering terkena infeksi saluran pernapasan atas, batuk berulang dan diare yang menggangggu penyerapan makanan.

Nah, yang paling penting bagi Bunda ketika anak suka bereksplorasi ke luar rumah adalah memberikan perlindungan daya tahan tubuh. Perlindungan ini bisa dengan pemenuhan gizi yang tepat dan benar. dr Saptawati mengungkapkan kebanyakan orang tua sekarang masih salah persepsi tentang pemberian asupan makanan pada anak.

"Orang tua merasa sudah cukup memberikan anak makan dengan nasi dan satu lauk saja, padahal lebih sari 90 persen anak dan orang dewasa masih kekurangan sayuran," kata dr Saptawati.

Jika kekurangan asupan seperti sayuran, anak akan mengalami defisiensi mineral yang mengakibatkan telatnya perkembangan mereka. Untuk itu, Bunda bisa memberikan nutrisi yang tepat bagi tumbuh kembang anak. Nutrisi yang paling penting di antaranya mineral, vitamin dan protein. Semuanya bisa Bunda dapatkan kok di makanan.



Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, perlindungan lain yang nggak kalah penting adalah dengan memberi dan menghidupkan bakteri baik di tubuh anak untuk meningkatkan daya taha tubuhnya. Misalkan bakteri Lactobacillus rhamnosus yang sudah teruji klinis dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan dan infeksi saluran cerna.

Bunda juga perlu ingat jika bakteri baik tersebut harus terus dipelihara ya. Caranya dengan memberi 'makan' bakteri baik berupa serat pangan. Bunda bisa memperolehnya dari berbagai asupan makanan kok, contohnya susu.

Nah, mulai sekarang Bunda nggak usah khawatir lagi kalau anak mau main di luar rumah ya. Biarkan anak mengeksplorasi hal baru di luar sana, Bun! Jangan lupa penuhi komponen perlindungan tubuhnya (ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi