menyusui

Ukuran dan Bentuk Areola yang Normal

Melly Febrida Sabtu, 13 Apr 2019 09:32 WIB
Ukuran dan Bentuk Areola yang Normal Ilustrasi areola/ Foto: Istock
Jakarta - Warna areola yang mengelilingi puting umumnya lebih gelap. Tak berbeda dengan bagian tubuh lainnya, areola juga memiliki berbagai ukuran, bentuk, dan warna. Lantas, seperti apa bentuk, ukuran, dan warna areola yang dikatakan normal?

Dr.Valinda Riggins Nwadike, MD, dokter kandungan dan kebidanan menjelaskan, tubuh dan payudara setiap orang unik. Jadi, adalah hal yang normal jika areola berubah ukuran dan warna seiring waktu. Sedangkan, untuk ukuran kata Riggins tidak ada ukuran yang tepat untuk areola. Namun, apabila areola lebih besar itu masih dianggap normal.

Sebuah studi tahun 2009 terhadap 300 wanita dewasa di Jepang menemukan diameter rata-rata areola sekitar 4 sentimeter. Sebelumnya, peneliti dari Israel juga meneliti proporsi payudara, areola, dan puting pada 37 wanita berusia 20 hingga 64 tahun.

"Para peneliti menemukan ukuran areola rata-rata sekitar tiga kali ukuran puting," ujar Nwadike, melansir dari Medical News Today.

Dia menambahkan, salah satu faktor yang membuat areola sering berubah adalah hormon. Selain itu, ada faktor lain yakni:

[Gambas:Instagram]


1. Hamil dan menyusui

Selama kehamilan, Nwadike mengatakan banyak areola wanita jadi lebih besar dan gelap menjelang kelahiran bayi. Perubahan ini bisa berlanjut setelah kelahiran dan saat ibu menyusui.

Beberapa orang percaya ukuran areola yang lebih besar dan lebih gelap membantu menarik perhatian bayi baru lahir untuk menyusu. Namun, tidak semua wanita mengalami perubahan tersebut dan kondisi ini biasanya tidak memengaruhi kemampuan menyusui.

"Saat bayi menyusu, dia memasukkan seluruh puting dan sebagian besar areola ke mulut mereka untuk merangsang ASI lebih banyak keluar. Nah, meski ukuran aerola besar itu normal, kadang bayi kecil bisa kesulitan melakukan pelekatan. Jika mengalami kesulitan, temui konselor laktasi," papar Nwadike.



Apabila ibu telah berhenti menyusui, ukuran dan warna payudara serta puting biasanya kembali seperti semula.

2. Haid

Payudara biasanya mengalami beberapa perubahan di tiap siklus haid. Saat ovarium melepaskan estrogen di awal siklus, folikel telur matang dan siap untuk ovulasi. Sedangkan, estrogen merangsang saluran susu di payudara untuk tumbuh dan berkembang.

Setelah ovulasi, ketika ovarium melepaskan sel telur, produksi estrogen melambat dan kadar progesteron meningkat. Selama paruh kedua dari siklus menstruasi ini, payudara bisa membengkak dan melunak. Namun, puting susu dan areola cenderung tidak berubah atau bertambah besar selama siklus menstruasi yang teratur.



Dilansir Times of India, tubuh merangsang perubahan-perubahan ini untuk mempersiapkan diri terhadap kemungkinan telur dibuahi. Jika kehamilan tidak terjadi, payudara kembali ke ukuran dan bentuk normal setelah wanita haid.

Seperti diketahui, areola termasuk bagian dari payudara. Tahukah Bunda? Areola memiliki rambut, Sekitar 2-15 helai. Semakin gelap warna kulit, rambut di sekitar areola semakin gelap. Selain itu, bisa muncul komedo dan jerawat pula di payudara. Maka dari itu, selalu jaga kebersihan payudara ya, Bun.

Bunda, ketahui juga cara tepat melakukan Periksa Payudara Sendiri alias Sadari untuk deteksi dini kanker payudara di video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi