menyusui

Cerita Ardina Rasti tentang Sang Suami Jadi Ayah ASI

Annisa Karnesyia Senin, 01 Jul 2019 12:06 WIB
Cerita Ardina Rasti tentang Sang Suami Jadi Ayah ASI
Jakarta - Ardina Rasti kini punya kesibukan baru, Bun. Wanita 33 tahun ini tengah menikmati peran barunya sebagai ibu.

Sejak menjadi ibu dari Anara Langit Adria Respati, Rasti sapaan akrabnya, memutuskan rehat dari dunia hiburan. Saat ini, dirinya dan suami, Arie Dwi Andhika fokus mengurus anak pertamanya itu.




Dalam urusan mengasuh anak, Rasti memutuskan untuk mengasuh sendiri si kecil tanpa bantuan baby sitter. Meski baru pertama kali, Rasti mengaku enggak kewalahan.

"Aku dan suami memang berkomitmen untuk mengurus bayi kita tanpa bantuan baby sitter dan enggak ada asisten rumah tangga. Jadi, kita benar-benar keluarga kecil. Suami masih aktif syuting, jadi kita ganti-gantian urus rumah dan kerja, tapi seru," kata Rasti, dalam acara 'Perayaan dan Pembukaan Toko MR DIY ke-100' di Pluit Village Mall, Penjaringan, Jakarta Utara, baru-baru ini.

Salah satu kunci keberhasilannya adalah saling mendukung antara dirinya dan suami. Dikatakan Rasti, Arie selalu memberinya dukungan moral terutama soal pemberian ASI untuk sang buah hati yang usianya sebentar lagi 7 bulan.

Cerita Ardina Rasti tentang Sang Suami Jadi Ayah ASICerita Ardina Rasti tentang Sang Suami Jadi Ayah ASI/ Foto: Instagram @ardinarasti6

"Wah, dia (suami) mendukung banget sih. Aku bisa sebut dia ayah ASI. Jadi, dari awal dia cari tahu yang namanya ASI kalau enggak keluar empat hari pertama sampai seminggu itu wajar," ujar pemain film Batas itu.

"Aku mompa juga, kadang kalau aku enggak enak badan, mompanya dikit, 'yah enggak sebotol penuh', dia responnya, 'Yah, enggak apa-apa dong, kan itu juga langsung'. Jadi dia selalu bikin aku happy terus," lanjutnya.

Jadi ayah memang harus pengertian ya, Bun. Berbicara tentang ayah ASI atau breastfeeding father, kata dokter spesialis anak dari Rumah Sakit St. Carolus, dr.Utami Roesli, SpA, perannya memang diperlukan banget untuk kelancaran menyusui ibu. Sebab, bagi seorang istri, dukungan dan kesepakatan dengan suami adalah salah satu faktor penting dalam memutuskan untuk menyusui si kecil.

"Ayah adalah peran utama di keluarga. Ayah memiliki power untuk keberhasilan menyusui ibu dan perkembangan anaknya," ujar wanita yang akrab disapa Tami itu.

Selain memberi dukungan moral, Ayah bisa langsung berperan membantu istri mengasuh anak, Bun. Misalnya, kontak langsung dengan anak melalui skin to skin contact.

"Yang dipikirkan bukan lagi malu kalau laki-laki harus momong anak. Tapi pentingnya momong anak dengan skin to skin contact bisa bantu keberhasilan ibu menyusui dan ini baik untuk tumbuh kembang anak seperti untuk kesehatan mental dan sosialnya ketika dewasa," papar Tami.
Bicara tentang menyusui, selain dukungan dari suami, Bunda bisa lakukan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI lho. Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam video di bawah ini.

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi