menyusui

4 Tips Mencegah Payudara Ibu Menyusui agar Tidak Terasa Kosong

Dwi Indah Nurcahyani Rabu, 26 Jun 2019 17:00 WIB
4 Tips Mencegah Payudara Ibu Menyusui agar  Tidak Terasa Kosong
Jakarta - Bunda, pernah dengar payudara kosong enggak sih? Pada saat si kecil nangis terus, biasanya ada beberapa orang yang mengatakan kalau dia masih kelaparan. Salah satu penyebabnya diduga karena payudara Bunda sedang kosong nih.

Adakalanya, payudara terasa kosong karena produksi ASI minim. Apakah sebenarnya, payudara ibu menyusui bisa kosong?

Perlu Bunda tahu, sebenarnya produksi ASI tak pernah berhenti sepanjang hari. Sehingga, Bunda tidak perlu khawatir karena payudara Bunda tidak akan pernah benar-benar kosong, seperti dikutip dari laman Breastmats.


Pada awal bayi baru lahir biasanya mereka akan lebih sering menyusu. Sehingga membuat Bunda butuh waktu lebih lama untuk menyusui. Tetapi, seiring waktu mereka akan semakin cepat menyusu. Pada saat bayi Bunda berusia tiga bulan, biasanya mereka akan menyusu sekira 10 menit dan berlanjut ke payudara berikutnya.

Jadi, biarkan bayi Bunda memutuskan kapan mereka akan menyelesaikan payudara pertama dan seterusnya. Ikuti saja petunjuk yang diberikan bayi dan biarkan mereka menyusu sepuasnya karena semakin banyak bayi menyusui maka semakin banyak produksi ASI Bunda.

Melansir Todays Parent, ketika bayi rewel atau ingin menyusu biasanya hanya berselang satu jam setelah mereka menyusu sebelumny. Jadi sangat wajar jika Bunda tidak cukup menghasilkan ASI dalam rentang waktu tersebut. Hal tersebut normal dan sering dialami para ibu menyusui. Tetapi Bunda tak perlu khawatir karena ada beberapa teknik yang dapat membantu Bunda meningkatkan produksi ASI.

"Perubahan dalam teknik menyusui atau bantuan dari pakar laktasi dapat membantu Bunda meningkatkan produksi ASI secara signifikan," ujar Diana West, IBCLC, seorang pakar laktasi.

4 Tips Mencegah Payudara Ibu Menyusui agar  Terasa Tidak KosongMencegah payudara kosong saat menyusui/ Foto: iStock

Menghadapi kondisi tersebut, sebaiknya Bunda tetap bersikap tenang dan mencari penyebab yang membuat produksi ASI Bunda minim serta segera melakukan penanganan lebih lanjut. Seperti dipaparkan Diana, beberapa hal dapat menyebabkan suplai ASI rendah, Bun, diantaranya:

1. Jaringan kelenjar yang tidak memadai

Beberapa payudara wanita tidak berkembang secara normal karena berbagai alasan. Salah satunya mungkin tidak memiliki cukup saluran penghasil susu untuk memenuhi kebutuhan bayinya. Untuk memaksimalkan produksi ASI, Bunda dapat memompa lebih sering dan berkonsultasi dengan pakar laktasi atau dokter untuk mendapatkan penanganan tepat.

2. Menggunakan kontrasepsi hormonal

Banyak ibu menyusui yang minum pil KB dan merasa produksi ASI-nya tidak berubah. Tetapi bagi sebagian orang, segala bentuk kontrasepsi hormonal dapat menyebabkan penurunan signifikan dalam ASI, Bun. Untuk meningkatkan suplai ASI ada baiknya mengkonsultasikan hal tersebut dengan dokter sebelum Bunda memutuskan untuk mengubah metode KB.

3. Kesulitan mengisap

Adakalanya, permasalahan produksi ASI yang minim terletak pada si kecil, Bun. Sebab, ada sebagian bayi yang selaput jaringan di bagian bawah mulutnya tipis sehingga bayi kurang maksimal ketika mengisap ASI. Untuk itu, segera memeriksakan kasus tersebut pada dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik ya.

4. Minum obat atau jamu tertentu

Pseudoephredine, methergine, dan bromocriptine dapat memengaruhi produksi ASI. Jika produksi ASI Bunda menurun dan Bunda menyadari telah menggunakan dari salah satu obat tersebut, segera tanyakan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Lebih sering menyusui dan memompa ASI lebih sering akan membantu Bunda meningkatkan produksi ASI kembali.

Tetap semangat mengASIhi, Bunda.

Agar payudara kosong tidak terasa kosong, simak yuk cara meningatkan produksi ASI seperti tayangan di bawah ini!

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi