HaiBunda

MENYUSUI

Tips Anti Panik Ibu Menyusui Saat Produksi ASI Menyusut

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Minggu, 15 Sep 2019 16:29 WIB
Tips mengatasi produksi ASI menyusut/ Foto: iStock
Jakarta - Produksi ASI yang fluktuatif alias naik turun bikin deg-degan para ibu menyusui. Enggak cuma sekadar panik menghadapinya, tetapi Bunda pun jadi rentan stres. Ujung-ujungnya mempengaruhi pasokan ASI yang ikut seret.

Produksi ASI pada setiap ibu menyusui memang berbeda satu sama lain. Ukuran payudara pun tidak bisa menjadi takaran bahwa produksi ASI seseorang melimpah atau tidak.

Tidak jarang, banyak lho Bunda yang payudaranya kecil tetapi produksi ASI-nya melimpah. Makanya, Bunda jangan dulu khawatir dan panik ketika produksi ASI minim. Kuncinya, Bunda hanya perlu rileks dan tetap menyusui sesering mungkin.


"Selain risiko medis terhadap pasokan ASI seperti operasi payudara atau masalah tiroid, tidak cukup sering menyusui di awal-awal setelah melahirkan dapat membuat ibu baru kekurangan pasokan ASI, bahkan jika tubuhnya mampu menghasilkan cukup sekalipun," ujar Wendy Wisner, I.B.C.L.C, konsultan laktasi di New York, seperti dikutip dari laman NYtimes.

Mengatasi produksi ASI turun/ Foto: iStock

Wisner mengatakan, tidak ada formula ajaib untuk meningkatkan produksi ASI selain sesering mungkin dan sepenuhnya mengosongkan payudara. Untuk itu, sangat penting memastikan bayi menyusu, baik dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Melansir Happy Family Organics, saat produksi susu Bunda minim ataupun menyusut, hal terbaik yang perlu dilakukan yakni tetaplah rileks. Tetaplah mencoba untuk tenang dan santai sebab menyusui akan bekerja paling baik ketika Bunda rileks.

Kemudian, tetaplah melakukan yang terbaik untuk merawat bayi, dimana Bunda merasa nyaman. Serta cobalah fokus pada si kecil selama Bunda menyusui. Jika perlu, jernihkan pikiran selalu, cobalah mengatur perasaan secara rileks entah dengan bernyanyi atau hal lainnya.

Terpenting, susui bayi Bunda sesering mungkin. Ingat ya, Bun, tubuh akan memproduksi ASI berdasarkan berapa banyak ASI yang dikeluarkan dari payudara. Dengan kata lain, semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak pula ASI dihasilkan.

Tetap semangat mengASIhi, Bun!

Ada cerita menarik dari Tasya Kamila seputar proses menyusui di awal-awal kelahiran anaknya!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Rini Yulianti Tinggal di Australia Bersama Mertua, Mulai Terbiasa Urus Rumah Sendiri

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Sulaiman Anak Oki Setiana Dewi yang Alami Prader Willi Syndrome, Pindah Sekolah ke Mesir

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Pohon Jeruk yang Bisa Ditanam di Pot, Mudah Tumbuh dan Berbuah

Mom's Life Arina Yulistara

Kasus Campak di Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia, Berujung Kematian akibat Tidak Vaksin

Parenting Nadhifa Fitrina

Kenali Apa saja Perubahan Warna Payudara saat Hamil Muda

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Rini Yulianti Tinggal di Australia Bersama Mertua, Mulai Terbiasa Urus Rumah Sendiri

5 Potret Sulaiman Anak Oki Setiana Dewi yang Alami Prader Willi Syndrome, Pindah Sekolah ke Mesir

5 Pohon Jeruk yang Bisa Ditanam di Pot, Mudah Tumbuh dan Berbuah

Kasus Campak di Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia, Berujung Kematian akibat Tidak Vaksin

Kenali Apa saja Perubahan Warna Payudara saat Hamil Muda

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK