sign up SIGN UP search


menyusui

Kenapa Ibu Menyusui Boleh Minum Obat Epilepsi?

Melly Febrida Kamis, 06 Feb 2020 13:58 WIB
Seringnya, ketika ibu menyusui, minum obat akan menimbulkan efek samping ke bayi. Namun, kenapa obat epilepsi boleh dikonsumsi saat menyusui? caption
Jakarta - Tak hanya ibu hamil, ibu menyusui juga biasanya diimbau lebih berhati-hati saat mengonsumsi obat. Seringnya, ketika ibu menyusui minum obat bisa menimbulkan efek samping ke bayi. Namun, kenapa obat epilepsi aman dikonsumsi saat menyusui?

Para peneliti di University of Minnesota telah menemukan, para ibu yang mengonsumsi obat antiepilepsi bisa dengan aman menyusui anak-anak mereka. Penelitian ini telah diterbitkan di JAMA Neurology.


Para peneliti U of M menemukan, konsentrasi obat antiepilepsi dalam sampel darah bayi yang disusui jauh lebih rendah ketimbang konsentrasi darah ibu. Para peneliti ini menganalisa sampel dari bayi yang disusui dan ibu sang bayi, antara lima hingga 20 minggu setelah kelahiran.


Dikutip dari JAMA Network, jumlah konsentrasi obat tersebut diukur dari sampel darah ibu dan anak. Para ibu dan bayi ini terdaftar dalam Hasil Maternal dan Efek Perkembangan Saraf Obat Antiepileptik (MONEAD).

Ilustrasi ibu menyusui minum obatIlustrasi ibu menyusui minum obat/ Foto: iStock
"Kami mengukur konsentrasi obat secara langsung pada bayi, dimana bayi terpapar seluruh obat melalui ASI," kata Angela Birnbaum, seorang profesor di College of Pharmacy.

Lebih lanjut, Birnbaum menjelaskan, penelitian ini mendukung ibu menyusui dengan epilepsi yang menggunakan obat anti kejang.

"Ini berarti bahwa penyedia layanan primer dapat melakukan lebih banyak percakapan dengan informasi terbaru, dan berharap ibu tentang kemungkinan menyusui anak mereka," katanya.

Berbicara tentang obat yang diminum ibu menyusui, beberapa jenis obat dikategorikan sebagai teratogen. Jika ibu hamil mengonsumsi obat yang dikategorikan teratogen bisa memicu kecacatan pada janin.

"Ada kategori obat ABCDE dan X, untuk antibiotik turunan amoxicillin itu aman digunakan," jelas dr.Muhammad Nurhadi Rahman, Sp.OG, dari RS Dr Sardjito Yogyakarta, dikutip dari detikcom.


Bunda, simak juga tips memperbanyak ASI saat menstruasi, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi