sign up SIGN UP search


menyusui

4 Masalah Menyusui Bayi Baru Lahir yang Sering Tak Disadari Bunda

Annisa Karnesyia Selasa, 21 Apr 2020 19:04 WIB
Portrait of a young attractive woman breastfeeding a child, holding on her hands, sitting. New born, bonding concept photo, horizontal caption
Jakarta - Menyusui bayi baru lahir ternyata tak semudah yang terlihat. Beberapa ibu mengalami tantangan yang berbeda saat menyusui anaknya. Bahkan, beberapa di antaranya sampai stres melihat pelekatan tak kunjung benar nih, Bun.

Menurut profesor di Hofstra University School of Medicine, Dr. Richard Schanler, kita kadang menganggap remeh bahwa semua wanita tahu cara menyusui. Akhirnya, kita membiarkan mereka sendirian melakukan semuanya.


"Itu semua salah. Setiap orang membutuhkan bantuan dan dukungan, beberapa mungkin butuh lebih dari yang lain," kata Schanler, dikutip dari Today, Selasa (21/4/2020).


Beberapa ibu mengalami kesulitan dan masalah saat menyusui bayinya yang baru lahir. Tapi tak semua ibu menyadarinya sebagai penghambat pemberian nutrisi.

Selain melihat tanda bayi yang kekurangan ASI, sebaiknya Bunda juga menyadari kondisi diri sendiri. Dilansir Baby Gaga, berikut 4 tanda ibu mengalami masalah menyusui bayi baru lahir:

1. Kondisi hipoplastik

Ini adalah kondisi langka ketika seorang wanita tidak menghasilkan cukup ASI, namun hanya sesekali terjadi. Kondisi ini dikenal sebagai Insufficient Glandular Tissue atau jaringan kelenjar yang menghasilkan susu tidak cukup.

Kondisi ini menyebabkan payudara terasa lunak karena tidak cukup jaringan. Wanita yang mengalami kondisi ini memiliki bentuk payudara tak berkembang dan terjadi pembengkakan di areola. Bentuk payudara tampak tidak simetris dan tidak tumbuh selama hamil.

Memiliki kondisi hipoplastik sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Kondisi ini dialami beberapa wanita, yang terpenting konsultasi ke dokter dan jangan memaksa untuk menyusui si kecil.

Ilustrasi ibu menyusuiIlustrasi ibu menyusui/ Foto: iStock

2. Areola bulbous besar

Areola adalah bagian gelap di sekitar puting payudara. Payudara umumnya membesar selama kehamilan karena memproduksi kolostrum.

Jika areola bengkak dan terlihat meradang, maka mungkin Bunda mengalami areola bulbous atau areola bulat dan besar. Ini merupakan tanda payudara belum berkembang atau mengalami hipoplastik. Periksa ke dokter jika masalah ini terus berlanjut bahkan setelah bayi tumbuh.

3. Infeksi jaringan payudara

Infeksi pada jaringan payudara atau dikenal dengan mastitis terjadi dalam tiga bulan pertama setelah melahirkan. Wanita dengan kondisi ini mengalami sakit dan mungkin juga ada benjolan di payudara.

Beberapa orang mengalami gejala tambahan seperti flu, menggigil, demam tinggi, sakit, dan kedinginan. Kondisi ini sering terjadi pada ibu yang baru melahirkan.


4. Tingkat hormon tiroid rendah

Kadar hormon tiroid rendah memiliki gejala nafsu makan yang buruk, kulit kering, suplai susu rendah, depresi, dan kelelahan. Hormon perangsang tiroid dapat dikeluarkan dalam bentuk ASI dan dapat memenuhi pasokan ASI.

Hormon ini juga membantu menghasilkan ASI. Kalau tidak cukup, pasokan ASI akan terpengaruh, Bun.

Simak juga tips memperbanyak ASI, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi