sign up SIGN UP search


menyusui

Benarkah Pijat Laktasi Melancarkan ASI Ibu Menyusui? Ini Penjelasan Ahli

Yuni Ayu Amida Jumat, 24 Jul 2020 12:50 WIB
Ilustrasi ibu menyusui caption
Jakarta -

Menyusui sebenarnya adalah proses belajar, Bunda. Meskipun ini merupakan proses alami, namun melakukannya ternyata tidak selalu mudah. Terutama bagi para ibu baru, di minggu atau bulan-bulan awal menyusui, biasanya akan menemukan kendala seperti saluran ASI tersumbat, produksi ASI sedikit, pembengkakan atau masalah pada pelekatan. Nah, salah satu cara yang bisa membantu melancarkan proses menyusui adalah pijat laktasi, Bunda.

Melansir Parents, pijat laktasi mirip dengan praktik ekspresi tangan. Pijatan ini menggunakan teknik pijatan dasar selama menyusui yang bertujuan menjaga ASI mengalir lancar.

"Untuk seorang ibu yang menyusui tanpa kesulitan, tidak ada kewajiban untuk melakukan pijat laktasi," kata Natasha Chinn, FACOG, M.D., seorang OBGYN yang berpraktik di New Jersey.


"Namun, dalam kasus di mana seorang ibu menderita saluran tersumbat atau mastitis yang sering tersumbat, maka pijat laktasi mungkin bermanfaat." sambungnya.

Chinn mencatat bahwa memijat saluran yang tersumbat atau bagian payudara yang mengeras dapat meredakan rasa sakit dan membantu melonggarkan sumbatan dengan memecah susu di bagian payudara yang terkena dampak. Namun rupanya tak hanya itu saja.

Dikatakan Amelia Henning, bidan perawat bersertifikat dan spesialis laktasi di Rumah Sakit Umum Massachusetts, pijat laktasi bisa meningkatkan produksi susu, membantu dalam keseluruhan 'transfer' ASI, yaitu proses pemberian susu dari payudara ke bayi, dan memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan bagi ibu yang memompa ASI mereka.

"Kami telah melihat pijatan laktasi meningkatkan suplai ASI ketika dilakukan bersamaan dengan pemompaan," kata Henning.

Ibu menyusuiIbu menyusui/ Foto: iStock

Dia menambahkan bahwa pijat laktasi bisa berperan sebagai skin to skin, yang biasanya hilang ketika ibu menggunakan pompa payudara. Padahal skin to skin ini juga berperan dalam peningkatan pasokan ASI.

Untuk para ibu yang jadwal menyusuinya jarang karena terhalang waktu bekerja, atau menghentikan menyusui bayi, maka pasokan ASI akan turun. Nah, di saat seperti ini, jika ingin pasokan ASI kembali mengalir, pijat laktasi bisa menjadi kunci keberhasilan.

"Ini juga mungkin bermanfaat bagi wanita yang memiliki bayi dengan masalah menyusui, seperti mereka yang mengantuk atau susah menyusu di payudara atau yang mengalami kesulitan mengunci atau mengosongkan payudara selama sesi menyusui," tutur Henning.

Lalu, bagaimana cara melakukan pijatan laktasi?

Jika mempertimbangkan untuk mencoba pijatan laktasi, Bunda bisa melakukannya di rumah tanpa instruksi formal. Meski begitu, ada hal yang tetap harus diperhatikan. Dan teknik pijat ini juga tergantung kebutuhan, Bunda.

"Untuk saluran ASI yang tersumbat, Anda bisa memijat di area saluran tersumbat yang menuju puting susu. Untuk menambah pasokan saat memompa, Anda bisa menggunakan kedua tangan, jika mungkin, dan pijat ke bawah ke arah puting susu," ujar Henning.

Apa pun alasan Bunda menggunakan pijatan laktasi, ingatlah bahwa harus dilakukan dengan nyaman, tidak boleh menimbulkan rasa sakit atau meninggalkan bekas merah kata Henning. Cobalah bersikap tegas tetapi lembut karena jika pijatan terlalu kuat maka bisa menyebabkan kerusakan jaringan kecil.

Sementara itu, jika merasa tidak nyaman atau tidak yakin tentang teknik memijat laktasi, Bunda bisa menjadwalkan kunjungan ke rumah sakit atau konsultan laktasi bersertifikat, yang dapat mengajari teknik yang benar untuk memecahkan masalah menyusui.

"Jika Anda khawatir atau memiliki saluran tersumbat yang terus-menerus atau mastitis, Anda harus berbicara dengan penyedia layanan kesehatan Anda," ucap Chinn.

Simak juga perjuangan Winda Idol saat menyusui dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi