sign up SIGN UP search


menyusui

Payudara Nyeri Setelah Menyapih, Wajar atau Tidak Ya Bunda?

Kinan Kamis, 02 Jul 2020 08:51 WIB
Mom breastfeeds her baby at home caption
Jakarta -

Setelah berhenti menyusui, salah satu keluhan yang umum dialami para Bunda adalah nyeri payudara. Terutama pada hari-hari awal setelah menyapih.

Dikutip dari Hello Motherhood, nyeri ini biasanya terjadi akibat pembengkakan, saluran susu yang tersumbat, dan mastitis. Gangguan ini lebih rentan terjadi apabila penyapihan dilakukan secara drastis dan tiba-tiba.

Nyeri pada payudara setelah menyapih dapat terjadi di bagian payudara mana pun, termasuk areola. Menurut konsultan laktasi Kelly Bonyata, rasa nyeri bisa terjadi pada salah satu atau kedua payudara. Gejalanya terasa keras, bengkak dan memerah.


Bunda juga mungkin akan mengalami demam saat nyeri terjadi. Jika Bunda menggunakan pakaian yang ketat, umumnya rasa nyeri akan terasa semakin hebat.

Seperti disebutkan sebelumnya, proses menyapih yang tiba-tiba menjadi pemicu terjadinya nyeri setelah menyapih. Terutama jika sebelumnya Bunda rutin menyusui atau memompa ASI, serta memiliki suplai ASI yang cukup banyak.

Tubuh pada dasarnya akan tetap terus memproduksi ASI selama beberapa minggu setelah penyapihan, sehingga ASI rentan tersumbat dan bisa mengarah pada gejala mastitis. Mastitis merupakan infeksi payudara yang ditandai dengan payudara bengkak dan kemerahan.

Jika Bunda mulai merasakan nyeri setelah penyapihan, sebisa mungkin secara bertahap kosongkan payudara. Misalnya dengan menggunakan pompa ASI atau dengan tangan. Jika perlu, Bunda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen.

Young beautiful mother, breastfeeding her newborn baby boy at night, dim light. Mom breastfeeding infantIlustrasi menyusui. (Foto: Getty Images/iStockphoto/tatyana_tomsickova)

Supaya setelah menyapih Bunda terhindari dari nyeri payudara, lakukan proses ini secara bertahap dan tidak terburu-buru, ya. Bunda bisa mulai mengurangi jadwal menyusui sedikit demi sedikit, alih-alih langsung berhenti menyusui sama sekali.

"Memompa ASI sebaiknya dilakukan hanya jika payudara benar-benar terasa penuh. Walaupun memompa mungkin membuat produksi ASI tetap ada dan tidak langsung berkurang, tapi ini jauh lebih baik daripada memaksakan payudara tetap penuh dan justru berisiko mastitis," ujar konsultan laktasi Jan Barger, RN, MA, IBCLC, FILCA, dilansir Baby Center.

Saat ada keluhan nyeri payudara setelah menyapih dalam jangka panjang, konsultasikan ke konsultan laktasi. Terutama jika dicurigai nyeri muncul akibat infeksi yang mungkin memerlukan terapi obat antibiotik.

Simak juga perlengkapan wajib untuk ibu menyusui dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi