sign up SIGN UP search


menyusui

Do's & Don'ts Memberikan MPASI Pertama untuk Bayi

Annisa Afani Rabu, 16 Sep 2020 14:09 WIB
Ilustrasi MPASI caption
Jakarta -

Memberikan air susu ibu (ASI) menjadi hal terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil. Akan tetapi, seiring bertambahnya usia dan berat badan bayi, ASI saja tidak cukup memenuhi kebutuhan nutrisinya, sehingga dibutuhkan makanan pendamping ASI alias MPASI. 

American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa anak bisa mulai mengonsumsi MPASI sejak usia 6 bulan, Bunda. Namun, itu tergantung berat badan dan kesiapan setiap anak. Jika laju berat badannya melambat, Bunda bisa memberikan MPASI lebih awal, namun konsultasikan lebih dulu ke dokter anak.

Sementara tanda-tanda anak siap mendapat MPASI pertama, mengutip Parents, yakni:


  • Dapat duduk tegak dan mengangkat kepalanya .
  • Penasaran dan melihat ke makanan yang ada di sekitarnya.
  • Kehilangan refleks mendorong lidah yang secara otomatis mengeluarkan makanan keluar dari mulutnya.
  • Masih tampak lapar setelah mendapat porsi susu sehari penuh yakni 8-10 kali menyusui atau sekitar 946 mililiter (ml) susu formula.

Cara mengenalkan bayi pada MPASI 

Memperkenalkan MPASI lebih tentang cara untuk membiasakan bayi mengunyah dan menelan makanan, Bunda. Untuk mengenalkan, Bunda bisa memberikannya ASI atau susu botolnya di pagi hari, sebelum atau sesudah makan, dan sebelum tidur.

Pada awalnya, Bunda harus bereksperimen untuk menemukan cara mana yang akan berhasil. Jika si kecil menyusu dengan kuat, berikanlah anak minum satu botol penuh sebelum makan. Jika punya kesempatan, Bunda bisa beri dia makan dahulu baru setelahnya minum ASI atau susu formula.

Setelah si kecil mulai memahami konsep makan dan tampak antusias saat jam makan, Bunda dapat mulai melakukan kegiatan makan secara rutin, dimulai dari jam untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Meskipun terkadang si kecil tampak tidak lapar, nantinya dia akan terbiasa dengan rutinitas makan sesuai jadwal lho, Bun.

"Tujuan saya mengenalkan makan untuk bayi adalah membuat mereka paham memiliki jadwal makan tiga kali sehari dengan dua kali makan hingga tiga camilan," kata dokter anak Sara DuMond, MD.

Do's and don'ts saat memberikan MPASI pertama

Saat pertama kali mengenalkan MPASI pada bayi, ada beberapa hal yang harus Bunda perhatikan, baik yang harus dilakukan maupun tidak dilakukan supaya buah hati tidak tersedak atau mengalami alergi. Nah, mengutip Eat Right dan Today's Parent, berikut do's and dont's memberikan MPASI pertama untuk bayi:

1. Konsultasi ke dokter anak

Sebelum Bunda memulai untuk mengenalkan MPASI untuk pertama kalinya kepada bayi, usahakan untuk melakukan konsultasi ke dokter anak ya. Tujuannya agar Bunda mendapat saran terkait MPASI dan dokter juga akan melihat bagaimana kesiapan si kecil untuk memulai MPASI.

2. Tidak memulainya terlalu dini

Usia yang disarankan untuk memulai memberikan MPASI pada bayi adalah 6 bulan, meskipun hal ini bisa bervariasi bagi beberapa anak. Bayi yang siap untuk MPASI akan menunjukkan tanda-tandanya. Namun, mungkin pemberian MPASI untuk pertama kali tak akan lancar bagi sebagian bayi.

"Beberapa anak tidak siap untuk MPASI pertama kalinya dan akan memuntahkannya. Tunggu seminggu dan coba lagi," saran dokter anak di Miramichi, New Brunswick, Michael Dickinson, seperti dikutip dari Today's Parent.

Sementara jika bayi diberikan MPASI terlalu dini sebelum usia 6 bulan atau sebelum menunjukkan tanda-tanda kesiapan, bisa berpotensi menimbulkan risiko lebih tinggi untuk tersedak. Itu karena mereka belum bisa mengeluarkan makanan dari mulut dengan lidahnya.

3. Mengenalkan makanan berpotensi alergi

Ahli diet terdaftar Becky Blair merekomendasikan mengenalkan makanan yang potensial memicu alergi pada anak, seperti kacang tanah, telur, makanan laut, kedelai, gandum lebih awal dan sering pada bayi saat dikenalkan dengan MPASI.

"Ini berlaku bagi semua bayi untuk mengetahui apakah mereka memiliki alergi," katanya.

Dia menyarankan untuk mengenalkannya satu per satu makanan tersebut dan perhatikan reaksi setelah mengonsumsinya, seperti gatal-gatal misalnya. Memperkenalkan makanan yang berpotensi menyebabkan alergi sejak usia dini dapat membantu mencegah anak mengalami alergi di kemudian hari.

4. Tidak menggunakan botol

Jangan memberi bayi MPASI dari botol ya, Bunda. Hal ini untuk menghindari bahaya tersedak yang mungkin dapat terjadi pada bayi.

5. Pilih tekstur makanan yang tepat

Kebanyakan orang tua memulai hanya dengan bubur ya, Bunda. Padahal sebenarnya pada usia 6 bulan, bayi dapat makan berbagai tekstur makanan mulai dari yang lembut, potongan kecil, dicincang, dihaluskan, atau diparut.

Faktanya, jika anak kebanyakan makan bubur selama sembilan bulan terakhir, dia mungkin akan mengalami kesulitan untuk beralih ke makanan biasa. Jadi Bunda bisa menyesuaikan berdasarkan keadaan, ya.

6. Jangan memaksakan

Si kecil yang tak mau makan terkadang membuat orang tua menjadi frustrasi. Namun, memaksanya untuk membuka mulut dan menelan apa yang Bunda suapi pun bukan menjadi solusi.

"Bayi pandai memberitahu Anda jika mereka ingin makan," kata Dickinson.

Alih-alih memaksanya atau membujuk bayi untuk makan, akan lebih baik jika Bunda menawarkan sesuatu dan menyuapi dengan makanan kesukaannya.

7. Awasi saat bayi makan

Saat memberikan makan, Bunda perlu untuk mengawasi anak. Perhatikan cara duduk, dan atur posisinya agar dapat menghadap ke depan saat pertama kali memperkenalkan MPASI. Cara ini akan membuatnya lebih mudah menelan dan mengurangi kemungkinan tersedak.

8. Makanan yang dihindari

Jangan memberikan madu kepada bayi di bawah usia 12 bulan karena bisa menyebabkan botulisme atau penyakit yang menyerang saraf dan disebabkan oleh bakteri clostridium botulinum, yang sering ditemui dalam kandungan madu.

Selain itu, hindari juga makanan seperti susu sapi sebagai minuman utama sampai bayi berusia 1 tahun. Di samping itu, hindari juga kacang-kacangan, biji-bijian, kismis, permen keras, anggur, sayuran mentah keras, popcorn, dan sebagainya yang berisiko membuat bayi tersedak.

Bunda, simak juga cara Farah Quinn buat anak suka makan sayur dan buah dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi