sign up SIGN UP search


menyusui

9 MPASI Pertama Terbaik untuk Bayi, Bisa Dicoba Nih Bun

Annisa Afani Kamis, 10 Dec 2020 20:49 WIB
Preparing Fruit Ice Cream on Stick in Domestic Kitchen caption
Jakarta -

Air susu ibu (ASI) memang menjadi sumber nutrisi yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam tumbuh dan berkembang. Namun seiring berjalannya waktu, bayi memerlukan nutrisi tambahan dari makanan pendamping ASI (MPASI) saat usianya 6 bulan.

Namun pada kondisi tertentu, mungkin MPASI bisa dilakukan lebih awal, Bunda. Pada dasarnya memberikan MPASI pertama untuk bayi dengan melihat kesiapannya.

Bayi yang siap untuk MPASI akan menunjukkan beberapa tanda, Bunda. Dikutip dari Parents, tanda-tanda tersebut, di antaranya:


  • Bisa duduk tegak dan mengangkat kepala
  • Penasaran, dan melihat segala sesuatu di sekitarnya, terutama makanan
  • Sudah kehilangan refleks mendorong lidah yang secara otomatis mendorong makan keluar dari mulutnya
  • Dia kelihatan lapar setelah mengonsumsi banyak ASI

Nutrisi yang dibutuhkan bayi

Nah, ketika memberikan MPASI pertama untuk bayi, Bunda harus memperhatikan nutrisi dari makanan yang dikandungnya. Dibandingkan dengan apa yang dikonsumsi orang dewasa, ada beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan bayi dari MPASI saat memasuki usia 6 bulan, Bunda.

Mengutip Mama Natural, berikut beberapa jenis nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk berkembang secara optimal, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dokter gigi Weston A. Price:

  • Protein
  • Lemak
  • Zat besi
  • Zinc
  • Vitamin A, B, B6, C, D,, E dan K
  • Niacin
  • Kalsium
  • Fosfor
  • Magnesium dan mineral lainnya
  • Lemak omega 3 dan 6
  • Kalium

MPASI pertama

Bunda, sebenarnya tak ada aturan makanan resmi untuk bayi yang baru memulai MPASI. Selain itu, tak ada bukti ilmiah yang menyarankan Bunda harus memasukkan satu jenis makanan sebelum lainnya, dengan asumsi makanan itu tidak berbahaya.

"Namun demikian, sereal bayi sering direkomendasikan sebagai makanan pertama bayi," kata dokter anak di Hassenfeld Children's Hospital, New York, Lauren Kupersmith, dikutip dari The Bump.

Itu karena sereal bisa dicampur dengan lebih banyak susu untuk menghasilkan konsistensi yang lebih kental. Selain itu, banyak dokter yang juga merekomendasikan untuk memulai sayuran sebelum buah. Namun tak ada bukti bahwa hal tersebut akan membuat bayi akan menyukai sayuran saat mereka dewasa.

Nah, selain sereal, berikut ini 9 jenis MPASI pertama padat nutrisi yang umum diberikan untuk bayi sehat dan mudah dimakan, dikutip dari berbagai sumber:

1. Kuning telur

Mungkin sebagian orang tua khawatir kuning telur bisa menyebabkan alergi. Namun penelitian terbaru menyatakan bahwa memberi telur pada anak lebih dini berguna untuk mengurangi kemungkinan alergi.

"AAP juga percaya bahwa memperkenalkan makanan yang menyebabkan alergi sejak dini dapat mengurangi risiko alergi makanan," kata ahli gizi Amy Gorin.

Selain itu, kuning telur diketahui sebagai makanan yang mudah dicerna dan mengandung nutrisi paling banyak seperti kolin, kolesterol yang diperlukan untuk mengatur hormon dalam tubuh, serta mineral penting seperti kalsium, zinc, selenium, fosfor, serta vitamin E, dan B6.

Bunda cukup merebusnya, atau menggorengnya dengan mentega maupun minyak kelapa. Jaga agar kuning telur tetap lembut dan sedikit encer agar mudah dicerna bayi.

2. Alpukat

Buah dengan tekstur lembut ini mengandung banyak lemak sehat, mineral dan magnesium yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Alpukat juga mengandung vitamin B seperti niasin, vitamin E, vitamin K, kalium, folat, dan serat.

Untuk membuatnya, kupas, alu ambil bagian dalamnya dan potong menjadi irisan panjang jika anak ingin makan dengan tangannya sendiri. Selain itu, Bunda juga bisa menumbuknya hingga halus dan menggunakan sendok untuk menyuapinya.

3. Daging merah halus

Daging merah menjadi satu-satunya makanan dengan tiga nutrisi utama yang kerap kali kurang didapatkan oleh bayi, Bunda. Nutrisi tersebut ialah zat besi, zinc, serta vitamin B12.

Perlu untuk diketahui, ASI sendiri sebenarnya mengandung zat besi, namun jumlahnya lebih rendah dibanding susu formula, sehingga bayi harus mendapatkan nutrisi tersebut melalui daging merah dengan porsi yang cukup dan sesuai agar tak berakhir pada gangguan saluran pencernaannya yang belum matang.

Untuk mempersiapkan, Bunda bisa membeli daging sapi atau domba organik yang digiling atau dihaluskan. Masak dengan sedikit kaldu atau air dan olah menjadi bubur krim untuk diberikan kepada si kecil.

4. Pisang

Pisang adalah sumber karbohidrat pertama yang bagus untuk bayi. Ini karena di dalamnya mengandung amilase, yakni enzim yang dibutuhkan pencernaan. Selain itu, pisang juga menjadi sumber vitamin B6, vitamin C, mangan, magnesium, dan kalium.

Untuk mempersiapkan, Bunda bisa memilih pisang yang sangat matang yang ditandai dengan bintik-bintik coklat, di mana pati dalam kandungannya telah diubah menjadi gula sederhana sehingga lebih mudah dicerna.

Kupas dan potong pisang menjadi dua bagian sebagai finger food, atau bisa juga haluskan dengan sedikit tambahan alpukat atau ASI.

5. Labu

Karbohidrat lain yang mudah dicerna bayi, yaitu labu. Labu memiliki kandungan nitrat yang rendah dan menjadi makanan pertama yang aman untuk bayi. Selain itu, labu juga tinggi vitamin A, vitamin C, magnesium, kalium, serta mangan.

Untuk mempersiapkan, Bunda dapat membelah labu dan buang bijinya. Panggang dalam oven selama sekitar satu jam pada suhu 350 derajat, atau sampai labu lembut dan kulitnya mudah dilepas. Sebagai alternatif, Bunda juga dapat mengukusnya dengan 1 cangkir air selama 7 menit.

Biarkan dingin dan keluarkan dagingnya. Lalu tumbuk dengan sedikit mentega atau lemak sehat lainnya yang membantu mengubah beta-karoten menjadi vitamin A.

6. Yogurt

Yogurt organik adalah makanan olahan susu pertama yang sangat baik dan sebagai makanan seimbang dengan kandungan lemak sehat, protein, dan gula susu untuk menutrisi bayi. Selain itu, yogurt juga kaya kalsium, vitamin D, fosfor, serta memiliki probiotik yang berfungsi meningkatkan kesehatan usus bayi.

Kunci utama untuk memperkenalkan yogurt pada bayi, dengan perlahan, yakni 1 sendok teh untuk melihat reaksi yang mungkin akan timbul. Setelah satu atau dua hari, perlahan tingkatkan jumlahnya sampai bayi dirasa tak memiliki reaksi non toleran terhadap yogurt.

7. Kacang hijau

Kacang hijau mengandung pati resisten yang tinggi. Selain itu, kacang ini juga mengandung berbagai macam vitamin dan mineral lho, Bunda. Dalam 1/2 cangkirnya, kacang hijau mengandung 4 gram serat, 4 gram protein, 34 persen dari nilai vitamin berdasarkan kebutuhan harian, dan 34 persen dari nilai harian vitamin K.

Jika bayi menolak karena rasanya, cobalah buat menjadi lebih manis dengan mencampurkannya dengan labu halus.

8. Ubi jalar

Ubi jalar berada di urutan teratas dalam daftar makanan pertama yang direkomendasikan untuk diperkenalkan kepada bayi saat mulai MPASI lho, Bunda. Nilai gizi dalam ubi jalar pun luar biasa, dengan rasa manisnya, di dalamnya terkandung beta karoten tinggi, kalium, vitamin E, kalsium dan folat yang baik.

Karena kandungan seratnya yang tinggi, ubi jalar juga dapat membantu mendukung saluran pencernaan yang sehat dan membantu bayi buang air besar secara teratur

Untuk menyiapkannya, kupas dan potong 1-2 buah ubi jalar, lalu kukus selama 10-12 menit atau sampai bagian dagingnya empuk saat ditusuk dengan garpu. Setelah itu, Bunda bisa menghaluskannya dengan food processor atau blender selama 1-2 menit sampai benar-benar lembut dan tambahkan air sebanyak 1/4 cangkir jika diperlukan.

9. Apel

Apel juga menjadi buah yang lezat, padat nutrisi serta mudah dicerna oleh bayi, Bunda. Buah dengan rasa manis ini kaya akan polifenol dan fitonutrien, yang merupakan antioksidan kuat yang membantu melindungi bayi dan anak-anak dari penyakit. Selain itu, apel juga mengandung antioksidan serta serat larut yang akan membantu melindungi bayi dari diare dan sembelit.

Untuk menyiapkannya, Bunda bisa mengupas kulitnya dan potong 2-3 bagian. Kemudian, kukus selama 8-10 menit atau sampai empuk lalu haluskan selama 1-2 menit menggunakan blender atau food processor dengan tambahan air, ASI atau susu formula sebanyak 1/4 cangkir jika perlukan.

Bunda, simak juga menu pengganti salmon untuk MPASI dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner istri mensosFoto: HaiBunda



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi