sign up SIGN UP search


menyusui

9 Masalah Sering Dialami Ibu Menyusui di Bulan Pertama Kehidupan Bayi

Annisa Afani Kamis, 29 Oct 2020 12:41 WIB
Closeup of young woman holding cute little baby in her hands, lulling him in bed. Panorama with free space caption
Jakarta -

Menyusui memberikan banyak manfaat untuk ibu dan bayinya. Karena itu, para ahli menyarankan memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan di kecil.

Meski mayoritas ibu bisa menyusui, tapi ada beberapa ibu yang mengalami masalah dalam menyusui. Perlu waktu bagi ibu dan bayi untuk mengatasi masalah yang dihadapi saat menyusui.

Mungkin seorang ibu tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup. Selain itu, mungkin seorang ibu harus minum obat atau menjalani perawatan medis yang tidak disarankan untuk menyusui.


Dalam beberapa situasi, menurut perawat bersertifikat Donna Murray, Bunda bisa memompa dan memberi ASI menggunakan botol atau menghentikan menyusui sementara, kemudian dilanjutkan kembali. "Namun dalam kasus lain, bayi tidak boleh mendapatkan ASI sama sekali, baik dalam botol atau menyusui," ujarnya, dikutip dari Very Well Family.

Bagi ibu menyusui yang bisa mengatasi masalah tersebut, mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan pasokan ASI yang lebih baik dan bisa melanjutkan menyusui lebih lama.

Masalah yang sering dialami ibu menyusui 

Beberapa ibu menghadapi beberapa masalah saat menyusui. Nah, dikutip dari Medela, berikut sejumlah masalah yang kerap dialami ibu menyusui di bulan pertama kelahiran buah hati beserta solusinya.

1. Benjolan menyakitkan di payudara

Benjolan yang muncul di payudara ini bisa timbul karena berbagai penyebab, Bunda. Salah satu yang paling umum karena saluran yang tersumbat ASI.

Solusi mengatasi benjolan di payudara:

  • Pijat atau remas area benjolan, terutama saat sedang menyusui. Ini berguna untuk membantu melepaskan penyumbatan.
  • Kompres payudara dengan kain basah bersuhu hangat. Atau ibu menyusui juga bisa mencoba mandi air hangat sebelum menyusui untuk bantu meredakan ketidaknyamanan.
  • Tetap menyusui seperti normal untuk menghindari risiko penumpukan ASI, yang dapat menyebabkan mastitis.
  • Untuk menghilangkan penyumbatan, cobalah untuk menyusui atau memompa ASI dari payudara yang ada benjolan terlebih dahulu untuk membantu menghilangkan penyumbatan.
  • Temui dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat bila melihat adanya tanda-tanda infeksi seperti nyeri, gejala mirip flu seperti kenaikan suhu, atau sakit kepala.

2. Mastitis

Jika salah satu atau kedua payudara memerah, terasa nyeri, dan ada saluran yang tersumbat, kemungkinan Bunda mengalami mastitis. Ini merupakan kondisi di mana jaringan pada payudara meradang.

Selain ciri tersebut, ibu menyusui yang mengalami mastitis juga mengalami beberapa gejala lain, seperti flu dan suhu tubuh naik hingga lebih dari 38,5 derajat celcius. Selain itu, mastitis dapat terjadi akibat saluran tersumbat yang tidak diobati, adanya bakteri yang masuk ke payudara, pelekatan salah saat menyusui, jarang menyusui, hingga mengenakan pakaian dalam atau bra ketat.

Solusi mengatasi mastitis:

  • Segera dapatkan bantuan medis agar mastitis tidak berubah menjadi lebih parah.
  • Konsumsi parasetamol atau ibuprofen tanpa kandungan aspirin untuk meredakan nyeri.
  • Tetap menyusui seperti biasa atau sering memompa payudara. ASI yang mengalir akan membantu membersihkan penyumbatan dan mencegah penumpukan lebih lanjut.
  • Tawarkan payudara yang terkena mastitis terlebih dahulu pada bayi saat akan disusui. Ini dapat membantu untuk mengeluarkan ASI dalam payudara secara memadai.
  • Istirahat, minum dan makan enak. Pastikan ibu menyusui mengonsumsi banyak cairan dan makan makanan bergizi.
  • Pijat area payudara yang mengalami mastitis, mandi air hangat, atau kompres hangat untuk menghilangkan penyumbatan sebelum menyusui.

"Jika merasakan bagian (benjolan) yang keras di payudara Anda, mulailah memijatnya dengan segera, sebaiknya saat menyusui," kata bidan Tracy Hydeman, dikutip dari Today's Parent.

  • Gunakan kompres dingin setelah menyusui untuk mengurangi peradangan.

3. Merasa lelah

Menyusui memang menjadi aktivitas yang menguras energi, Bunda. Selama minggu-minggu pertama, bayi kemungkinan besar akan terus menyusu setiap beberapa jam, siang dan malam, meski saat ibu menyusui masih dalam masa pemulihan setelah melahirkan.

Solusi mengatasi kelelahan menyusui:

  • Istirahat sebanyak mungkin. Cobalah untuk makan makanan sehat dan teratur, serta pastikan untuk tetap terhidrasi dengan baik.
  • Jangan ragu untuk meminta bantuan dari pasangan, orang tua, atau teman jika membutuhkan sesuatu. Dan jangan tolak orang yang ingin membantu ya, Bunda.

4. Suplai ASI sedikit

Saat bayi dalam masa growth spurt pada usia 3-4 minggu, ibu menyusui sering kali merasa khawatir dengan suplai ASI yang dianggap kurang karena kemungkinan di bulan pertama kelahirannya akan lebih sering menyusu demi kenyamanannya. Pemandangan dan suara baru di sekitarnya membuatnya kewalahan, dan menyusui membuat bayi nyaman.

Solusi mengatasi suplai ASI sedikit:

  • Hindari pemberian susu formula, kecuali atas saran dari dokter profesional. Dibandingkan dengan susu formula, akan lebih baik untuk terus menawarkan ASI untuk meningkatkan suplai secara alami.

"Jika benar-benar memiliki persediaan ASI yang rendah, Anda mungkin tidak dapat menyusui secara eksklusif. Anak mungkin harus mengonsumsi susu (khusus) atau ASI donor untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan nutrisinya," tutur Murray.

  • Susui bayi sesuai permintaannya untuk memastikan persediaan ASI sesuai dengan kebutuhannya. Selain terus menyusui, gunakan pompa payudara untuk meningkatkan produksi ASI.

5. ASI berlimpah

Hal ini terkadang dapat menyebabkan kesulitan bagi ibu dan bayi, Bunda. Karena payudara membengkak dan ASI 'bocor', sehingga menyulitkan bayi saat perlekatan, hinga membuatnya tersedak oleh aliran ASI yang deras.

Solusi mengatasi ASI berlimpah:

  • Keluarkan sedikit ASI di awal menyusui untuk mengurangi kecepatan alirannya. Atau cobalah untuk memompa ASI.
  • Gunakan handuk atau kain kasa untuk menyerap ASI yang berlimpah.
  • Pastikan bayi mendapat posisi yang tepat saat menyusu hingga ia bisa menggerakkan kepala dengan nyaman.
  • Konsultasikan dengan dokter atau konsultan laktasi untuk mendapat solusi yang tepat.

6. Payudara bengkak sebelah

Ibu menyusui mungkin sering mendapati bayinya lebih suka menyusu pada payudara di satu sisi, atau mungkin salah satunya menghasilkan lebih banyak ASI. Akibatnya, membuat ukuran dan bentuk payudara jadi berbeda.

Kondisi ini sangat umum terjadi dan seharusnya tidak menjadi masalah saat menyusui, Bunda. Namun bila hal ini membuat minder, Bunda bisa melakukan beberapa hal untuk mengatasi.

Solusi mengatasi bengkak sebelah:

  • Tawarkan payudara yang paling jarang digunakan terlebih dahulu setiap kali menyusui.
  • Gunakan pompa payudara untuk membantu meningkatkan produksi ASI pada payudara yang jarang digunakan.
  • Jangan abaikan payudara yang lebih berisi, payudara tersebut tetap harus digunakan untuk menyusui demi menghindari penyumbatan.
  • Cobalah mencari bantuan dari medis karena kadang infeksi telinga dapat menyebabkan bayi hanya menyusu di satu sisi.

7. Puting lecet

Dengan tuntutan untuk sering menyusui terkadang bisa menyebabkan gesekan yang menyakitkan pada payudara serta puting atau areola.

Solusi mengatasi puting lecet:

  • Minta bantuan konsultan laktasi atau spesialis menyusui untuk memeriksa apakah perlekatan bayi sudah benar atau belum.

"Pastikan perlekatan dengan baik, dan biarkan bayi menyelesaikan pada satu payudara pertama sebelum menawarkan payudara lainnya," kata konsultan laktasi, Kelly Bonyata, dikutip dari Kelly Mom.

  • Konsumsi obat pereda nyeri sebelum menyusui bayi. Coba juga mengubah posisi menyusui yang berbeda untuk menghindari menekan area yang nyeri.
  • Gunakan pelindung payudara agar pakaian tidak mengiritasi lecet pada puting, atau gunakan bantalan pendingin hidrogel untuk mengurangi rasa sakit dan membantu penyembuhan.
  • Gunakan pompa ASI bisa jadi alternatif mendapatkan ASI tanpa memperparah kondisinya.
  • Jangan menyentuh luka atau lecet karena dapat menyebabkan infeksi.

8. Titik putih menyakitkan di puting

Ketika saluran ASI yang tersumbat terbuka, atau lapisan tipis kulit tumbuh di atasnya, ini dapat menciptakan bintik putih atau kuning kecil di ujung puting. Saluran ASI yang tersumbat ini kadang-kadang dikenal sebagai lepuh susu yang dapat menyebabkan rasa sakit lokal pada beberapa ibu, terutama saat menyusui atau memompa.

Solusi mengatasi titik putih di puting:

  • Hindari gesekan pada puting dengan menggunakan bantalan atau hindari bra yang ketat.
  • Tetap menyusui atau memompa ASI agar saluran normal kembali.
  • Rendam kapas dalam minyak zaitun dan letakkan di bra di samping puting. Ini dapat membantu melembutkan kulit.
  • Jika berlanjut, kunjungi konsultan laktasi atau spesialis menyusui untuk melepaskan sumbat dengan jarum steril.

9. Puting payudara sakit saat menyusui

Normal jika puting terasa lembut, atau bahkan sakit pada tahap awal menyusui. Biasanya ini akan mereda setelah beberapa hari. Jika Bunda rasa sakit terus berlanjut atau mengalami nyeri pada puting setiap kali menyusui, Bunda mungkin memerlukan bantuan medis untuk mengatasinya.

Jika Bunda mengalami sakit di salah satu atau kedua payudara selama menyusui atau setelahnya, mungkin mengalami infeksi bakteri.

Solusi mengatasi puting sakit:

  • Periksakan ke dokter atau konsultan laktasi untuk mengetahui apakah ada infeksi dan dapatkan perawatan terbaik.
  • Jaga kebersihan dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui. Sering-seringlah mengganti bantalan payudara, cuci bra, baju atasan, dan handuk dengan suhu tinggi.
  • Biarkan puting mengering setelah menyusui karena infeksi berkembang pesat di lingkungan yang hangat dan lembap.

Bunda, simak juga yuk cara mencegah mastitis seperti yang dialami Citra Kirana dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



 

(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi