sign up SIGN UP search


menyusui

Hindari 5 Kandungan Nipple Cream Berbahaya untuk Ibu Menyusui

Annisa Karnesyia Sabtu, 14 Nov 2020 19:02 WIB
Smiling mother breastfeeding her baby daughter while being at home. caption
Jakarta -

Payudara lecet hingga menyebabkan nyeri adalah masalah umum yang dialami ibu menyusui. Beberapa ibu menggunakan nipple cream atau krim payudara khusus untuk mengatasi masalah ini, Bunda.

Nipple cream dipercaya bisa mengatasi nyeri, lecet, hingga masalah kulit di payudara ibu menyusui. Lalu apakah aman menggunakannya begitu saja?

Menurut perawat anak bersertifikat Donna Murray, RN, BSN, penggunaan nipple cream tergantung pada penyebab nyeri. Namun, tak semua produk bisa mengatasi masalah ini ya.


"Beberapa produk dalam bentuk krim atau pelembab puting dapat mengatasi nyeri, tetapi yang lain justru menyebabkan masalah," kata Murray, dikutip dari Very Well Family.

Puting sakit, lecet, pecah-pecah, hingga berdarah bisa disebabkan iklim yang kering atau perlekatan buruk. Nipple cream atau losion tertentu memang dirancang untuk membantu mengatasi masalah ibu menyusui.

Meski begitu, Bunda tetap harus konsultasi ke dokter untuk mencari alternatif pengobatan terbaik. Dokter mungkin saja merekomendasikan produk nipple cream.

Melansir dari Medical News Today, beberapa produk nipple cream mengandung bahan yang berbeda. Penting bagi ibu memperhatikan jenis krim karena akan bersentuhan dengan bayi saat menyusu.

Aroma nipple cream yang menempel pada puting bisa dicium dan dirasakan bayi. Jika bayi menolak menyusu, mereka mungkin tidak menyukai rasa atau bau dari produk ini.

Penggunaan nipple cream juga harus diperhatikan pada orang yang memiliki alergi. Misalnya, orang dengan alergi bahan wol, tidak akan menggunakan produk yang mengandung lanonin. Lanolin adalah lemak kuning yang ditemukan pada wol domba dan sering digunakan sebagai bahan nipple cream untuk mengatasi sakit dan lecet.

Dalam memilih nipple cream, ibu menyusui perlu menghindari 5 bahan nipple cream berikut ini:

1. Numbing cream atau krim mati rasa dapat mengganggu let down reflex (LDR) pada ibu dan membuat mulut bayi mati rasa.

2. Bahan lanolin yang tidak dimurnikan dapat menyebabkan reaksi alergi terutama pada orang dengan alergi wol.

3. Krim vitamin E bisa berbahaya untuk bayi jika tidak dengan resep dokter.

4. Produk petroleum atau minyak bumi berbentuk salep bisa menyumbat kelenjar montgomery di payudara.

5. Semua krim yang mengandung alkohol bisa menyebabkan puting kering dan pecah-pecah.

Nah, hindari benar 5 bahan di atas saat memilih krim payudara ya, Bunda. Sehingga tidak menyebabkan masalah baru saat menyusui.

Simak juga 9 cara mencegah mastitis pada ibu menyusui, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi