sign up SIGN UP search


menyusui

Tips ASI Banjir ala Sarwendah, Hindari Stres hingga Terapi Daun Kol

Hilda Irach Rabu, 23 Dec 2020 09:21 WIB
Sarwendah dan Tania Putri Onsu. caption

Jakarta - ASI mengandung banyak nutrisi yang sangat penting bagi tumbuh kembang bayi. Terutama selama enam bulan pertamanya. Sebab ASI merupakan satu satunya nutrisi yang diserapnya selama masa pertumbuhannya.

Namun, sayangnya tak semua para Bunda memiliki ASI yang berlimpah. Hal ini terkadang yang membuat para Bunda merasa stres ya. Tetapi, tak perlu berputus asa Bunda, ada trik dan tips yang bisa bikin lancar ASI lancar dan banjir ala Sarwendah yang bisa Bunda tiru di rumah.

Melalui akun YouTube, The Onsu Family, Sarwendah mengungkapkan meski setelah melahirkan dirinya dapat memproduksi ASI yang berlimpah. Ibu dari dua putri kecil Thalia dan Tania ini mengatakan hal pertama yang harus dilakukan para Bunda adalah harus rutin menyusui dan rajin memompa payudara.


"Karena kalau enggak dipompa, Bunda akan meriang dan akan menyumbat sebenarnya, jadi kita harus rajin mompa dan nyusuin anak," kata Sarwendah dalam YouTube pribadinya.

Menurut pengalamannya, semakin dia sering menyusui anaknya, maka stimulasi ASI semakin cepat.  Selain itu, ASI yang sering dipompa juga akan membantu meredakan payudara yang bengkak. "Jadi kira-kira dua jam sekali aku harus pompa, kalau enggak dipompa, maka payudara akan sakit karena lumayan bengkak. Bahkan bisa meriang," ujar Sarwendah

Sarwendah menambahkan agar proses menyusui lancar, penting memberikan kedua payudara secara bergantian agar bisa mengeluarkan ASI dengan  stabil. "Jadi kan ada orang bengkak sebelah, dan akhirnya ASInya tidak keluar lagi,padahal  itu karena kurang distimulasi. Jadi biasanya aku 5 menit menyusui payudara sebelah sini, 5 menit sisi lainnya. Pokoknya kita tahu tempo anak kita berapa lama kenyangnya," tutur sarwendah.

Istri dari Ruben Onsu tersebut menambahkan, sebelum menyusui  si kecil, sebaiknya Asi dipompa agar mencegah ASI tidak terlalu deras saat menyusui anak. "Jadi aku pompa dulu sedikit supaya pada saat dia minum itu dia enggak tersedak," kata Sarwendah

Tips selanjutnya,  meski Bunda sudah memompa, Bunda harus selalu menyempatkan waktu untuk anak nih. "Karena secara enggak langsung kalian skin to skin sama anak,"

Selain itu, sebelum Bunda menyusui sangat penting bagi para Bunda untuk menghindari stress nih, Bunda. Sebab, ternyata hal ini dapat mempengaruhi mental si kecil.

"Karena kalau ibunya lagi mumet otaknya, nyusuin anak pasti rewel, oleh karena itu kita harus rileks, menghela nafas agar bisa bener-bener fokus sama anak. sehingga dia jadi enggak ngerasa dicuekin"

Seperti,  misalnya ada satu kejadian yang menimpa Sarwendah mengenai anaknya, yang akhirnya hal ini membuatnya stress sehingga ASI yang dikeluarkan menjadi sedikit. "Aku pompa ASI yang tadinya 300-500 waktu itu cuma dapet 200," ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Sarwendah akhirnya merilekskan pikirannya dan badannya agar membuat ASI menjadi normal. "Aku akhirnya coba rileks menyerahkan semuanya kepada ayahnya, dan akhirnya hasil pompa aku balik lagi, pokoknya intinya jangan stress, dan aku yakin kalian punya cara masing-masih untuk bahagia," ujar Sarwendah.

Selain menghindari stress, pantang diet juga penting nih, Bunda.  Menurutnya, pantang diet merupakan perawatan yang aman untuk ibu menyusui.

Namun,  meski tidak diet seorang ibu tetap harus menjaga pola asupannya dengan makanan yang bergizi dan sesuai porsi."Jadi bukan berarti langsung makan banyak ya, harus disesuaikan dengan makanan bergizi dan sesuai porsi," jelasnya.

Makanan yang dipilihnya untuk bantu stimulus ASI juga sederhana, Bunda. Seperti sayuran, buah-buahan yang mencukupi gizi yang dibutuhkan seorang ibu menyusui. "Tidak harus mahal, sayuran, buah, tempe, tahu aja itu udah bergizi banget, dan yang terpenting jangan diet!" tegasnya.

Biasanya, polemik yang kerap kali muncul selain suplai ASI yang sedikit, pembengkakan payudara juga kerap kali membuat pusing ya, Bunda.  Untuk mengatasi hal tersebut, menurutnya memijat payudara  membantu menghilangkan pembengkakan.

"Jadi biasanya kalau kita tidur itukan biasanya 3 jam atau 4 jam jadi payudara aku sedikit bengkak, jadi saat pagi itu aku suka dipijat supaya bengkaknya itu akan lancar lagi," kata Sarwendah.

Nah, bagi Bunda yang seorang working mom dan memiliki waktu terbatas untuk pijat, ada satu hal yang sangat membantu  meredakan gejala pembengkakan pada payudara lho. Yakni dengan lembaran daun kol. Meski tergolong sayuran untuk dikonsumsi, daun kol ternyata mampu mempercepat proses penyusutan bengkak di payudara nih, Bunda.

"Jadi aku taruh kol di kulkas, lalu aku ambil sehelai setelah dicuci dan meletakannya di payudara. Nanti kolnya bisa layu  dan bengkaknya mulai mencair gitu, percaya enggak percaya," tuturnya.

Dengan payudara yang rileks dan bengkak yang mereda, ASI akan jauh lebih mudah untuk dikeluarkan. Oleh sebab itu, Sarwendah mengingatkan agar para Bunda tidak terlalu terburu-buru dalam memompa ASI.

"Take your time, karena bagaimanapun ASI buat anak kita jauh lebih penting daripada apapun." tegas Sarwendah.

Mungkin sebagian para Bunda masih terlalu asing dengan penggunaan daun kubis untuk bantu meredakan pembengkakan pada payudara ya, Bunda. Bahkan Bunda pasti terlalu khawatir dengan keamanannya.

Walaupun demikian, daun kubis ternyata salah satu perawatan rumahan paling populer untuk masalah menyusui, bahkan telah di rekomendasikan oleh bidan dan konsultan laktasi nih, Bunda.

Melansir dari Healthline, senyawa yang ditemukan dalam kubis, terutama daunnya memiliki efek anti-inflamasi  atau mengurangi radang pada jaringan payudara bila diletakkan langsung ke kulit Bunda.

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut adalah panduan menggunakan daun kubis untuk membantu meredakan pembengkakan pada payudara. Simak di halaman selanjutnya!

Bunda, simak juga yuk cara meredakan puting lecet pada ibu menyusui. Klik video di bawah ini ya:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner YouTube Sacha
Panduan menggunakan daun kol untuk meredakan pembengkakan payudara
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi