sign up SIGN UP search


menyusui

5 Tips Memulai Relaktasi, Proses Menyusui Kembali Setelah Sempat Berhenti

Dwi Indah Nurcahyani Kamis, 31 Dec 2020 12:17 WIB
5 tips agar Bunda bisa menyusui lagi setelah berhenti
Ibu menyusui caption

Melansir Todaysparent, ada beberapa tips yang perlu Bunda lakukan dalam membantu Bunda yang ingin menyusui lagi setelah berhenti. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Sadarilah bahwa ini bisa berjalan lambat dan membutuhkan dedikasi

Pada awalnya, prosesnya mungkin cukup memakan waktu, karena Bunda mungkin perlu  memompa, menyusui, dan melengkapi bayi Bunda. Mungkin juga diperlukan beberapa minggu untuk membangun persediaan ASI sepenuhnya, terkadang bahkan bisa lebih lama jika Bunda memiliki masalah seperti abses payudara.

2. Berikan stimulasi yang cukup pada payudara

Semakin sering susu dikeluarkan, semakin sering juga ASI memproduksi. Umumnya, Bunda perlu memompa atau menyusui bayi di payudara setidaknya delapan kali dalam 24 jam. Dan jika Bunda dapat melakukannya lebih sering maka itu akan lebih baik lagi.


Jika Bunda menggunakan pompa, cobalah untuk tidak mengatur jadwal tetapi cukup memompa setiap kali Bunda memiliki waktu luang. Pada awalnya, mungkin Bunda akan mendapatkan ASI yang sangat sedikit. Tidak apa-apa ya, Bunda. Karena proses tersebut juga akan mengirimkan sinyal "produksi susu" ke payudara Bunda dan perlu beberapa hari sebelum payudara meresponsnya. 

3. Pertimbangkan untuk mencoba suplemen herbal atau obat resep sebagai permulaan

Ada sejumlah jamu yang disebut-sebut sebagai penguat produksi susu. Bunda pun dapat menggunakannya guna membantu proses-proses menyusui lagi setelah berhenti menjadi lancar.

4. Bantu bayi bertransisi kembali ke menyusui

Anak Bunda mungkin sudah terbiasa minum dari botol dan mungkin butuh waktu untuk membantunya kembali belajar menyusui. Tetap semangat dan pantang menyerah ya, Bunda. Kabar baiknya ialah bahwa bayi dilahirkan "terprogram" untuk menyusu dan seringkali para ibu terkejut dengan betapa cepatnya bayi kembali ke payudara.

Pertimbangkan untuk memberikan makan pada bayi Bunda dengan kontak skin to skin saat Bunda bertelanjang dada dan bayi baru saja memakai popok. Lakukan dalam posisi berbaring yang nyaman dan letakkan perut bayi di dada Bunda serta lakukan dengan rileks.

5. Belajar mengetahui kapan bayi minum

Setelah bayi menyusu, penting untuk mengetahui kapan mereka benar-bener mendapatkan ASI. Bunda dapat mencari isapan yang lambat dan dalam dengan jeda di puncak saat mulut bayi terbuka lebar. 

Seringkali Bunda mungkin mendengar suara seperti berbisik tetapi jeda itu merupakan indikator yang paling penting. Ketika Bunda melihatnya, Bunda tahu bahwa bayi telah minum ASI dalam jumlah yang banyak. Jika tidak melihatnya, mungkin Bunda perlu memompa ASI lebih banyak untuk meningkatkan suplai ASI.

Nah, semoga tipsnya membantu ya, Bunda. Tetap semangat mengASIhi.

(rap/rap)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!

Rekomendasi