sign up SIGN UP search


menyusui

Tips agar Teknik Power Pumping Sukses Memperbanyak ASI, Perhatikan Jadwalnya

Annisa Karnesyia Rabu, 30 Dec 2020 12:05 WIB
Ibu menyusui caption
Jakarta -

Bunda pernah dengar teknik power pumping dalam menyusui? Teknik ini diyakini bisa meningkatkan suplai ASI lho.

Power Pumping merupakan teknik menyusui yang dimaksudkan untuk memberi dorongan agar suplai ASI meningkat. Cara ini bisa menstimulasi pemberian makan pada bayi yang sering menyusu.

Mengutip Popsugar, teknik power pumping dikembangkan Catherine Watson, seorang konsultan laktasi bersertifikat internasional. Penerapan teknik ini sama dengan mengosongkan pasokan ASI dalam interval waktu yang cepat, sehingga tubuh bisa memproduksi ASI lebih banyak dibandingkan biasanya.


Power pumping menyarankan ibu untuk mengambil pola pemompaan secara teratur dan memasukkannya ke dalam proses pemindahan selama satu jam yang intens. Cara ini digunakan untuk membuat pasokan ASI menjadi banyak, Bunda.

"Power pumping adalah teknik yang dirancang untuk meniru cluster feeding dan pada akhirnya bisa mendorong tubuh untuk memproduksi lebih banyak ASI," kata dokter obgyn, Dr. Carolyn Kay, dilansir Healthline.

Pada cluster feeding, bayi disusui lebih sering menyusu dari biasanya. Bayi mungkin menyusu dua dan tiga kali dalam waktu singkat selama beberapa jam setiap hari. Saat menyusui lebih sering, tubuh merespons permintaan dengan meningkatkan suplai ASI secara alami.

Sementara pada power pumping, ASI yang dihasilkan juga hampir sama, Bunda. Caranya yakni dengan memompa lebih sering dalam jangka waktu yang ditentukan setiap hari, sehingga tubuh dapat meningkatkan suplai ASI secara alami.

"Meski power pumping adalah cara terbaik untuk menghasilkan ASI lebih banyak, teknik ini hanya direkomendasikan untuk wanita yang perlu meningkatkan suplai ASI-nya," ujar Kay.

Teknik power pumping

Untuk teknik power pumping, tidak ada aturan yang jelas mengenai jadwal dan durasi dalam melakukannya, Bunda. Paling penting adalah memompa lebih sering selama rentang waktu setiap hari, sehingga tubuh ibu secara alami merespons permintaan untuk memproduksi ASI berlebih.

Untuk hasil terbaik, Bunda mungkin perlu menyisihkan satu jam sehari dalam seminggu untuk melakukan teknik ini. Namun, beberapa ibu mungkin membutuhkan waktu 2 jam dalam sehari.

"Ingatlah bahwa penting untuk beristirahat selama melakukan power pumping. Hal ini untuk menghindari nyeri pada puting dan payudara," ucap Kay.

Lalu kapan waktu terbaik melakukan power pumping?

Bunda bisa melakukannya di pagi hari karena pasokan ASI tertinggi di waktu ini ya. Berikut contoh jadwal power pumping yang bisa diulangi satu atau dua kali dalam sehari:

- Pompa 20 menit
- Istirahat 10 menit
- Pompa 10 menit
- Istirahat 10 menit
- Pompa 10 menit

Ibu menyusui juga bisa mengganti waktu memompa dan istirahat menjadi 5 menit. Power pumping dengan waktu ini dapat diulang lima sampai enam kali per hari.

Perlu Bunda tahu, lama waktu melakukan power pumping tergantung tubuh kita ya. Beberapa ibu mungkin memperoleh hasil yang bagus selama 1 jam setelah beberapa hari. Namun, ibu lain mungkin baru mendapatkan hasil terbaik selama 2 jam sehari setidaknya selama seminggu untuk meningkatkan pasokan ASI.

Teknik menyusui power pumping dapat dilakukan dengan pompa payudara listrik ganda dan bra menyusui. Cara ini bisa membuat ibu rileks selama proses menyusui.

Power pumping juga bisa diaplikasikan dengan pompa manual atau tangan. Melansir dari Exclusive Pumping, menggunakan pompa manual dapat dilakukan di setiap sisi selama 12 menit, lalu beralih bolak-balik di setiap sisi selama 8 menit. Jadi, alah-alih beristirahat penuh, kita bisa bergiliran beristirahat saat memompa satu sisi payudara.

Meski dapat menggunakan tangan, power pumping lebih bekerja dengan baik saat memakai pompa listrik. Pompa manual dengan tangan bisa melelahkan sebelum kita menyelesaikan sesi memompa. Sebagai alternatif, ibu mungkin bisa menyusui bayi di satu payudara sambil memompa di sisi lainnya.

Berikut contoh jadwal power pumping manual:

- Sisi kiri 12 menit
- Sisi kanan 12 menit
- Sisi kiri 8 menit
- Sisi kanan 8 menit
- Sisi kiri 8 menit
- Sisi kanan 8 menit
- Sisi kiri 8 menit
- Sisi kanan 8 menit

Ibu menyusuiIbu menyusui/ Foto: iStock

Siapa yang bisa melakukan power pumping?

Wanita yang tidak memiliki masalah dengan suplai ASI sebaiknya tidak melakukan power pumping. Hal ini dapat menyebabkan ASI berlebih di mana payudara memproduksi ASI terlalu banyak.

Melakukan power pumping bisa menyebabkan pembengkakan payudara dan pembengkakan yang menyakitkan. Pada akhirnya, hal ini bisa membuat bayi sulit menyusu. Hindari juga power pumping jika bayi sudah memiliki pola cluster feeding atau suplai ASI sudah kembali normal ya, Bunda.

Pertimbangan melakukan power pumping

Sebelum melakukan power pumping, sebaiknya Bunda mencari penyebab ASI menurun. Sebagai pedoman, jika kita sudah sering menggunakan pompa ASI lebih dari setahun, Bunda bisa melakukan power pumping untuk meningkatkan suplai ASI yang menurun.

Sebelum melakukan power pumping, ibu sebaiknya konsultasi dulu ke konsultan laktasi dulu ya. Kita mungkin membutuhkan beberapa penyesuaian sebelum melakukan rutinitas power pumping.

Tips saat melakukan power pumping

Dikutip dari laman Fedisbest, berikut 5 tips yang bisa Bunda terapkan saat melakukan power pumping:

1. Payudara bisa dihangatkan selama 10 menit sebelum memompa karena bisa membantu melemaskan otot-otot di sekitarnya.

2. BilasĀ pompa ASI dengan air hangat dan pastikan ukuran dalam perangkat pompa ASI sesuai dengan payudara.

3. Pompalah dengan kekuatan hisap maksimum sesuai dengan kenyamanan kita.

4. Oleskan sedikit pelumas sebelum memompa untuk meminimalisir gesekan yang bisa menyebabkan puting sakit jika tidak dilakukan dengan benar.

5. Pastikan pompa bekerja dengan baik dan mengujinya dengan pengukur tekanan.

Simak juga tips memperbanyak ASI saat menstruasi, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi