sign up SIGN UP search


menyusui

Pola Makan Ibu Menyusui agar ASI Lancar dan Tinggi Nutrisi untuk Si Kecil

Winda Ekayanti, MND, APD Jumat, 20 Aug 2021 14:01 WIB
CARA MENYAJIKAN ASIP AGAR TAK MERUSAK NUTRISI DAN MAKANAN YANG DIANJURKAN UNTUK BUSUI
Breastfeeding baby near crip. Pretty mother holding her newborn child. Mom nursing baby. Beautiful woman and new born relax at home in nursery interior. Blond mother breast feeding baby. caption

Cara menghangatkan ASI Perah agar tak merusak nutrisi

Cara mencukupi kebutuhan ASI anak salah satunya dengan diperah, atau biasa dikenal sebagaiĀ ASI Perah (ASIP). Namun, penting juga diperhatikan cara penyimpanan yang tepat agar tak rusak atau basi.

ASIP yang disimpan lama bisa mengalami perubahan nutrisi. ASIP bisa rusak atau ada yang berisiko mudah rusak terutama kalau cara menyimpannya tidak benar.

ASIP juga bisa rusak kalau cara mencairkannya salah. Pada saat mencairkan atau memanaskan, ada beberapa kandungan vitamin yang bisa rusak kalau terkena panas. Itulah mengapa ASIP tidak disarankan untuk tidak dipanaskan, hanya dibiarkan mencair dalam kulkas bila kondisinya frozen.


Cara menyajikan ASIP frozen dengan benar

Berikut panduan menghangatkan ASIP yang benar agar nutrisinya tidak rusak:

1. Pada malam hari, ASIP bisa dipindahkan ke kulkas dengan suhu yang lebih tinggi, sekitar 40C.
2. Kalau sudah mencair, jangan dikocok-kocok. Cukup kantong ditekan pelan agar lapisan yang terpisah bisa tercampur kembali. Bila menggunakan botol, jangan dikocok, hanya di putar perlahan.
3. kalau terlalu dingin, kantong/ botol ASIP bisa direndam di air hangat (bukan air panas) dengan suhu maksimal sekitar 400 Celsius.
4. Kalau tidak sempat dipindahkan ke kulkas, ASIP frozen bisa ditaruh di bawah air mengalir sampai teksturnya agak lembut, kemudian rendam di dalam air hangat dan lihat kondisi ASIP.

Idealnya ASIP yang masih fresh langsung diberikan ke bayi. Sebab, ASIP ini memiliki komposisi nutrisi yang menyesuaikan kebutuhan bayi pada saat itu.

Tapi karena terkadang produksi ASI kita berlebih, kita memang harus menyimpan ASI. Penyimpanan ASIP harus benar, yakni dengan wadah steril dan suhu yang tepat.

Sebelum ASIP diberikan ke bayi, Bunda harus dicek dulu rasa, warna, dan baunya. ASIP bisa terkena kontaminasi dari mikroba bila salah dalam proses penyimpanan.

Tanda ASIP rusak

Ada beberapa tanda yang bisa Bunda jadikan patokan untuk mengetahui ASIP sudah tidak bisa diberikan pada Si kecil, di antaranya berikut ini:

- Baunya apek, anyir, tengik, atau seperti bau besi.
- Warna berubah menjadi kuning kehijauan.
- Rasanya asam.
- Pada ASIP yang rusak parah biasanya ditemukan seperti bongkahan seperti tahu/keju di dalamnya.

Sebelum memberikan ASIP ke bayi, sebaiknya Bunda cicipi dulu untuk memastikan rasanya sesuai atau tidak asam. waktu mau dikasih ke bayi dicicip dulu, kalau rasanya asem, itu berarti udah rusak.

Pola makan Bunda menyusui

Bunda perlu mengonsumsi makanan tinggi protein hewani dan nabati selama menyusui. Makanan yang mengandung protein dapat ditemukan dalam daging merah, ikan, telur, ayam, serta kacang-kacangan, seperti kacang hijau, kedelai, almond, atau walnut.

Ibu juga boleh minum produk turunan susu, seperti yogurt atau keju. Jenis-jenis makanan ini bisa menjadi alternatif camilan sehat yang dibutuhkan ibu untuk mengembalikan energi yang hilang selama menyusui.

Selain itu, konsumsi juga banyak sayur dan buah-buahan. Sayuran yang direkomendasikan adalah sayuran hijau, seperti bayam, kale, caisim, katuk, atau kangkung. Kandungan folat di sayuran hijau tinggi. Selain itu, sayuran hijau juga mengandung vitamin c dan banyak antioksidan yang baik untuk ibu menyusui.

Menu makan lain yang diperlukan adalah lemak sehat. Kandungan lemak sehat hewani bisa ditemukan di dalam ikan, sedangkan lemak sehat nabati ada di dalam alpukat atau jenis kacang-kacangan.

Selain zat-zat utama tersebut, usahakan pola makan Bunda selama menyusui seimbang ya. Jadi, setiap kali makan ada sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Tak hanya makanan, Bunda juga perlu menerapkan pola hidup sehat dengan rajin olahraga dan menghindari stres. Cari dukungan dari keluarga terdekat untuk membantu mengurus buah hati saat Bunda melakukan me time. Selama menyusui, jangan stres atau tertekan karena mengurus bayi. Cobalah untuk enjoy karena ibu yang less stres biasanya akan lebih mudah menghasilkan ASI dan menyusui bayinya.

(rap/rap)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!