sign up SIGN UP search


menyusui

8 Manfaat Daun Kelor untuk Ibu Menyusui dan Dosis Aman Konsumsinya

Annisa Karnesyia Jumat, 03 Sep 2021 12:10 WIB
Daun Kelor caption
Jakarta -

Bunda pasti sudah tak asing dengan daun kelor ya? Tumbuhan bernama Moringa oleifera ini telah dikenal memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.

Di Indonesia, daun kelor banyak diproduksi dalam bentuk suplemen atau bubuk. Beberapa orang juga menjadikannya santapan lauk sayur berkuah, Bunda.

Daun kelor adalah tanaman yang banyak tumbuh di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Selama berabad-abad, tanaman ini digunakan sebagai pengobatan tradisional karena memiliki sifat anti-jamur, antivirus, anti-depresan, dan anti-inflamasi.


Nutrisi di daun kelor

Daun kelor mengandung sumber vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan. Melansir Healthline, dalam satu cangkir (21 gram) daun kelor mengandung protein, vitamin B6, C, A, zat besi, riboflavin, dan magnesium.

"Di negara berkembang di mana masyarakatnya mengalami kekurangan vitamin, mineral, dan protein, daun kelor digunakan sebagai sumber nutrisi penting untuk mencukupi kebutuhan gizi," kata ahli nutrisi Atli Arnarson BSc, PhD.

Daun kelor juga mengandung mineral kalsium, kalium, zinc, dan asam folat. Daun ini rendah lemak dan mengandung kolesterol yang tidak berbahaya untuk tubuh.

Nama Bayi Jawa

Manfaat daun kelor untuk ibu menyusui

Daun kelor bisa dikonsumsi oleh siapa pun, termasuk Bunda yang menyusui nih. Sudah sejak lama, daun kelor dipercaya bisa membantu melancarkan proses menyusui.

Nah, berikut telah HaiBunda rangkum dari berbagai sumber, manfaat daun kelor untuk ibu menyusui:

1. Meningkatkan suplai ASI

Sejak dulu, daun kelor sudah dipercaya bisa meningkatkan suplai ASI. Daun ini dikatakan sebagai galactagogue, yakni zat yang membantu meningkatkan produksi ASI, Bunda.

Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa produksi ASI bisa meningkat dengan konsumsi daun kelor. Beberapa di antaranya adalah penelitian kecil di Filipina yang menunjukkan bahwa daun ini mungkin bermanfaat sebagai galactogogue pada ibu yang memiliki bayi prematur.

Dalam penelitian yang dilakukan Estrella MC, dkk tahun 2000, tidak ditemukan efek samping ibu menyusui yang mengonsumsi daun kelor. Namun, data tentang keamanannya pada bayi masih perlu diteliti lagi, Bunda.

2. Mengatasi anemia

Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia pada ibu menyusui. Anemia merupakan kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah, sehingga mengganggu aliran darah di dalam tubuh.

Selain konsumsi suplemen zat besi, Bunda bisa makan daun kelor untuk mengatasinya lho. Penelitian tahun 2015 yang diterbitkan dalam International Journal of Sciences: Basic and Applied Research (IJSBAR) menemukan bahwa daun kelor bisa meningkatkan kadar hemoglobin (Hb).

Hasil penelitian menjabarkan bahwa invertensi berupa ekstrak daun kelor dapat meningkatkan kadar Hb pada ibu menyusu sebesar 0,30 g/dl. Namun, hasil uji statistik belum menunjukkan perbedaan berarti.

Sementara itu, kasus anemia ditemukan menurun dari 45,7 persen menjadi 20 persen pada kelompok intervensi yang mengonsumsi ekstrak daun kelor. Peneliti menyebut bahwa pemberian daun kelor bubuk 100 gram per minggu selama tiga bulan dapat meningkatkan konsentrasi Hb ibu menyusui dan mengatasi anemia.

3. Memenuhi kebutuhan kalsium

Bunda perlu memenuhi asupan kalsium selama menyusui ya. Dikutip dari Parenting Firstcry, kandungan kalsium ini dibutuhkan dalam jumlah lebih karena tubuh harus memproduksi ASI untuk bayi.

Si Kecil yang menyusu juga membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan tulang yang optimal. Konsumsi daun kelor dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium Bunda dan Si Kecil.

Ibu MenyusuiIbu Menyusui/ Foto: iStock

3. Mengatasi rasa lelah

Selama menyusui, kebanyakan Bunda suka merasa lelah karena merawat anak. Terkadang rasa lelah juga bisa disebabkan karena kurang waktu tidur.

Daun kelor mengandung zat besi yang sangat penting untuk ibu menyusui. Jumlah besar zat besi ini dapat membantu Bunda menyusui mengatasi rasa lemas dan kelelahan.

Beberapa ibu juga mungkin kehilangan darah ketika melahirkan. Nah, konsumsi daun kelor juga bisa membantu mengisi kembali darah dan zat besi yang hilang di tubuh.

4. Mengurangi peradangan atau inflamasi

Peradangan merupakan respons tubuh terhadap infeksi atau cedera. Bila tubuh tak memiliki perlindungan yang kuat, peradangan bisa menyebabkan masalah kesehatan yang berlanjut dalam jangka waktu lama.

"Faktanya, peradangan berkelanjutan dikaitkan dengan banyak masalah kronis, seperti penyakit jantung dan kanker," ujar Arnarson.

Para ilmuwan percaya bahwa kandungan isothiocyanates di daun kelor bisa menjadi anti-inflamasi. Meski begitu, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk membuktikannya.

5. Membantu pembekuan darah

Daun kelor kaya akan vitamin K, Bunda. Vitamin ini dapat membantu pembekuan darah.

Jika tubuh kekurangan vitamin K, maka darah akan sulit membeku. Bunda yang kekurangan vitamin ini lebih mungkin sering mengalami pendarahan.

Vitamin K juga sangat bermanfaat untuk Bunda yang mengalami pendarahan setelah melahirkan lho.

6. Menjaga kesehatan rahim

Konsumsi daun kelor bisa membantu mengatasi nyeri pasca persalinan. Daun kelor juga memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri yang sangat dibutuhkan setelah melahirkan.

Sifat anti-bakteri dari ekstrak daun kelor juga dapat memerangi infeksi bakteri yang disebabkan oleh oleh Salmonella, Rhizopus, dan E. coli.

7. Menurunkan kadar gula darah

Bagi Bunda yang memiliki diabetes, daun kelor bisa memberikan manfaat lebih nih. Beberapa penelitian menemukan bahwa daun kelor bisa membantu menurunkan kadar gula darah.

Studi di Journal of Food Science and Technology volume tahun 2014 pada 30 wanita, menunjukkan bahwa mengonsumsi 1,5 sendok teh (7 gram) bubuk daun kelor setiap hari selama tiga bulan bisa mengurangi kadar gula darah puasa rata-rata 13,5 persen.

Sementara itu, dalam studi kecil di International Journal of Food Sciences and Nutrition tahun 2009 pada enam orang dengan diabetes, menemukan bahwa tambahan 50 gram daun kelor ke dalam makanan bisa mengurangi kadar gula darah sebesar 21 persen.

8. Menangkal radikal bebas

Antioksidan adalah senyawa di daun kelor yang bertindak melawan radikal bebas dalam tubuh. Radikal yang tinggi dalam tubuh bisa menyebabkan stres oksidatif, yang berhubungan dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Senyawa antioksidan di daun kelor adalah vitamin C dan beta karoten, Bunda. Studi tahun 2014 menemukan bahwa 1,5 sendok teh (7 gram) bubuk kelor tak hanya bisa mengurangi kadar gula, melainkan meningkatkan kadar antioksidan darah secara signifikan.

Dosis aman daun kelor untuk ibu menyusui

Daun kelor bisa dikonsumsi selama menyusui. Namun, Bunda perlu hati-hati menambahkan ekstrak daun kelor dalam menu makan sehari-hari ya.

Jumlah atau dosis daun kelor yang aman dikonsumsi adalah 1000 mg/kg berat badan. Konsumsi di atas 3000 mg/kg dapat memiliki efek buruk pada kesehatan.

Untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan selama menyusui, Bunda bisa konsultasi ke dokter atau konsultan laktasi sebelum mengonsumsi daun kelor.

Simak juga 6 makanan yang bisa Bunda konsumsi untuk tingkatkan kecerdasan bayi, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!