sign up SIGN UP search


menyusui

Cara Menyapih Anak dari ASI, Perhatikan Jadwal Menyusui Bun

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Rabu, 01 Jun 2022 11:31 WIB
Menyapih Anak caption
Jakarta -

Bunda mulai menyapih Si Kecil dari ASI? Persiapkan dengan matang agar proses menyapih berjalan dengan lancar ya, Bunda.

Menyapih adalah periode peralihan dari satu jenis makanan ke jenis makanan lainnya. Istilah ini juga sering digunakan untuk menggambarkan bagaimana seorang anak beralih dari menyusui ASI ke botol, cangkir, atau makanan padat (MPASI).


American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Menyusui kemudian dapat dilanjutkan ke pengenalan makanan padat sampai ulang tahun pertama anak dan seterusnya.

Namun, keputusan tentang kapan menyapih bayi adalah keputusan pribadi. Tapi, menyapih sebaiknya dilakukan ketika Bunda siap melepas anak menjadi mandiri.

Dalam buku Panduan Pintar Merawat Bayi & Balita karya dr. Eveline PN SpA, IBCLC dan Nanang Djamaludin dijelaskan, menyapih bukan berarti menghentikan pemberian ASI atau susu formula dan susu lanjutan sama sekali. Tujuan menyapih adalah mengenalkan ragamĀ makanan selainĀ ASI pada Si Kecil.

"Menyapih seharusnya diartikan sebagai proses pengenalan dan pemberian makanan padat secara bertahap," tulis Eveline dan Nanang.

Proses menyapih anak dari ASI memang tak gampang dilakukan, Bunda. Apalagi bila anak sudah ketergantungan menyusui langsung dari payudara.

Dokter Spesialis Anak dr. Meta Hanindita, Sp.A.(K) menjelaskan bahwa menyapih adalah periode alami pada perkembangan anak. Bunda dapat merasakan emosi yang bercampur antara senang karena akan merasakan kebebasan, namun juga sedih karena bayi beralih ke level hidup selanjutnya.

Menyapih AnakIlustrasi Menyapih Anak/ Foto: iStock

Tanda anak siap disapih dari ASI

Bunda perlu memerhatikan tanda anak siap disapih dari ASI ya. Umumnya, bayi akan memberikan beberapa petunjuk ketika siap untuk disapih, seperti:

  • Bayi lebih jarang menyusu
  • Bayi mulai kehilangan minat menyusu di payudara Bunda
  • Anak ingin minum dari cangkir
  • Anak tetap rewel meski sudah diberi ASI
  • Anak sering memainkan puting, misalnya ditarik ataupun digigit
  • Perhatian anak mudah terganggu saat menyusu, terutama ketika terdapat hal yang lebih menarik, seperti makanan ataupun mainan

Saat mulai menyapih, Bunda juga perlu memahami emosi diri sendiri ya. Bunda enggak perlu takut atau khawatir untuk mulai menyapih anak dari ASI.

Ketahuilah bahwa menyapih adalah pengalaman emosional di mana Bunda perlu mensyukuri proses kemandirian anak. Proses ini menyangkut kesiapan untuk melepas anak dari menyusu ASI.

Menyapih AnakIlustrasi Menyapih Anak/ Foto: iStock

Perhatikan jadwal dalam menyapih anak

Prinsip menyapih adalah dilakukan secara bertahap dan perlahan. Artinya, Bunda sebaiknya tidak menyapih anak secara mendadak karena dia bisa menolak.

"Perlahan yang dimaksud di sini bisa berarti dalam beberapa minggu, beberapa bulan, atau beberapa tahun," ujar Meta dalam buku Mommyclopedia: 456 Fakta Tentang ASI & Menyusui.

Proses menyapih secara bertahap memiliki manfaat untuk Si Kecil, yakni dapat membantu mereka membiasakan diri dengan makanan lain selain ASI. Anak juga punya kesempatan untuk berlatih minum dari gelas, Bunda.

Manfaat ini juga bisa dirasakan Bunda lho. Menyapih secara bertahap membuat payudara dapat menyesuaikan penurunan produksi ASI. Akibatnya, Bunda bisa terhindari dari pembengkakan payudara, saluran ASI tersumbat, hingga mastitis.

Menyapih secara bertahap juga berarti perlu menetapkan jadwal ya. Jadwal ini dapat meliputi:

1. Menunda waktu menyusui dengan mengalihkan perhatian anak

Si Kecil perlu dibiasakan menyusu dengan jadwal. Bila dia meminta ASI, Bunda bisa mengalihkan perhatiannya untuk menunda waktu menyusui.

Cari aktivitas di rumah yang bisa menggantikan waktu menyusu. Misalnya, membacakan buku cerita sebelum tidur bila sebelumnya anak suka menyusu di waktu ini.

Beberapa minggu sebelum mulai menyapih, Bunda juga dapat membicarakan rencana menyapih ini ke anak. Ulangi terus sampai Si Kecil mengerti ya.

2. Melewatkan jadwal menyusui yang sudah terjadwal sebelum menyapih

Jadwal menyapih juga bisa ditunda untuk mengalihkan perhatian anak. Terapkan metode menyapih dengan cinta atau weaning with love selama menerapkan konsep ini.

Bila anak terlihat lapar, Bunda bisa memberikan camilan atau menggantikan satu kali waktu menyusu dengan susu lain atau camilan. Berikan jarak waktu setidaknya beberapa hari sebelum menerapkan ini ya, Bunda.

3. Memperpendek waktu menyusui Si Kecil

Bunda dapat menyusui saat anak memintanya, namun jangan menawarkan saat tidak meminta. Kemudian, perlahan-lahan Bunda bisa mengurangi frekuensi menyusui.

Bila ingin menyusui anak, Bunda juga dapat memilih waktu menyusu yang paling tidak favorit untuk bayi. Misalnya, ketika dia ingin bermain atau melakukan aktivitas fisik.

Perhatikan kondisi anak

Jadwal dan waktu menyapih juga harus tergantung pada emosi dan reaksi Si Kecil, Bunda. Direktur sumber daya parenting di Zero to Three, Washington, D.C., Claire Lerner, LCSW, menyarankan untuk tidak menyapih saat anak mengalami perubahan signifikan, seperti pindah rumah, mulai masuk daycare, atau bahkan saat belajar berjalan.

"Jika memiliki tipe anak yang dapat beradaptasi dengan baik, maka waktu menyapih tidak menjadi masalah. Tapi kalau tidak, yang terbaik adalah menyapih ketika segalanya cukup stabil dalam hidup mereka," kata Lerner, mengutip Parents.

Bunda bisa minta bantuan konsultan laktasi bila sulit untuk mulai menyapih anak atau memuat jadwal ya. Jangan khawatir atau takut untuk mulai menyapih Si Kecil.

Bunda, yuk download juga aplikasi Allo Bank di sini.

Simak juga 5 cara menghentikan ASI tanpa rasa sakit, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!