sign up SIGN UP search


menyusui

5 Cara Menyapih Anak yang Efektif, Tanpa Drama Bun

Meita Fajriana Minggu, 19 Sep 2021 11:30 WIB
Ilustrasi kedekatan anak dan ibu tirinya caption

Menyapih anak atau memutuskan untuk tidak menyusui anak lagi setelah dua tahun adalah hal yang berat, baik bagi Bunda maupun Si Kecil. Bagaimana tidak, selama bertahun-tahun Bunda sudah berkasih sayang memberikan nutrisi kepada sang buah hati. 

Namun, hal ini harus dilakukan, tentunya tidak mudah Bunda. Yakinlah Bunda bisa melakukannya dengan baik. Salah satu cara adalah menyapih dengan cinta. Bagaimana langkah-langkah agar sukses menyapih anak? Yuk simak terus penjelasannya Bunda. 

Melansir dari laman Parents, ketika Bunda berhenti menyusui, Bunda pasti akan mengalami beberapa hal yang mengejutkan dan merasa seperti ada hal yang hilang. 


"Sama seperti setiap aspek keibuan lainnya, penyapihan sangat sulit dilakukan seperti yang kita pikirkan," kata Diane Bengson penulis How Weaning Happens dan pemimpin Ohio La Leche League dikutip dari laman Parents, Selasa (14/9/2021).

Banner TKW Blitar dapat Hadiah Mewah

Tapi berapapun usia bayi Bunda, jika Bunda sudah memutuskan untuk berhenti menyusui Si Kecil, ada beberapa tips dan trik yang bisa mempermudah prosesnya. Inilah cara menyapih anak dalam 10 langkah mudah yang dilansir dari laman WhattoExpect. 

1. Kenali kapan bayi Bunda siap berhenti menyusu

Bayi Bunda akan memberikan beberapa petunjuk bahwa mereka siap untuk disapih. Misalnya, mereka akan memegang kepala mereka dalam posisi tegak, duduk dengan dukungan, dan menunjukkan minat pada apa yang Bunda makan. Selain itu, refleks dorongan lidah aktif mereka akan hilang, dan mereka mungkin bertindak acuh tak acuh atau rewel selama sesi menyusui rutin.

2. Tetapkan rentang waktu untuk menyapih

Biarkan diri Bunda sebulan penuh berusaha untuk berhasil berhenti menyusui. Hal ini memberi ruang bernapas ekstra bagi Bunda dan Si Kecil ketika harus menghadapi rintangan dan kemunduran dalam prosesnya. Selain itu, Bunda harus menghindari penyapihan selama terjadi perubahan besar seperti tumbuh gigi, pindah rumah, hingga sekolah. Claire Lerner, LCSW direktur sumber daya pengasuhan di Zero to Three, di Washington, DC mengungkapkan anak Bunda akan lebih cenderung bekerja sama dalam penyapihan ketika mereka tidak terlalu lelah atau lapar.

3. Mulailah perlahan

Melonggarkan rutinitas penyapihan memungkinkan Bunda dan Si Kecil untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Misalnya, Bunda dapat mulai dengan melewatkan satu sesi menyusui per minggu, secara bertahap berhenti menyusui sampai anak bisa minum susu dari cangkirnya. Jika bayi Bunda berusia 9 bulan atau lebih, yang terbaik adalah menyapih langsung ke cangkir sehingga Bunda tidak perlu berurusan dengan menghentikannya dari ketergantungan botol di kemudian hari. 

Dengan menyapih pelan-pelan, produksi ASI akan semakin sedikit, yang akan membuat Bunda menyusui lebih nyaman saat menyapih. Ini juga akan membuat penyapihan lebih menyenangkan bagi anak Bunda, karena mereka akan secara bertahap menyesuaikan diri dengan mengurangi menyusu dan minum lebih banyak dari cangkir.

Klik halaman berikutnya ya, Bunda.

[Gambas:Video Haibunda]



PAHAMI EMOSI BUNDA SENDIRI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!