sign up SIGN UP search


menyusui

Suka Duka Menyusui di Sekitar Kita, Ada yang ASI Lancar hingga Alami Baby Blues

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Rabu, 10 Aug 2022 11:50 WIB
Ilustrasi Ibu dan Anak caption
Jakarta -

Drama menyusui biasanya dialami Bunda yang baru pertama kali menyusui. Tapi, Bunda yang sudah memiliki lebih dari satu anak pun bisa mengalami drama menyusui.

Dari survei yang HaiBunda adakan belum lama ini, ada 80 persen Bunda yang mengalami drama saat menyusui anaknya lho. Sisanya, 20 persen mengaku lancar mengASIhi buah hati tanpa hambatan.

Menyusui buah hati memang bukan perkara mudah. Ada Bunda yang ASI-nya susah keluar hingga mengalami baby blues selama menyusui. Tapi, tak sedikit juga yang lancar menyusui anak pertamanya selama dua tahun.


Perlu diketahui, banyak hal yang bisa memengaruhi kelancaran proses menyusui. Selain stabilitas emosional Bunda, dukungan orang sekitar juga penting untuk bisa mengASIhi dengan maksimal.

Nah, di hari peringatan Pekan Menyusui Sedunia tahun ini, HaiBunda ingin berbagi pengalaman tentang suka duka menyusui yang dialami para Bunda yang sedang atau sudah mengASIhi anaknya nih. Apa saja suka dukanya?

Curhatan para Bubun tentang suka duka menyusui

Berikut telah HaiBunda rangkum, suka duka pada Bunda saat menyusui buah hatinya:

Bunda Firli

"Pas hamil, fokusnya cuma sama melahirkan, gimana caranya melahirkan, sampai lupa belajar menyusuinya karena pikirnya anak menyusu secara alami saja gitu. Tahunya susah juga ya, Bun. Awalnya nangis-nangis, kenapa enggak keluar ASI-ku, coba pumping ehh puting sampai lecet dan terbelah. Akhirnya mutusin konsul dan belajar sama konselor laktasi."

"Terus dapat omongan kasih sufor (susu formula) saja yang bikin sempet down di tengah perjuangan pengen ngasih ASI ke anak. Sebal banget kalau ingat itu yang bikin stres sampe baby blues. Akhirnya yakin kalo bisa, mulai percaya diri, terus dibantuin konselor laktasi, menyusui akhirnya lancar. Satu lagi dukungan suami sesimple nyiapin air minum, dipijitin, ditemanin pas lagi menyusui itu juga penting. Alhamdulillah bisa mengASIhi sampe 2 tahun. Yeay!"

MenyusuiIlustrasi Bunda Menyusui/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Bunda Fitri

"ASI belum keluar di hari-hari pertama, anak nangis terus, ibu yang lagi nemenin di rumah maksa suruh kasih sufor karena kasihan lihat cucunya nangis terus. Aku dan suami untungnya sudah membekali diri dengan pengetahuan soal ASI, kalau di beberapa hari pertama bayi setelah lahir mereka belum segitunya butuh susu dan nangis bukan cuma berarti lapar atau haus. Jadi kami enggak gegabah kasih sufor. Aku terus berusaha pumping biar ASI-nya cepet deras dan suami terus dukung. Alhamdulillah lulus ASI eksklusif dan sebentar lagi juga genap 2 tahun menyusui."

Bunda Nuzul

"Gagal ASI eksklusif di hari ketiga bayi lahir. Pihak RS rekomendasikan sufor dari hari kedua lahir karena bayi nangis terus, orang tua juga nge-push sufor saja kasian bayinya, akunya stres jadi makin seret. Mau sebanyak apapun ilmu menyusuiku tetep kalah di mata orang tua karena RS (yang dianggap lebih ngerti) pro sufor. Sedih enggak ada daya."

Bunda Nisa

"Hasil pumping di kantor sampai rumah enggak langsung masuk freezer, alhasil lupa taruh sampai berhari-hari dan basi. Nyeseque. Tapi happy, bersyukur dikasih ASI melimpah, bisa donor untuk bayinya sahabatku karena ASI ibunya masih sedikit. Anakku jadi punya saudara sepersusuan."

Bunda Achi

"Baby blues plus anakku sempet bingung puting alhasil ASI seret. Mood enggak karuan sampai marah ke bayi karena enggak mau menyusu langsung. Alhamdulillah segala posisi dicoba, anak mau DBF (direct b

reastfeeding) dan lancar lagi, kuncinya percaya sama anak, serahin semua ke Tuhan."

Bunda Triya

"Perjuangan bolak-balik anter ASI ke RS setiap hari selama 4 hari (karena habis melahirkan, anak belum pulang karena masuk (NICU). Mompa tiap dini hari-subuh karena katanya di saat itu ASI lagi banyak-banyaknya (dan benar)."

Bunda Novita

"Anak diopname sampe diinfus pas lagi DBF, tengah malam enggak sengaja ketiduran terus dibangunin karena infusnya lepas berdarah-darah."

Bunda Cutik

"Sudah bangga anak pertama lulus ASI eksklusif 6 bulan, pas usia setahun terpaksa disapih karena hamil anak kedua. Enggak kuat morning sickness sambil nyusuin. Anak kedua lulus ASI sampe 2 tahun 2 minggu. Sampai sekarang jadi ngerasa bersalah sama Si Kakak."

Bunda Prita

"Waktu anak pertama baru berusia 4 bulan saya sakit batu empedu dan harus diopname beberapa kali hingga akhirnya dioperasi. Setiap kali dirawat beberapa hari di rumah sakit, saya tetap memompa ASI untuk anak.

Setiap selesai di perah, suami saya akan antarkan ASIP ke rumah. Tapi apa daya karena kondisi tubuh tak memadai dan juga harus minum berbagai obat, akhirnya beberapa kali ASI terpaksa dibuang. Tak hanya itu, anakku pun akhirnya diberikan sufor untuk menutup kekurangan ASI. Namun setelah sembuh, saya kembali menyusui hingga 1,5 tahun."

Ibu menyusuiIlustrasi Bunda Menyusui/ Foto: iStock/ Getty Images/Dobrila Vignjevic

Bunda Wulan

"Saya kira punya anak ya gitu-gitu saja, jadi santai saja pas mau melahirkan. Apalagi melahirkan juga bakal ditungguin ibu sendiri jadi makin santai. Tapi ternyata, hal itu jadi boomerang bagi saya dan suami dalam mengasuh anak. Saat anak lahir, kehidupan baru dimulai yang ternyata 180 derajat berbeda dari hari hari kemarin.

Saat menyusui hari pertama ASI enggak keluar, dan anak nangis sampai besoknya. Sampai akhirnya, pada malam hari keduanya saya dipaksa kasih sufor anak. Berhubung tangisan anak saya sudah meraung-raung dan membangunkan orang satu rumah, saya mengalah.

Orang-orang di rumah terus-terusan mengatakan bahwa ASI saya enggak cukup. Sehingga saya menjadi enggak percaya diri dan percaya bahwa ASI saya sedikit.

Namun apa daya, di hari ke-17 kelahiran Si Kecil dia menangis dan merintih. Saat dibawa ke IGD diputuskan bahwa dia harus mendapat perawatan di NICU, dengan diagnosis infeksi saluran cerna akibat sufor.

Jika dalam 24 jam tidak ada perbaikan, maka dokter mengatakan tata laksana selanjutnya bisa saja dilakukan operasi. Deg! Langsung tak terbayangkan betapa merasa bersalahnya saya. Maafkan mama ya, nak.

Hancur hati saya, setelah anak sakit saya malah mengalami mastitis sampai menggigil dan demam. Ini menjadi catatan penting bagi saya dan suami untuk menjadi orang tua yang benar-benar siap dalam mengasuh anak."

Bunda Zika

"Aku punya anak kedua di Juli 2020. Sejak masih di RS, aku udah rajin pumping biar stok ASInya melimpah. Awal-awal sangat berhasil karena dalam sehari bisa 4-5x pumping dan minimal bisa dapet 80 cc. Kulkas pun sudah penuh di bagian freezer dan chiller. Nah, rupanya di sinilah kesalahan aku, Bun.

Harusnya ASI itu semua aku masukkan freezer agar bisa tahan 3 bulan. Sedangkan kalau di chiller hanya tahan 3-4 hari. Walhasil, seluruh ASI di bagian chiller itu basi. Saat dikeluarin semua dari kulkas, jumlahnya mencapai satu sink (tempat cuci piring) dan kala dibuang baunya apak. Sedihnya kayak patah hati, Bun.

Sejak saat itu aku enggak sanggup lagi ngejar stok ASIP karena sudah keburu masuk kerja. Si bungsu akhirnya hanya bisa full ASI hingga usia 4 bulan saja."

Wah, banyak banget ya suka duka yang dialami para Bunda saat menyusui buah hatinya. Ada yang lancar, tapi ada juga yang penuh drama. Bunda sendiri gimana nih pengalamannya menyusui Si Kecil?

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga ragam penyebab ASI seret menurut dokter laktasi, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/pri)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!