sign up SIGN UP search


menyusui

Menstruasi Bisa Jadi Penyebab ASI Sedikit? Simak Penjelasan Dokter

Khesedtov Bana   |   Haibunda Minggu, 14 Aug 2022 07:10 WIB
Mother breastfeeding a new born baby boy in a hospital room caption
Jakarta -

Menyusui memang momen spesial bagi para Bunda. Namun di antara spesialnya momen ini, terkadang busui juga harus alami kendala-kendala kecil, salah satunya adalah ASI yang sedikit. 

Dr. Sarah, mengungkapkan bahwa setiap calon Bunda atau bahkan Bunda yang memiliki kenangan tidak enak saat menyusui anak pertama sebaiknya mendapatkan dampingan konselor laktasi. Tidak hanya Bunda, selama proses kehamilan, Ayah pun harus mempelajari teori-teori yang berkaitan dengan menyusui.

“Nah, sebenarnya sebelum bayi lahir, Bunda diperkenankan atau sebaiknya ketemu langsung sama konselor laktasi dan mungkin ikut kelas-kelas persiapan menyusui, jadi seenggak-enggaknya, walaupun teori nggak seindah praktik, tapi brainstorming teorinya sudah tau dulu, nih,” ujar Dr. Sarah


Masa setelah bersalin menjadi masa yang krusial, nih Bunda. Dr. Sarah pun mengungkapkan bahwa WHO juga menyarankan bahwa setiap Bunda didampingi konselor laktasi untuk mengajarkan seperti apa posisi hingga perlengkapan yang dibutuhkan untuk menyusui. Jika kebutuhan informasi ini terpenuhi, sangat memungkinkan bagi Bunda mencegah secara alami terjadinya serat saat mengASIhi.

Begitu pula apabila Bunda mengalami penurunan produksi ASI atau ASI sedikit. Ada berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab ASI sedikit. Salah satunya yakni Bunda sedang masa menstruasi.

Penyebab ASI sedikit: Menstruasi

Dr. Sarah pun langsung memberikan jawaban, bahwa betul adanya penurunan pada produksi ASI saat Bunda akan datang bulan, nih. Dr. Sarah kemudian menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh kerja hormon ASI dan hormon haid yang saling bertabrakan.

“Betul, menurun ibu. Kenapa begitu? Karena hormon ASI itu kerjanya berkebalikan sama hormonnya haid, ya. Jadi secara peran hormonal memang ketika menuju siklus, menuju haid pertama, itu biasanya menurun, gitu,” terang Dr. Sarah.

Kemudian Dr. Sarah menerangkan bahwa Bunda tidak perlu khawatir, lantaran penurunan produksi ASI ini hanya bersifat sementara pada hari-hari pertama Bunda menstruasi saja. Selesai menstruasi atau haid, produksi ASI akan kembali normal seperti semula.

“Tapi, itu sifatnya nggak permanen, jadi masa-masa turunnya itu biasanya kayak menuju sampai hari-hari pertama aja, nanti kalau udah selesai haidnya, biasanya udah balik normal lagi ke produksi,” jelasnya.

“Jadi itu nggak perlu terlalu khawatir, itu sementara aja sifatnya tapi memang biasanya  bayinya lebih rewel karena alirannya melambat, produksinya menurun, jadi dia lebih galau-galau rewel lah pas ibunya haid, gitu.” pungkasnya.

Jadi, bagaimana persisnya menstruasi bisa memengaruhi laktasi Bunda? Simak di halaman selanjutnya ya.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga yuk video tentang kondisi ibu menyusui yang membutuhkan konselor laktasi.

[Gambas:Video Haibunda]



BAGAIMANA MENSTRUASI MEMENGARUHI LAKTASI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Artikel Terkait
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!