sign up SIGN UP search


menyusui

Penyebab Bayi Susah Tidur di Malam Hari & Nyusu Terus, Busui Perlu Tahu

Hasna Fadhilah   |   Haibunda Jumat, 11 Nov 2022 13:15 WIB
Ibu Menyusui Sambil Tidur Alasan bayi sussah tidur dan ingin menyusu terus/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Terkadang bayi mengalami saat-saat di mana ia susah tidur dan menyusu terus pada payudara ibu. Hal tersebut tentu membuat orang tua terutama para ibu menyusui harus berjaga semalaman sehingga berujung pada kelelahan.

Selain itu, siklus tidur yang terganggu dapat mempengaruhi tumbuh kembang bayi. Sebelum terlambat, Bunda perlu kenali penyebab mengapa bayi sulit tidur di malam hari dan ingin terus menyusu sebagai berikut.

Penyebab bayi susah tidur dan ingin menyusu sepanjang malam

Simak ulasan selengkapnya berikut ini:


Penggunaan pakaian yang terlalu ketat

Bayi yang pakaiannya terlalu ketat akan merasa tidak nyaman dan kulitnya rentan meradang hingga menyebabkan lecet. Alhasil, bayi akan terus gelisah, kesulitan untuk tidur di malam hari, hingga mual-mual. Pilihkan bayi baju yang longgar dan menyerap keringat, agar mereka bebas aktif bergerak dan merasa nyaman saat sedang tidur.

Bayi sedang sakit

Jika bayi minta susu terus tapi muntah, kondisi tersebut patut diperhatikan. Bisa jadi ini menandakan bayi sedang sakit. Bayi sangat peka terhadap perubahan pada tubuhnya yang membuatnya merasa tidak nyaman, misalnya ketika ia mengalami alergi, pilek, atau sembelit. 

Bayi belum memiliki ritme sirkadian

Bayi susah tidur padahal sudah kenyang juga bisa disebabkan karena ia belum memiliki ritme sirkadian yang teratur. Ritme sirkadian merupakan jam biologis tubuh yang mengatur kapan seseorang bangun dan pergi tidur.

Bayi biasanya baru memiliki ritme ini di usia sekitar 6 minggu, sehingga kadang kala mereka masih belum bisa membedakan kapan malam dan siang, yang menyebabkan mereka sulit tidur di malam hari.

Bayi baru bisa memiliki ritme sirkadian yang teratur ketika memasuki usia 3-6 bulan. 

Kondisi lingkungan yang tidak nyaman

Bayi sangat sensitif terhadap suara bising atau kondisi cuaca yang dingin atau panas terutama saat tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan kualitas dan kuantitas istirahat bayi terganggu, sehingga tumbuh kembangnya menjadi kurang optimal. 

Jumlah kebutuhan ASI bayi

ASI merupakan air susu ibu yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein. Pemberian ASI tidak hanya bermanfaat untuk tumbuh kembang pada bayi, namun juga mengurangi resiko sang ibu terkena berbagai penyakit seperti kanker payudara dan ovarium, diabetes tipe 1, dan tekanan darah tinggi. 

Pada umumnya, ketika ibu baru saja melahirkan, produksi ASI-nya pada hari pertama dan kedua akan sangat sedikit. Namun produksi akan meningkat menjadi sekitar 500 ml pada hari ke-5. Kemudian menjadi 600-690 ml pada minggu kedua dan pada bulan ke-3 sampai ke-5, produksi ASI meningkat kurang lebih 750 ml. 

Produksi ASI akan menyesuaikan kebutuhan bayi, maka sangat dianjurkan bagi seorang ibu untuk menyusui secara on-demand atau sesuai keinginan bayi. Setiap bayi memiliki kebutuhan ASI yang berbeda-beda tergantung dari usia bayi. 

Produksi ASI dalam sehari

Produksi ASI pada ibu juga menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Untuk lebih mudahnya, Bunda dapat memperhatikan perhitungan berikut untuk mengira-ngira berapa produksi ASI yang dapat dihasilkan setiap harinya: 

  1. Rata-rata produksi ASI adalah 800ml per hari.
  2. Produksi ASI setiap kali menyusui adalah 90-120 ml yang dihasilkan oleh 2 payudara.
  3. Umumnya, bayi akan menyusu pada payudara pertama sebanyak 75 ml dan dilanjutkan pada payudara kedua sebanyak 50 ml.

Berdasarkan perhitungan produksi ASI di atas, Bunda dapat mencocokannya dengan frekuensi menyusu pada bayi berdasarkan usianya. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

  1. Bayi yang baru lahir akan menyusu 8-12 kali per hari selama bulan pertama. Jarak antar waktu menyusu pada bayi baru lahir yaitu setiap 1 hingga 1,5 jam.  
  2. Bayi berusia 1-2 bulan, akan menyusu sebanyak 7-9 kali dalam sehari, dengan jarak waktu antara 2-3 jam. Asalkan tidak lebih dari 4 jam bahkan ketika malam. 
  3. Seiring bertambahnya usia atau ketika bayi sudah mulai mengenal makanan selain ASI, maka akan lebih jarang untuk menyusu sehingga jadwal menyusu lebih dapat diprediksi. 

Saat baru lahir, bayi biasanya akan menyusu 1,5-3 jam sekali. Seiring bertambahnya usia dan berat badannya, frekuensi bayi menyusu akan meningkat. Namun terkadang, bayi mungkin minta disusui setiap jamnya. 

Normalkah bayi menyusu 1 jam sekali? 

Bayi menyusu terus tapi tidak kenyang bisa jadi sedang mengalami cluster feeding. Kondisi ini juga bukanlah pertanda apakah ASI ibu kurang, melainkan merupakan caya bayi untuk meningkatkan asupan energinya dan mencegahnya lapar saat malam hari. Selain itu, cluster feeding juga menandakan bahwa tubuh bayi sedang tidak nyaman, misalnya ia sedang tumbuh gigi. 

Tanda bayi sudah mendapatkan ASI yang cukup

Guna mencegah terjadinya malnutrisi, seorang ibu harus mengetahui tanda bayi sudah mendapatkan ASI yang cukup atau belum. Terutama pada bulan pertama usia si bayi. Setelah itu, tanda kecukupan akan terlihat lebih jelas dengan perubahan berat badan bayi. Tanda bayi sudah mendapatkan cukup ASI adalah:

  • Ibu dapat melihat dari rahang bayi yang bekerja dengan gerakan kuat untuk mendapatkan susu dari payudara ibu dan telinganya yang bergerak naik turun. Selain itu, setelah bayi selesai menyusu, payudara ibu akan terasa lebih lembut. 
  • Bayi akan melepas puting payudara sang ibu dengan sendirinya setelah merasa kenyang. Seringkali mereka juga akan tertidur saat menyusu, itu tandanya bayi merasa puas. 
  • Frekuensi buang air kecil terjadi >6 kali sehari. Urine akan berwarna jernih tidak kekuningan. Jika di dalam urine ditemukan butiran kemerahan (mungkin berupa kristal urat) menandakan ASI yang kurang cukup. 
  • Frekuensi buang air besar terjadi >4 kali sehari, dengan volume setidaknya 1 sendok makan, bukan lagi hanya berupa noda membekas pada popok bayi. Hal ini terjadi pada bayi yang berusia 4 hari hingga 4 minggu. Seringkali bayi mengalami BAK saat menyusu dan merupakan hal yang normal terjadi. 
  • Feses berwarna kekuningan dan di antaranya terdapat butiran-butiran berwarna putih susu setelah bayi berumur 4-5 hari. Apabila setelah bayi berumur 5 hari, fesesenya masih berwarna hitam (mekoneum) atau transisi dari hijau ke kecoklatan, perlu diwaspadai, karena dapat menjadi salah satu tanda bayi yang kurang mendapatkan ASI. 
  • Puting payudara ibu akan terasa sedikit sakit pada hari-hari pertama menyusui. Apabila tidak kunjung sembuh rasanya sakitnya selama 5-7 hari, dan disertai lecet maka hal ini menandakan bahwa mulut bayi tidak melekat dengan baik pada puting saat menyusu. Segeralah lakukan pembetulan posisi dan pelekatan bayi agar tidak terjadi penurunan produksi ASI.
  • Berat badan bayi tidak turun lebih dari 10 persen dibandingkan dengan berat lahirnya.
  • Berat badan bayi akan kembali seperti berat lahirnya pada usia 10-14 hari.

Cara menidurkan bayi dengan mudah dan benar

Berikut cara mudah dan benar untuk menidurkan bayi yang dapat dilakukan oleh Ayah dan Bunda:

Terapkan pola tidur teratur 

Cara ini dapat dilakukan dengan melakukan berbagai kegiatan sebelum tidur seperti mandi, menaruhnya di tempat tidur atau membacakannya buku cerita sebelum tidur. Lakukan aktivitas ini berulang sebelum jadwal tidur sehingga bayi akan terbiasa nantinya dan lebih mudah tertidur. 

Ciptakan suasana yang tenang 

Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat kamar tidur dalam keadaan redup atau setengah redup dan pastikan tidak ada suara bising yang mengganggu. Cahaya di kamar tidur ternyata dapat berdampak terhadap ritme sirkadian dalam tubuh bayi. Sehingga suasana kamar yang redup akan berpengaruh pada produksi hormon melatonin yang bertugas untuk membantu bayi tertidur lebih mudah. 

Kenakan baju tidur yang nyaman 

Bayi akan tidur lebih nyenyak apabila mengenakan pakaian yang nyaman, longgar, dan menyerap keringat sehingga menghindarkannya dari iritasi kulit. Hal ini terbukti menjadi salah satu cara menidurkan bayi yang mudah dan cepat. 

Atur suhu ruangan 

Bayi sangat sensitif dengan kondisi tubuhnya jika merasa kondisi di sekitarnya terlalu panas ataupun dingin. Maka dari itu, pengaturan suhu ruangan sangat penting agar bayi dapat tertidur dengan nyenyak. 

Suhu ruangan yang ideal bagi bayi di kisaran 21-22 derajat celcius. Jika bayi terlihat kedinginan, maka kenakan selimut agar ia nyaman. Dan untuk mencegah bayi berkeringat karena kepanasan, kenakan baju tidur yang nyaman dan menyerap keringat.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga mengenai penyebab bayi tolak minum ASI dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!