MENYUSUI
Simak 7 Syarat Menjadi Donor ASI Menurut Aturan IDAI dan Islam
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Senin, 23 Jan 2023 07:50 WIBSyarat menjadi donor ASI menurut IDAI dan Islam memang perlu diketahui sebelum Bunda memutuskan menjadi pendonor. Sehingga, baik Bunda dan juga yang menerima ASI pun jadi sama-sama aman dan tenang ya, Bunda.
Fenomena donor ASI bukanlah hal baru yang terdengar di Indonesia. Praktik mendonorkan ASI tidak hanya dilakukan di rumah sakit besar, tetapi juga dilakukan di klinik laktasi, serta AIMI. Pendonor ASI juga tidak hanya ditemui di kalangan masyarakat biasa, tetapi juga di kalangan tokoh masyarakat. Beberapa artis bahkan secara terbuka menyatakan di media bahwa mereka sedang melakukan kegiatan donor ASI.
Syarat menjadi donor ASI menurut IDAI dan Islam
Dalam Islam, masalah menyusui merupakan masalah yang sangat penting dan perlu diperhatikan. Masalah menyusui bisa berdampak pada masalah pelarangan pernikahan karena sudah seperti garis keturunan. Namun, bank ASI atau donor ASI merupakan fenomena baru yang tidak ada pembahasan yang jelas dalam Al-Qur'an atau hadits.
Karena itu, muncul pro dan kontra mengenai isu donor ASI di kalangan ulama seperti Wahbah Zuhaili yang menolak kegiatan tersebut karena takut bingung dan garis keturunan yang tidak jelas akibat menerima ASI dari pendonor.
Di sisi lain, Yusuf Qardhawi adalah salah satu ulama yang membolehkan kegiatan ini karena ibu pendonor dan bayi pendonor tidak menyusui secara langsung sehingga tidak ada perubahan status mahram.
Di Indonesia, pemberian ASI eksklusif pada bayi menjadi perhatian utama pemerintah. Pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif diatur dalam PP RI No 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Peraturan pemerintah ini ditetapkan untuk mendukung pelaksanaan ketentuan pasal 129 ayat 2 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. UU donor ASI dalam PP No 33 tentang ASI Eksklusif diatur dalam Pasal 11.
Ibu kandung yang tidak dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dapat menggunakan ASI dari ibu donor. Donor ASI dapat dilakukan dengan memenuhi beberapa syarat di antaranya permintaan ibu kandung atau keluarga bayi. Kemudian, adanya identitas, agama, serta alamat pendonor dengan jelas diketahui ibu atau keluarga bayi pendonor.
Lalu, adanya persetujuan pendonor ASI dengan mengetahui identitas bayi yang menjadi penerima donor. Poin berikutnya yakni pendonor ASI dalam keadaan sehat dan tidak memiliki indikasi medis. Dan, terakhir yakni ASI tidak boleh diperjualbelikan. Namun demikian, pemberian ASI harus dilakukan berdasarkan norma agama, aspek sosial budaya, kualitas dan keamanan ASI.
Dalam hal pendonor ASI menurut syariat Islam di Indonesia sama sekali belum diatur, baik dalam UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 maupun dalam Kompilasi Hukum Islam. Namun, pada tahun 2013, Majeliw Fatwa MUI Pusat menetapkan sikap terhadap donor ASI.
Ketika menentukan fatwa donor ASI, MUI menggunakan 4 sumber hukum Islam yaitu firman Allah dalam Al Qurán, hadits mu'tabarah nabi, Sahabat Atsar dan beberapa fiqhaturan. MUI juga memperhatikan pendapat sebelumnya madzhab ulama beserta pendapat para ulama lainnya sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mughn. Fatwa ini juga dilengkapi dengan pendapat, saran, dan masukan yang berkembang dalam sidang Komisi Fatwa pada rapat Komisi Fatwa terakhir 13 Juli 2013.
Klik di halaman selanjutnya ya, Bunda.
Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.
Saksikan juga yuk video tentang syarat dan ketentuan donor ASI menurut pemerintah:
7 SYARAT MENJADI DONOR ASI MENURUT IDAI DAN ISLAM
Halaman Selanjutnya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bunda di India Pecahkan Rekor dengan Sumbangkan 105 Liter ASI dalam 7 Bulan
Serba-serbi Donor ASI dan Aturannya dari Pemerintah
Demi Bayi Kembarnya, Ibu di India Berikan Donor ASI yang Dipasteurisasi, Aman Enggak ya?
7 Panduan Donor ASI yang Aman untuk Kesehatan Anak, Tak Boleh Tato & Tindikan
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Selera Humor yang Disukai
Dokter Ungkap Pentingnya Nada Bicara Orang Tua saat Mengasuh Anak, Bukan Hanya Kata-kata
Rahasia Masak Daging Sapi Biar Empuk & Bumbu Meresap, Perhatikan Cara Merebusnya
Anak Pertama Kali Punya HP di Usia 10 Tahun, Apakah Terlalu Cepat? Ini Temuan Studi
Penelitian Ungkap Olahraga Jalan Kaki Bersama Pasangan Bisa Bikin Pernikahan Lebih Harmonis
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curl Cream untuk Rambut Keriting agar Lebih Mudah Diatur
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Cushion yang Bagus untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Spatula Silikon yang Bagus Tahan Lama & Aman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kisah Cinta Eks Supermodel Korea yang Dinikahi Petinggi Samsung, Terpaut Usia 25 Tahun
Penelitian Ungkap Olahraga Jalan Kaki Bersama Pasangan Bisa Bikin Pernikahan Lebih Harmonis
Dokter Ungkap Pentingnya Nada Bicara Orang Tua saat Mengasuh Anak, Bukan Hanya Kata-kata
Rahasia Masak Daging Sapi Biar Empuk & Bumbu Meresap, Perhatikan Cara Merebusnya
Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Selera Humor yang Disukai
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Topi Trucker Bau Keringat? Ini Cara Mencuci Topi Corduroy dan Mesh Tanpa Merusak
-
Beautynesia
Detail Kebaya Maudy Ayunda di Acara 7 Bulanan, Serba Anggun!
-
Female Daily
Cari Tas Kerja yang Ringan dan Muat Banyak? Legato Largo Hadir di Indonesia!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Langka Kanye West Bersama 4 Anaknya, Gaya Gothic North West Jadi Sorotan
-
Mommies Daily
Perbedaan Jenis Magnesium: Glycinate, Citrate, dan Oxide, Mana yang Cocok untuk Mommies?