MENYUSUI
13 Cara Menyapih Anak dari ASI agar Tidak Rewel pada Malam Hari
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Selasa, 18 Jul 2023 07:50 WIBMenyapih anak sering kali membuat mereka jadi lebih rewel. Nah, bagaimana ya, cara menyapih anak dari ASI agar tidak rewel pada malam hari, Bunda.
Bagi sebagian orang, memulai menyusui atau menyusui merupakan tantangan, jadi Bunda mungkin tidak mempertimbangkan apa yang terjadi saat Bunda siap berhenti menyusui. Cara berhenti menyusui sendiri tidak selalu dibahas dalam pendidikan persalinan, jadi setiap orang memiliki caranya tersendiri.
Ya, memang menyapih bisa sangat mirip dengan proses saat mulai menyusui: Mudah bagi sebagian orang. Ada yang merasa lebih menantang bagi yang lain, dan bisa penuh kejutan di sepanjang jalan dan juga ada yang merasa biasa-biasa saja melewatinya.
"Sama seperti setiap aspek keibuan lainnya, penyapihan sangat jarang terjadi seperti yang kita pikirkan," catat Diane Bengson, penulis How Weaning Happens seperti dikutip dari laman Parents.
13 Cara menyapih anak dari ASI
The American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar bayi hanya mengonsumsi ASI selama enam bulan pertama kehidupannya. Setelah itu, mereka harus terus menyusui sambil makan berbagai makanan padat, sebaiknya minimal satu tahun. Tetapi AAP mendukung melanjutkan menyusui setelah makanan padat diperkenalkan selama Bunda dan bayi menginginkannya, atau selama dua tahun atau lebih.
Oh iya, sebaiknya tidak perlu terburu-buru untuk menyapih jika Bunda maupun bayi belum siap. Sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa menyapih setelah 7 bulan dikaitkan dengan beberapa manfaat, seperti perkembangan motorik kasar, penglihatan, dan aktivitas fisik otonom.
Tentu saja, pedoman ini tidak dibuat-buat, dan orang tua dapat menyapih kapan pun mereka mau. Mereka juga dapat memilih pemberian susu formula atau kombinasi antara ASI dan susu formula. Jika Bunda memberi makan kombinasi, Bunda mungkin perlu mengurangi persediaan ASI sehingga Bunda tidak menghasilkan banyak, yang akan mengikuti proses yang sama seperti penyapihan.
Intinya adalah tidak ada waktu 'terbaik' untuk berhenti menyusui. Keputusan untuk berhenti menyusui merupakan keputusan pribadi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kembali bekerja, temperamen bayi, atau tantangan fisik. Tidak ada garis waktu yang benar atau salah dalam hal menyapih bayi.
Saat Bunda siap untuk berhenti menyusui, sebaiknya bicarakan dengan konsultan laktasi bersertifikat terlebih dahulu untuk membuat rencana yang dipersonalisasi. Terutama jika Bunda telah berjuang dengan masalah menyusui, seperti mastitis atau saluran yang tersumbat, akan sangat membantu jika Bunda memiliki rencana dan tempat untuk berpaling jika Bunda mengalami masalah saat menyapih.
Secara teknis, seluruh proses penyapihan dimulai segera setelah Bunda mengenalkan makanan padat pada bayi, jadi menganggapnya sebagai proses bertahap juga dapat membantu.
Berikut ini beberapa cara menyapih anak dari ASI agar tidak rewel pada malam hari ya, Bunda:
1. Kenali tanda-tandanya
Jika Bunda ingin mulai menyapih, cari tanda-tanda bahwa anak Bunda sudah siap. Termasuk diantaranya menunjukkan tanda seperti memegang kepala mereka dalam posisi tegak, duduk dengan dukungan, mengekspresikan minat pada apa yang Bunda makan, dan sebagainya. Periksa juga kesehatan mental dan fisik diri sendiri dan putuskan apakah menyapih merupakan langkah yang perlu diambil.
2. Tetapkan jadwal
Saat Bunda bersiap untuk berhenti menyusui, biarkan diri sendiri sebulan penuh untuk menjalani prosesnya. Membangun banyak waktu untuk memberikan Bunda dan Si Kecil ruang bernapas ekstra untuk menghadapi segala rintangannya.
3. Mulai perlahan
Melonggarkan rutinitas menyusui memungkinkan Bunda dan bayi menyesuaikan diri dengan perubahan. Bunda dapat mulai dengan menghentikan hanya satu sesi menyusui per minggu. Kemudian, hentikan pemberian makan secara bertahap atau rentangkan waktu di antara sesi menyusui sampai mereka hanya mengonsumsi susu di botol atau makanan padat.
4. Memberikan kenyamanan fisik
Bayi yang disusui terbiasa dengan kontak kulit-ke-kulit, jadi saat disapih, mungkin membantu memberikan hubungan fisik dengan cara lain. Misalnya, Bunda dapat menghabiskan waktu satu-satu yang berkualitas dengan aktivitas yang membuat Si kecil terstimulasi secara emosional — berpelukan bersama sambil membaca buku atau menyanyikan lagu pengantar tidur, bermain-main bersama di taman bermain, atau memijat punggungnya.
5. Ganti rutinitas makan
Jika bayi menolak botol, La Leche League International merekomendasikan untuk melihat apakah ia akan menerimanya dari orang lain saat Bunda berada di ruangan lain, mungkin pasangan, kakak, kakek nenek, atau pengasuh anak. Atau, jika Bunda yang menyajikan botol, ubah rutinitas seperti jika terbiasa menyusui di kamar tidur, misalnya, cobalah menyusui di ruang tamu dan coba posisi menyusui yang berbeda.
6. Jangan berekspektasi lebih
Adalah normal bagi bayi untuk menolak disapih. Ketahuilah, setelah satu atau dua hari berduka atas kehilangan payudara, sebagian besar Si Kecil akan mulai makan makanan padat dan minum cairan dari botol atau cangkir sippy tanpa masalah. Bayi yang sehat umumnya makan saat mereka cukup lapar, tidak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk menyusu.
7. Cegah payudara bengkak
Bunda dapat mengalami pembengkakan di payudara bila menyapih dengan cepat. Mengapa? Saluran susu akan mengurangi produksi susu dan semua susu itu tidak dapat mengalir ke mana-mana. Jika mengalami payudara bengkak, atasi rasa sakit dengan kompres dingin atau asetaminofen. Atau gunakan pompa ASI andalan Bunda.
8. Biarkan Si Kecil yang memutuskan
Beberapa bayi mampu melewati masa penyapihan bila diberikan kesempatan memutuskannya sendiri. Untuk itu, Bunda bisa memberikan kepercayaan tersebut kepada Si Kecil.
9. Mengurangi secara perlahan
Tidak sama sekali memberikan kesempatan menyusui bukanlah satu-satunya pilihan menyapih. Banyak ibu menyusui bekerja memilih penyapihan sebagian, dengan pengasuh memberi susu botol di siang hari, dan Bunda menyusui saat di rumah.
10. Periksa emosi diri sendiri
Si Kecil bukan satu-satunya yang harus menyesuaikan diri dengan penyapihan. Bunda juga harus menghadapi gejolak emosi, misalnya, beberapa ibu mungkin ingin melepaskan diri dari tuntutan fisik menyusui sementara yang lain merasa ditolak saat bayi mereka menolak payudara. Dan bahkan jika Bunda senang melihat perjalanan menyusui berakhir, wajar juga jika merasakan nostalgia tentang bayi yang semakin besar.
11. Menjaga keintiman dengan Si Kecil
Bayi mungkin kesulitan belajar mengisap botol karena bayi menyusu di payudara dan di mulut berbeda. Jika begitu, Bunda dapat memberikan alternatif lainnya seperti menggunakan cangkir atau mediator lainnya. Ini akan menjadi transisi yang lebih mudah nantinya.
12. Lakukan kontak mata dengan bayi
Proses menyapih dengan cinta memang perlu dilakukan ya, Bunda. Selain mengurangi sesi menyusui, Bunda juga perlu menjaga kedekatan dengan mereka termasuk dengan melakukan kontak mata dengan bayi saat Bunda berinteraksi dengannya. Dengan begitu, bayi tidak akan merasa ditinggalkan karena tak lagi menyusui.
13. Perhatikan perubahan yang terjadi
Beberapa perubahan fisik mungkin akan terjadi selama penyapihan, termasuk adanya perubahan konsistensi dan frekuensi BAB. Mungkin fase ini membuat bayi tidak nyaman. Apalagi, mereka kemungkinan besar akan BAB lebih sedikit terutama pada yang mengonsumsi sufor daripada yang menyusui. Dan, biasanya tinja jadi agak keras atau lebih padat, seperti dikutip dari laman WebMd.
Kondisi yang tidak nyaman ini sebaiknya menjadi perhatian Bunda selama penyapihan. Untuk itu, disarankan untuk menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan bayi untuk mendapatkan banyak interaksi dan kontak tubuh dengan Si Kecil. Dengan begitu, mereka merasa nyaman dan tetap merasa terlindungi dalam pelukan ibunya.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bunda ingin membeli produk kesehatan dan kebutuhan ibu menyusui lainnya? Langsung aja yuk, klik di sini.
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tips Menyapih Si Kecil dengan Penuh Cinta, Harus Punya Komitmen & Support System Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Rekomendasi Salep atau Obat Untuk Ibu Menyusui, Aman & Terjangkau
4 Cara Menyapih Anak dari ASI, Efektif dan Tanpa Drama Bun!
4 Hal Sepele yang Sering Dilewatkan Ibu Saat Menyusui si Kecil
Yoga Sambil Menyusui Anak, Yes or No?
TERPOPULER
7 Potret Rumah Mewah Mona Ratuliu dan Indra Bernuansa Kayu, Bak Vila di Bali
7 Doa Ayah untuk Istri yang Hamil agar Bayi dalam Kandungan Sehat dan Sempurna
Rumus Luas Persegi Panjang: Rumus, Contoh Soal, dan Kunci Jawabannya
5 Inspirasi Nama Bayi dari Sosok Penulis Perempuan yang Menginspirasi
Transmart Kasih Harga Spesial untuk Set Tempat Tidur, Jangan Lewatkan Bun!
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lip Balm untuk Melembapkan Bibir Kering
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Maskara dengan Efek Memanjangkan Bulu Mata, Bikin Lentik!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Susu Penambah Nafsu Makan Anak untuk Mengoptimalkan Berat Badan
Azhar HanifahREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Parfum untuk Ibu Hamil yang Aman Digunakan
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Body Lotion Bayi yang Wanginya Tahan Lama, Aman & Lembapkan Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
73 Lagu Rohani Kristen Terbaik dan Terpopuler, Penyembahan & Pujian Syukur
Rizky Langit Anak Rossa Debut di Film 'Pangku', Intip Potretnya Bunda!
Rumus Luas Persegi Panjang: Rumus, Contoh Soal, dan Kunci Jawabannya
7 Doa Ayah untuk Istri yang Hamil agar Bayi dalam Kandungan Sehat dan Sempurna
7 Potret Rumah Mewah Mona Ratuliu dan Indra Bernuansa Kayu, Bak Vila di Bali
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Dara Arafah dan Rehan Mubarak Diduga Sudah Menikah di Madinah
-
Beautynesia
Mengenal MonaLesa Diamond Brackett, Finalis Berhijab Pertama di Miss USA 2025
-
Female Daily
Yuk Seru-seruan di POP MART Christmas Town Grand Indonesia!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Fenomena Tren Tumbler dan Obsesi yang Mengancam Lingkungan
-
Mommies Daily
Rahasia Rumah Estetik, Ini 8 Toko Furnitur yang Jual Dekorasi Rumah