MENYUSUI
Amankah Obat Attapulgite untuk Ibu Menyusui? Kenali Manfaat, Efek Samping & Dosis Penggunaan
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Sabtu, 09 Dec 2023 07:55 WIBGangguan kesehatan selama menyusui sering kali menghampiri dan membuat busui perlu mengonsumsi obat. Seperti halnya ketika busui mengalami diare dan membutuhkan penanganan dengan obat attapulgite. Lantas, amankah obat attapulgite untuk ibu menyusui ya, Bunda?
Attapulgite merupakan obat oral yang tidak diserap dan digunakan dalam pengelolaan diare. Obat ini bekerja dengan menyerap (mengikat) sejumlah besar bakteri dan racun serta mengurangi hilangnya air.
Attapulgite mengurangi jumlah buang air besar, meningkatkan konsistensi tinja yang encer dan meredakan kram gastrointestinal yang sering dikaitkan dengan diare.
Obat Attapulgite untuk ibu menyusui
Sembelit merupakan efek samping yang mungkin muncul dari penggunaan Attapulgite. Hal ini juga dapat menyebabkan perut kembung, sakit perut, dan mual.
Berapa dosis Attapulgite?
Attapulgite biasanya dikonsumsi setelah setiap BAB. Pada orang dewasa dan remaja di atas usia 12 tahun dapat mengonsumsi 1,2 hingga 1,5 gram per dosis, hingga 8,4 gram per hari.
Sementara anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun dapat mengonsumsi 600 hingga 750 mg setelah setiap BAB dan hingga 4.5 gram per hari. Anak-anak usia 3 sampai 6 tahun dapat mengonsumsi 300 mg setelah setiap BAB hingga total 2,1 gram (7 dosis) per hari.
Obat apa yang berinteraksi dengan Attapulgite?
Attapulgite sedianya dapat menurunkan penyerapan benztropin (Cogentin), trihexyphenidyl (Artane), loxapine (Loxitane), dan dicyclomine (Bentyl) jika dikonsumsi bersamaan seperti dikutip dari laman Medicinenet.
Obat-obatan ini harus diminum setidaknya 2 jam lebih awal atau lebih lambat dari Attapulgite. Attapulgite dan obat antidiare lainnya dapat memperburuk sembelit yang disebabkan oleh obat pereda nyeri seperti oxycodone (Percocet), hydrocodone (Vicodin), propoxyphene (Darvon), morfin, dan kodein.
Amankah mengonsumsi Attapulgite saat sedang hamil atau menyusui?
Attapulgite sedianya aman digunakan selama kehamilan dan juga aman digunakan pada ibu menyusui. Namun, ada baiknya selalu konsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsi obat selama menyusui demi keamanan Bunda dan bayi.
Mengingat gangguan diare bisa menjumpai kapan saja selama menyusui, ada baiknya Bunda selalu menjaga pola makan dan kebersihan di rumah dengan baik untuk meminimalisir terjadinya risiko diare.
Sebagai pengobatan alternatif, Bunda juga dapat menggunakan pengobatan alami untuk mengobati diare saat menyusui. Perlu diketahui bahwa diare paling sering disebabkan oleh virus yang menginfeksi usus, dan biasanya berlangsung selama dua hingga tiga hari. Namun, diare juga bisa terjadi karena alergi terhadap makanan tertentu, obat-obatan, makanan yang mengganggu sistem pencernaan, infeksi bakteri, dan lainnya.
Saat Bunda mengalami diare, Bunda mungkin mengalami perut kembung dan kram, tinja encer, keinginan untuk segera ke kamar mandi lebih sering, dan rasa mual. Selain itu, gejala yang menyertai lainnya diantaranya penurunan berat badan, dehidrasi, demam, sakit parah, lendir, darah, dan lainnya.
Cara alami mengatasi diare pada ibu menyusui
Jika Bunda memilih untuk menghindari obat-obatan yang dijual bebas untuk mengobati diare saat menyusui, cobalah pengobatan alami berikut ya, Bunda:
1. Diet BRAT
Mengubah pola makan merupakan cara termudah dan alami untuk mengobati diare saat menyusui. Dokter seringkali merekomendasikan diet BRAT (bananas, rice, apple sauce, toast).
Makanan BRAT merupakan makanan hambar yang umumnya dapat ditoleransi dengan baik dan mudah dicerna oleh banyak orang yang menderita diare.
Makanan ini juga rendah protein dan rendah lemak yang bermanfaat bagi sistem pencernaan. Selain itu, diet BRAT juga rendah serat yang akan membantu tubuh mengencangkan tinja yang encer.
2. Hindari makanan tertentu
Beberapa makanan memang sebaiknya dihindari ketika busui mengalami diare. Seperti halnya makanan berminyak, makanan berlemak dan gorengan, produk susu, sayur mentah, rempah-rempah yang kuat, roti gantum utuh, sereal gandum utuh, dan lainnya seperti dikutip dari laman Healthline.
3. Makan makanan probiotik
Jenis produk susu tertentu baik untuk mengatasi diare dan sakit perut. Bakteri hidup, yang dikenal sebagai probiotik, ditemukan dalam yogurt dan kefit (minuman susu fermentasi) dimana dapat menggantikan bakteri sehat yang biasanya ditemukan di saluran pencernaan yang hilang karena diare.
Probiotik mengandung bakteri hidup yang mirip dengan bakteri menguntungkan yang melawan kuman yang ditemukan di sistem. Jadi pastikan yogurt atau kefir rendah gula karena makanan tinggi gula dapat memperburuk gejala diare.
4. Minumlah secangkir teh chamomile
Teh chamomile merupakan cara yang baik untuk meredakan sakit perut. Ramuan ini dapat membantu meredakan kram dan peradangan dengan mengendurkan otot dan lapisan usus. Hal inilah yang membuat teh chamomile berguna mengobati diare ringan hingga sedang dan merupakan cara yang baik untuk tetap terhidrasi.
5. Tetap terhidrasi
Tentu saja, untuk mengobati penyakit apa pun, pastikan Bunda minum banyak cairan seperti air putih, kaldu, dan minuman lainnya. Ini akan membantu meringankan gejala dan mencegah dehidrasi. Cobalah menghindari diuretik alami seperti alkohol dan kafein, termasuk kopi, cokelat, soda, dan teh tertentu.
Hal ini terutama berlaku pada diare, karena banyak cairan dan nutrisi mungkin hilang selama penyakitnya dan dapat menyebabkan komplikasi serius. Untuk itu, direkomendasikan untuk meminum cairan dalam jumlah kecil sepanjang hari. Jika masih bisa ditoleransi, tingkatkan jumlah cairan menjadi 2 hingga 3 liter per harinya.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tips Menyusui Bayi saat Mengalami Growth Spurt
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ciri-ciri Bayi Dehidrasi Kurang ASI akibat Diare, Lihat Mata & Ubun-ubunnya
Bayi ASI Terserang Diare? Kenali Penyebabnya Dulu Yuk Sebelum Cari Obat
3 Penyebab Bayi Menyusu ASI Alami Diare, Bunda Perlu Tahu
Amankah Ibu Tetap Menyusui Saat Terserang Diare?
TERPOPULER
Deretan Figur Publik Hamil di Atas 40 Tahun, Ada yang Sempat Rahasiakan Baby Bump
Bronkopneumonia pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mencegah, & Mengobatinya
Bayi Prematur Lahir dengan Dua Warna Mata dan Kulit Berbeda, Kisahnya Viral di Media Sosial
10 Kebiasaan Orang yang Benar-Benar Tulus Menurut Psikologi
20 Soal Olimpiade Matematika SD dan Kunci Jawabannya Lengkap
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Alasan Mengapa Orang dengan Golongan Darah O Jadi yang Terfavorit di Korea
Bronkopneumonia pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mencegah, & Mengobatinya
Deretan Figur Publik Hamil di Atas 40 Tahun, Ada yang Sempat Rahasiakan Baby Bump
Praka Farizal TNI Gugur di Lebanon, Sang Ayah Ungkap Komunikasi Terakhir Sebelum Magrib
Bayi Prematur Lahir dengan Dua Warna Mata dan Kulit Berbeda, Kisahnya Viral di Media Sosial
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
20 Film dengan Pendapatan Terbesar Sepanjang Masa
-
Beautynesia
Park Eun Bin Dikabarkan Jadi Karakter Antagonis di Drakor Kerajaan, Wildflowers Live in The Palace
-
Female Daily
Dior J’adore Intense: When Golden Femininity Turns Bold & Addictive
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Kenali Manfaat Lime dan Lemon untuk Kebersihan Peralatan Dapur
-
Mommies Daily
WhatsApp Khusus Anak dengan Kontrol Orang Tua, Ini Cara Membuat Akun dan Fiturnya