MENYUSUI
Cara Menghangatkan ASI dari Kantong ASI yang Disimpan di Kulkas, Bolehkah Direbus?
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Rabu, 20 Dec 2023 14:05 WIBUsai dikeluarkan dari lemari pendingin, ASI perah perlu dihangatkan sebelum diberikan pada bayi. Lantas, bagaimana cara menghangatkan ASI dari kantong ASI yang disimpan di kulkas ya, Bunda? Bolehkah dengan cara direbus?
Bagi ibu yang beraktivitas dan harus berjauhan dari Si Kecil, memerah ASI menjadi cara untuk tetap mengASIhi bayi. Dengan bantuan pompa ASI, Bunda pun setiap harinya mengumpulkan tetes demi tetes hasil pompa ASI dalam wadah yang kemudian disimpan dalam ASI.
Meski tidaklah mudah menjalaninya, rutinitas ini menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi banyak ibu menyusui. Apalagi, mereka dapat melihat setiap harinya ASI perahnya dengan hasil yang fluktuatif serta warna ASI yang senantiasa berubah-ubah. Pemandangan ini pun membuat busui semakin semangat untuk tetap mengASIhi.
Menghangatkan ASI dari Kantong ASI di kulkas
Apalagi, ketika pulang ke rumah dengan membawa hasil ASI perah yang banyak untuk stok menyusu Si Kecil esok hari tentu menjadi agenda yang melelahkan sekaligus membahagiakan. Saat ingin digunakan kemudian hari, biasanya ASI perah dalam kulkas pun dikeluarkan terlebih dulu dalam suhu ruang untuk kemudian dihangatkan sebelum diberikan kepada bayi.
Pentingnya mengetahui cara menyimpan ASI perah
Setelah dipompa dan dimasukkan ke dalam wadah, sebaiknya Bunda menggunakan label yang ditempelkan pada wadah untuk menuliskan tanggal memerah ASI. Kemudian, simpan di dalam lemari es atau freezer yang suhunya paling dingin.
Jika Bunda tidak memiliki akses lemari es atau freezer, simpan ASI sementara waktu di dalam pendingin berinsulasi yang dilengkapi kantong es. Kemudian, isi setiap wadah dengan susu yang dibutuhkan bayi untuk sekali menyusui. Bunda bisa memulainya dengan 2 hingga 4 ons (60 sampai 120 mililiter) lalu sesuaikan dengan kebutuhan.
Berapa lama ASI perah dapat bertahan?
Ketahanan ASI perah di lemari es atau freezer sebenarnya tergantung pada metode penyimpanannya ya, Bunda. Di dalam suhu ruang, ASI yang baru diperah dapat disimpan hingga enam jam. Namun, sebaiknya gunakan atau simpan ASI dengan benar dalam waktu empat am, terutama jika ruangannya hangat.
Pada pendingin berinsulasi dengan kantong es, ASI perah dapat disimpan hingga satu hari. Sementara pada lemari es, ASI segar dapat bertahan di bagian belakang lemari es hingga empat hari dalam kondisi bersih. Namun, sebaiknya gunakan atau bekukan susu dalam waktu tiga hari.
Kemudian pada deep freezer, ASI yang baru diperah dapat disimpan di bagian deep freezer hingga 12 bulan. Namun, penggunaan ASI beku dalam waktu enam bulan sudah optimal.
Perlu diingat bahwa penelitian menunjukkan bahwa semakin lama Bunda menyimpan ASI, baik di lemari es atau freezer, semakin besar hilangnya vitamin C dalam susu.
Bagaimana cara mencairkan ASI beku?
Sebelum digunakan, ASI beku yang disimpan dalam freezer dapat dicairkan terlebih dahulu ya, Bunda. Gunakan ASI sesuai dengan waktu yang lebih dulu diperah. Kemudian, letakkan ASI beku di lemari es pada malam hari sebelum ingin digunakan pada pagi harinya.
Bunda juga bisa menghangatkan ASI secara perlahan dengan menaruhnya di bawah air hangat yang mengalir atau merendamnya di dalam mangkuk berisi air hangat.
Bolehkah memanaskan ASI di atas kompor?
Menghangatkan ASI memang sebaiknya tidak menggunakan suhu yang terlalu panas. Jangan pula memanaskan botol berisi ASI beku di dalam microwave atau merebusnya di atas kompor. Beberapa bagian susu mungkin terlalu panas dan bagian lainnya masih dingin seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan pemanasan yang cepat dapat memengaruhi antibodi susu. Memang, diperlukan lebih banyak penelitian mengenai apakah ASI beku yang sebelumnya telah dicairkan dapat dibekukan kembali dan aman digunakan. Namun, banyak ahli menyarankan untuk membuang susu yang sudah dicairkan yang tidak digunakan dalam waktu 24 jam.
Apakah aman menggunakan bottle warmer?
Sebagian ibu menyusui banyak memanfaatkan bottle warmer untuk menghangatkan ASI. Alat ini merupakan alat sederhana yang digunakan untuk membantu Bunda menghangatkan botol.
Produsen dari bottle warmer mengklaim bahwa perangkat ini menghasilkan panas yang lebih merata dibandingkan microwave. Namun, terdapat perbedaan pendapat apakah hal tersebut benar-benar bermanfaat atau lebih mudah daripada merendam ASI dalam air panas.
Potensi yang mungkin terjadi dari penggunaan bottle warmer ialah meningkatnya kemungkinan ASI menjadi terlalu panas dan membunuh nutrisi yang bermanfaat di dalamnya seperti dikutip dari laman Healthline.
Dalam sebuah studi tahun 2015, para peneliti menguji seberapa hangat porsi ASI yang berbeda-beda dalam bottle warmer. Mereka menemukan bahwa suhu susu bisa mencapai 26.7 derajat Celcius yang dapat berdampak negatif pada nilai gizi susu.
Studi tersebut tidak menyebutkan merek bottle warmer apa yang digunakan dalam pengujian. Karenanya, jika Bunda tertarik menggunakan bottle warmer, ada baiknya menggunakan termometer dan menguji suhu ASI saat menggunakannya.
Cara menghangatkan ASI dengan bottle warmer yang aman yakni dengan meletakkan seluruh botol di tempat pemanas dan ikuti petunjuk manual dalam kardus kemasan. Kebanyakan bottle warmer memerlukan waktu beberapa menit untuk mencapai kehangatan yang diinginkan. Periksa selalu bottle warmer agar tidak terlalu panas dan cabut stekernya jika tidak digunakan.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Tips Menyimpan ASI Perah saat di Rumah Mati Listrik
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bolehkah ASI Perah yang Sudah Diminum Dihangatkan Lagi? Ketahui Batasannya
Manajemen ASI Perah: Tata Cara Menyimpan & Menghangatkan untuk Diberikan ke Bayi
Tak Perlu Dipanaskan, Mencairkan ASIP Beku Bisa Hanya dengan Air Mengalir
5 Cara Tepat Menghangatkan ASI Perah Beku agar Tak Rusak Nutrisinya
TERPOPULER
3 Keterikatan Emosional Anak yang Bisa Diam-Diam Merusak Hidup Saat Dewasa
Pakar Ungkap Alasan Banyak Wanita Sering Lupa Rasa Sakit saat Melahirkan
Bikin Haru, 5 Potret Arka Anak Tantri 'Kotak' Ikut Nyanyi di Single Terbaru Sang Bunda
Ciri Perempuan dengan Aura Positif, Bukan Sekadar Murah Senyum
Cara Membuat Sate Kambing yang Empuk, Tidak Bau, dan Anti Alot
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panggangan Arang hingga Portable
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Baju Kondangan Ibu Hamil yang Simple, Modern & Kekinian
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Bra Tanpa Kawat Terbaik, Tidak Bikin Sesak & Nyaman Dipakai Seharian
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Hamil Kantor untuk Tampil Elegan & Nyaman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Mainan Bayi 3 Bulan untuk Melatih Sensorik & Motorik
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bikin Haru, 5 Potret Arka Anak Tantri 'Kotak' Ikut Nyanyi di Single Terbaru Sang Bunda
Pakar Ungkap Alasan Banyak Wanita Sering Lupa Rasa Sakit saat Melahirkan
3 Keterikatan Emosional Anak yang Bisa Diam-Diam Merusak Hidup Saat Dewasa
Ciri Perempuan dengan Aura Positif, Bukan Sekadar Murah Senyum
Awas Si Kecil Kecanduan Scroll Sosial Media, Ini Dampaknya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Anak Tak Hadir di Pernikahan dengan Desy, Anji: Bagaimanapun Keadaannya, Mereka
-
Beautynesia
5 Cara Meningkatkan IQ Tinggi dan Kecerdasan Otak yang Bisa Diterapkan
-
Female Daily
Lagi Cari Tone Up Sunscreen? Ini Produk yang Wajib Masuk Wishlist!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto: Last Glam Look! Ini Deretan Gaya Para Bintang di Penutupan Cannes 2026
-
Mommies Daily
Terpopuler: Kebiasaan yang Bikin Anak Tidak Mandiri hingga Tanggung Jawab Anak sesuai Usia