MENYUSUI
Penyebab Warna ASI Berubah Seperti Susu Stroberi dan Dampaknya untuk Bayi
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Sabtu, 07 Sep 2024 07:50 WIBWarna ASI katanya senantiasa berubah-ubah selama menyusui. Terkadang, warnanya merah seperti stroberi. Hmm, apa ya, penyebab warna ASI berubah seperti susu stroberi dan dampaknya untuk bayi, Bunda?
Bagi Bunda yang memompa ASI ataupun membekukan ASI, mungkin kerap mendapati kalau warna ASI cenderung berbeda dari biasanya. Tak jarang, Bunda melihat warna ASI berubah berbagai macam warna seperti putih, kuning, hingga biru, hijau, cokelat, dan merah.
Apa warna ASI yang normal?
Meskipun sebagian besar orangtua yang menyusui memiliki ASI berwarna putih, atau bahkan biru muda, sebenarnya tidak ada warna ASI yang berkategori normal ya, Bunda. Karena, apa yang normal bagi satu orang mungkin bisa berbeda dengan pejuang ASI lainnya.
Dalam produksi ASI sendiri, jenis ASI yang juga akan memengaruhi warnanya lho, Bunda. Misalnya, kolostrum atau bentuk pertama susu yang diproduksi oleh kelenjar susu yang biasanya kental dan berwarna kuning, tetapi kadang kala juga bisa bertekstur encer dan bening. Intinya, jika ASI Bunda tidak berwarna putih, jangan khawatir terlebih dahulu ya, Bunda seperti dikutip dari laman Parents.
Baca Juga : 5 Jenis Warna ASI yang Wajib Bunda Tahu |
"Ada berbagai macam warna normal ASI," kata Hali Shields, seorang doula kelahiran dan pasca persalinan bersertifikat, dan konselor laktasi "Kebiruan, kuning, krem, oranye semuanya normal dan aman untuk bayi."
Tahapan ASI pengaruhi perubahan warna ASI
Selama beberapa minggu pertama setelah melahirkan, ASI biasanya akan berubah dengan cepat. Tidak hanya dalam komposisi dan jumlah, tetapi juga warnanya ya, Bunda. Berikut adalah perubahan normal warna ASI berdasarkan tahapan-tahapannya:
1. Kolostrum
Kolostrum adalah ASI pertama yang diproduksi tubuh. Bunda hanya memproduksi sedikit kolostrum, tetapi kolostrum terkonsentrasi dan sangat bergizi. Meskipun kolostrum terkadang bening, encer, dan berair, kolostrum lebih sering berwarna kuning atau oranye dan kental. Kadar beta-karoten yang tinggi dalam kolostrum memberikan warna kuning tua atau jingga.
2. ASI transisi
Setelah beberapa hari pertama kolostrum, produksi ASI meningkat dan tubuh Bunda mulai memproduksi ASI transisi. Selama periode transisi dua minggu ini, warna ASI biasanya berubah dari kuning menjadi putih saat ASI keluar.
3. ASI matang
Setelah sekitar dua minggu, tubuh mencapai tahap ASI matang. ASI matang berubah tampilannya berdasarkan seberapa banyak lemak yang dikandungnya seperti dikutip dari laman Parents.
4. ASI foremilk
Secara umum, saat ASI matang mulai mengalir keluar dari payudara di awal sesi menyusui atau memompa, ASI tersebut lebih encer dan rendah lemak. ASI ini disebut ASI foremilk. Karena ASI foremilk encer, ASI cenderung tampak bening atau kebiruan.
5. ASI hindmilk
Saat Bunda terus memompa atau menyusui, kandungan lemak dalam ASI Bunda meningkat. Saat lemak meningkat, ASI berubah menjadi susu yang lebih kental yang disebut ASI hindmilk. ASI hindmilk memiliki tampilan yang lebih kental, putih atau kuning.
Penyebab ASI berwarna pink atau merah
Ada beberapa alasan mengapa sebagian ibu menyusui mungkin memproduksi ASI berwarna merah muda, merah, atau oranye. Demi Lucas, Konsultan Laktasi Bersertifikat Internasional mengatakan bahwa ASI berwarna merah muda sering disebut sebagai ASI stroberi terjadi saat ada darah. Ini biasanya merupakan hasil dari retakan di dalam atau di sekitar puting susu, serta kerusakan di dalam saluran.
"ASI berwarna merah muda neon terang bisa jadi merupakan tanda infeksi bakteri," imbuh Lucas. "ASI berwarna merah bisa berasal dari pewarna makanan, atau bisa juga darah dari kerusakan pada payudara akibat menyusui atau memompa.
Rusty Pipe Syndrome, yang tidak berbahaya, juga merupakan kondisi yang dapat menyebabkan ASI berwarna merah. "Kondisi ini terjadi saat darah lama yang tertinggal di dalam saluran susu akibat pembengkakan pembuluh darah payudara dikeluarkan. Namun perlu diingat, ini adalah kejadian yang jarang terjadi ya, Bunda. Penelitian menunjukkan bahwa hal ini memengaruhi 0,1 persen ibu menyusui saja.
Selain itu, ASI seperti warna stroberi atau semburan merah muda atau kemerahan dapat mengindikasikan darah yang disebabkan oleh kapiler yang pecah atau kerusakan puting. Terkadang itu bisa menjadi tanda mastitis, infeksi payudara. Lebih jarang lagi, kanker payudara juga bisa menjadi penyebab darah dalam ASI.
Makanan seperti bit, ceri, dan delima (yang paling umum dan paling ampuh) dapat menyebabkan ASI berubah menjadi merah muda. Apa pun yang memiliki pigmen warna merah tua atau merah anggur yang kuat dapat memberikan warna pada ASI seseorang seperti dikutip dari laman Aeroflowbreastpumps.
Apa pun kondisi ASI Bunda, setidaknya hal ini bukan penghalang untuk menyusui dan akan hilang dengan sendirinya. Jika Bunda mengalami nyeri, ketidaknyamanan, atau kekhawatiran apa pun tentang sensasi yang Bunda rasakan saat menyusui, konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi sesegera mungkin ya, Bunda.
Meskipun melihat perubahan warna ASI dapat mengkhawatirkan, sebagian besar perubahan yang disebutkan di atas bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan, dan banyak variasi warna yang tidak berbahaya.
Namun, jika ASI Bunda tetap berwarna darah selama beberapa hari atau lebih, Bunda mungkin harus menghubungi dokter, karena ASI berwarna merah muda atau merah dapat menjadi indikasi masalah lain. Demikian pula, selalu pastikan untuk menghubungi dokter atau konselor laktasi setiap kali Bunda memiliki pertanyaan atau tantangan seputar menyusui.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
ASI Bunda Bau Amis? Ini 5 Penyebabnya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Warna ASI kok Berubah Jadi Kuning? Tak Perlu Khawatir Bunda, Ini Penjelasannya
Mulai dari Putih hingga Pink, Inilah Tahap Perubahan Warna ASI
Benarkah ASI yang Encer Kurang Bernutrisi untuk Si Kecil?
Bunda Wajib Simak, Penyebab ASI Berubah Warna
TERPOPULER
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Pada 2030 Umat Islam akan Puasa Ramadan Dua Kali Setahun, Ini Penjelasannya
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Beruang atau Pegunungan yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya...
-
Female Daily
Meal Prep Is The New Self-Care: Rahasia Cewek Produktif Anti Ribet Setiap Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
5 Gaya Seksi Jennie BLACKPINK Pakai Bikini Hasil Rancangan Sendiri
-
Mommies Daily
MD New Parents 101: Rekomendasi Sampo dan Sabun Bayi hingga Balita, Ada yang Punya Kandungan Ceramide dan Prebiotik!