MENYUSUI
Normalkah bila BAB Bayi ASI Berwarna Hijau?
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Sabtu, 02 Nov 2024 14:30 WIBMendapati kotoran bayi berwarna hijau rasanya langsung panik karena khawatir bayi salah makan. Sebenarnya, normalkah bila BAB bayi ASI berwarna hijau ya, Bunda?
Kotoran bayi berwarna hijau memang membingungkan, tetapi biasanya tidak perlu dikhawatirkan kok, Bun. Memang, sangatlah wajar kalau Bunda bertanya-tanya mengenai hal tersebut dari sisi kesehatan.
Sebagai ibu, apa pun yang terkait kesehatan bayinya tentu menjadi perhatian khusus. Nah, untungnya nih, Bunda, feses berwarna kehijauan yang didapati pada bayi saat BAB merupakan hal normal pada bayi baru lahir, dan sering kali disebabkan oleh pola makan bayi atau infeksi ringan.
Alasan BAB bayi berwarna hijau
Feses bayi yang berwarna hijau saat BAB bisa berwarna hijau muda, terang, atau gelap ya, Bunda. Warna hijau tersebut biasanya variasi dari warna feses bayi normal menurut the American Academy of Pediatrics (AAP).
Kotoran berwarna hijau sangat umum terjadi pada bayi baru lahir dan bayi, meskipun balita dan anak-anak yang lebih besar juga dapat mengalaminya. Bayi yang diberi ASI dan susu formula juga normal untuk sesekali mengeluarkan tinja berwarna hijau, meskipun hal ini mungkin lebih sering terjadi pada mereka yang minum susu formula.
Oh iya, Bunda, feses berwarna hijau dapat terjadi dengan sendirinya, meskipun mungkin juga disertai dengan gejala yang menyertai sakit perut. Dan, feses berwarna hijau juga dapat muncul bersamaan dengan feses yang encer seperti kasus diare pada bayi.
Secara normal, feses yang tampak kehijauan merupakan variasi warna feses yang normal. Terkadang, feses bayi yang tampak hitam sebenarnya berwarna hijau tua.
Ada banyak penyebab tinja berwarna hijau pada bayi dan anak-anak, dan hal ini jarang mengindikasikan masalah medis yang serius. Umumnya, hal ini disebabkan oleh sesuatu yang dimakan anak, alergi atau intoleransi terhadap makanan, atau infeksi, seperti penyakit perut.
Jika feses bayi tampak berwarna hijau seperti diare atau mengandung lendir, mungkin ada sesuatu yang mengganggu Si Kecil. "Terkadang bayi mengalami reaksi stres, atau bisa juga karena sakit perut," kata Dr Linda Folden Palmer, penulis buku What Your Pediatrician May Not Tell You.
Jika hal ini terjadi, pertahankan jadwal pemberian makan yang teratur karena bayi akan menoleransinya karena ASI menyediakan antibodi yang mempercepat pemulihan dan Si Kecil perlu tetap terhidrasi seperti dikutip dari laman Parents.
Oh iya, Bunda, bayi yang disusui juga mungkin memiliki feses hijau jika Bunda mengonsumsi sayuran hijau atau makanan dengan pewarna makanan hijau. Setelah anak mulai makan makanan padat, makanan hijau (seperti kacang polong atau bayam) juga dapat mewarnai tinja mereka.
Apakah Bayi ASI lebih mungkin miliki BAB hijau?
Sebenarnya, kotoran berwarna hijau umum terjadi pada bayi yang disusui dan diberi susu formula, tetapi lebih umum terjadi pada bayi yang diberi susu formula seperti dikutip dari laman Baby Center.
Sementara bayi yang disusui cenderung memiliki kotoran yang berwarna kekuningan (dan terkadang agak kehijauan), bayi yang diberi susu formula memiliki kotoran yang lebih berwarna cokelat: biasanya cokelat kecokelatan, kuning-cokelat, atau hijau-cokelat. Bayi yang diberi susu formula juga cenderung memiliki kotoran yang lebih bau, karena ASI dicerna lebih cepat daripada susu formula.
Perlu diingat bahwa perubahan dalam pola makan bayi mengganti susu formula, mengubah apa yang Bunda makan jika Bunda menyusui, atau memperkenalkan makanan padat dapat mengakibatkan perubahan pada kotoran bayi Bunda.
Pengobatan untuk BAB bayi ASI berwarna hijau
Sebagian besar kasus kotoran berwarna hijau tidak memerlukan pengobatan karena feses berwarna hijau merupakan variasi umum dari warna kotoran bayi normal. Jika kotoran hijau anak disebabkan oleh sesuatu yang dimakannya (seperti makanan hijau) atau vitamin atau obat yang diminumnya, tidak perlu menghilangkannya dari pola makannya.
Namun, jika makanan, vitamin, atau obat tersebut mengganggunya dengan cara lain seperti menyebabkan gas atau gangguan perut lainnya, Bunda dapat mempertimbangkan untuk menghilangkan makanan tersebut dari pola makannya atau menghentikan vitamin atau obat tersebut dengan persetujuan dari dokter.
Bunda dapat memilih untuk melakukan intervensi jika kotoran hijau bayi Bunda disertai dengan ketidaknyamanan fisik, seperti:
1. Jika bayi yang disusui mengeluarkan kotoran berwarna hijau dan berbusa disertai gas dan gumoh, ia mungkin mengalami ketidakseimbangan foremilk-hindmilk atau intoleransi atau alergi makanan. Bunda dapat mencoba mengatasi masalah ini dengan bantuan dokter atau konsultan laktasi. Jika susu formula bayi menyebabkan tinja berwarna hijau, hal ini bukanlah suatu masalah. Namun, jika bayi juga mengalami sakit perut, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengganti susu formula.
2. Jika anak menderita penyakit yang menyebabkan feses berwarna hijau encer, dan bayi juga merasa tidak sehat, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan. Bunda mungkin juga perlu memberikan cairan kepadanya.
Kapan perlu ke dokter?
Meskipun feses bayi yang tampak hijau terlihat normal, tetapi juga perlu diperhatikan terus secara berkala ya, Bunda. Jika Si Kecil BAB dengan kotoran berwarna hijau dan disertai gejala berikut ini, ada baiknya segera berkunjung ke dokter ya, Bunda:
1. Anak tampak sangat sakit (seperti demam, lesu, atau muntah) dan juga mengeluarkan tinja berwarna hijau.
2. Anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi termasuk berkurangnya jumlah popok basah, mudah tersinggung, tidak mengeluarkan air mata, mulut dan bibir kering, mata cekung, dan ubun-ubun cekung (bagian lunak di kepala).
3. Bunda merasa Si Kecil tidak cukup makan.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
5 Penyebab Bayi ASI Sulit BAB, Salah Satunya Dehidrasi Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Makanan yang Bisa Dilahap Busui agar Bayi Lancar BAB
Bayi ASI Tiba-tiba Menolak Disusui, Ketahui yuk Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kenali 6 Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu
Bayi ASI Mengalami Sembelit? Kenali Penyebab dan 5 Gejalanya
TERPOPULER
Ciri Orang Baik tapi Tidak Tulus, Sering Ucapkan 12 Kalimat Ini Menurut Psikolog
Viral Dokter Selamatkan Balita Kejang dalam Pesawat Citilink, Ini Kronologinya
Stres Ibu Hamil Berkaitan dengan Gigi Bayi Tumbuh Lebih Cepat, Simak Faktanya
Sidang Lanjutan Cerai Boiyen Kembali Digelar Minggu Ini
Google dan YouTube Luncurkan AKSI Digital, Upaya Dukung Kesehatan Mental Remaja
REKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
30 Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat
Azhar HanifahTERBARU DARI HAIBUNDA
Akhirnya, Denada Akui Ressa Rossano Sebagai Anak Kandung & Berharap Sang Putra Memaafkan
Melisa Idol Melahirkan Anak Kedua, Bagikan Pengalaman Kembali Jalani Operasi Caesar
Google dan YouTube Luncurkan AKSI Digital, Upaya Dukung Kesehatan Mental Remaja
Viral Dokter Selamatkan Balita Kejang dalam Pesawat Citilink, Ini Kronologinya
Stres Ibu Hamil Berkaitan dengan Gigi Bayi Tumbuh Lebih Cepat, Simak Faktanya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Pernah Masuk Wilayah Kerajaan Nusantara, 6 Negara Ini Kini Berdiri Sendiri dan Maju
-
Beautynesia
Daftar Pemenang Lengkap Grammy Awards 2026, Kendrick Lamar Cetak Sejarah Top Winner!
-
Female Daily
Cuma Tas Belanja, Tapi Kenapa Trader Joe’s Tote Bag Jadi Rebutan?
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
10 Warna Rambut yang Diprediksi Jadi Tren 2026, Ada yang Lagi Viral!
-
Mommies Daily
Isu 7 Hari tanpa Listrik, Cara Antisipasi Keluarga tanpa Panik Berlebih