HaiBunda

MENYUSUI

Cara Mengetahui ASI Bergizi Menurut Pakar Laktasi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 06 Aug 2025 14:50 WIB
Ilustrasi ASI Bergizi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/geargodz
Jakarta -

Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sangat direkomendasikan untuk bayi baru lahir. Banyak pakar bahkan menyarankan Bunda untuk menyusui eksklusif bayinya selama enam bulan pertama.

ASI telah terbukti mengandung nutrisi yang dapat menunjang tumbuh dan kembang bayi. Tak hanya itu, ASI juga mengandung antibodi yang dapat melindungi Si Kecil dari penyakit.

Meski banyak bukti menunjukkan manfaat ASI, masih banyak Bunda khawatir ASI yang diberikannya tidak cukup bernutrisi untuk bayi.


Air susu ibu (ASI) merupakan yang berkualitas sering kali dikaitkan dengan kecukupan nutrisi dan gizi pada bayi. Lantas, bagaimana cara mengetahui ASI bergizi ya, Bunda?

Cara mengetahui ASI bergizi

Menurut dokter konselor laktasi dari RS Pondok Indah - Pondok Indah, dr. Clarissa Theodora, IBCLC, seorang ibu memang sepatutnya memberikan ASI yang berkulitas ke bayinya. Meski kandungan nutrisi di ASI banyak, kualitasnya bisa menurun.

Nah, ada 2 cara untuk mengetahui ASI yang dihasilkan Bunda bergizi atau tidak. Berikut caranya menurut Clarissa:

1. Pertumbuhan anak sesuai usianya

Cara pertama untuk mengetahui ASI berkualitas dapat dilihat dari pertumbuhan Si Kecil, apakah sesuai atau tidak. Pertumbuhan ini mencakup berat badan (BB), panjang badan (PB), dan lingkar kepalanya.

"Pantau penambahan berat badan, panjang badan, lingkar kepala. Semua itu bisa diketahui setiap kontrol ke dokter atau fasilitas kesehatan. Itu penting diukur," ujar Clarissa, dalam IG Live HaiBunda x RS Pondok Indah - Pondok Indah, Selasa (5/8/25).

"ASI kan memang kaya nutrisi, karbohidrat, mineral, dan faktor pertumbuhan. Kalau kualitas ASI itu bagus, maka hasilnya juga bagus. Pemantauan ini wajib banget. Jadi kita perlu mem-plot setiap data Si Kecil di kurva kesehatan di buku KIA," sambungnya.

2. Perkembangan anak sesuai usianya

Selain pertumbuhan, Bunda juga perlu memantau perkembangan anak untuk memastikan ia mendapatkan ASI bernutrisi. Perkembangan ini mencakup kemampuan anak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan usianya.

"Di cek juga gimana perkembangannya. Kalau panjang badannya bertambah, beratnya bertambah, dan lingkar kepalanya sesuai, tapi kok anak di usia 2 bulan belum bisa angkat kepala ya? atau tangan dan kakinya tidak terlalu banyak gerak di usia 3-4 bulan. Itu dilihat dan dievaluasi sama dokter anak," ujar Clarissa.

Kecukupan ASI pada bayi

Tak hanya kualitas, kuantitas juga penting dalam pemberian ASI pada bayi. Kuantitas merujuk pada kecukupan Si Kecil mendapatkan ASI dari ibunya.

Nah, untuk mengetahui bayi cukup ASI, Bunda dapat mengenalinya dengan beberapa cara. Berikut ciri bayi cukup ASI yang perlu diketahui:

  • Berat badan bayi bertambah sesuai usianya
  • Saat proses menyusui, terdengar bunyi bayi menelan ASI
  • Frekuensi buang air kecil mengikuti usai bayi baru lahir, misalnya hari pertama 1 kali ganti popok, hari kedua minimal 2 kali.
  • Warna urine bayi normal, yakni kuning muda atau bening. Warna urine orange ke merah dapat menandakan dehidrasi.
  • Frekuensi buang air besar pada bayi baru lahir akan cukup sering karena sistem pencernaannya belum berkembang sempurna.

Tips menyusui bayi baru lahir

Menyusui bayi baru lahir perlu persiapan yang matang. Untuk mencegah masalah menyusui, Bunda perlu melakukan beberapa hal di awal proses ini, seperti:

  1. Banyak minum air putih untuk hidrasi karena 90 persen ASI itu adalah air. Bunda menyusui disarankan minum air putih sekitar 2-3 liter sehari.
  2. Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi untuk meningkatkan produksi ASI. Sumber protein bisa didapatkan dari daging ayam, ikan, dan telur.
  3. Sebagai upaya memperlancar proses menyusui, Bunda dapat mengonsumsi galaktagog, yakni regimen tumbuhan yang dapat meningkatkan hormon prolaktin atau menyusui. Contoh galaktagog adalah daun katuk, daun torbangun, dan daun kelor.

Jangan lupa, di minggu pertama menyusui Si Kecil, penting bagi Bunda untuk melakukan kontrol ke dokter anak.

Demikian penjelasan pakar terkait cara mengetahui ASI bergizi atau tidak, serta tips menjalani proses menyusui anti drama. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

ASI Lindungi Bayi dari Penyakit Menular, Studi Ungkap Manfaatnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Mengirim Pesan Daripada Telepon Menurut Psikologi

Mom's Life Natasha Ardiah

Apa yang Terjadi Jika Tes DNA Anak Tidak Cocok dengan Ibu Kandung?

Parenting Nadhifa Fitrina

Selebgram Ruce Nuenda Keluyuran saat Sakit Campak, IDAI Sebut Sangat Berbahaya

Mom's Life Amira Salsabila

Ucapan Victoria dan David Beckham untuk Ultah Brooklyn di Tengah Perselisihan Keluarga

Mom's Life Annisa Karnesyia

Transformasi Audy Item Sukses Diet Turunkan BB, dari XXL Kini Jadi Langsing

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Resmi Dibuka, Human Starchild Tawarkan Metode Pengasuhan Anak Berbasis Pendekatan Jepang

7 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Mengirim Pesan Daripada Telepon Menurut Psikologi

Paparan Timbal di Rahim Turunkan Fungsi Kognitif Anak hingga 60 Tahun Kemudian

Apa yang Terjadi Jika Tes DNA Anak Tidak Cocok dengan Ibu Kandung?

Belanja Online Banyak Diskon Up to Rp1,2 Juta Selama Ramadhan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK