HaiBunda

MENYUSUI

Berapa Lama ASI Bertahan dalam Botol Dot Tanpa Kulkas?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 06 Apr 2026 08:30 WIB
Berapa Lama ASI Bertahan dalam Botol Dot Tanpa Kulkas?/Foto: Getty Images/iStockphoto/Aliseenko
Jakarta -

Usai dipompa, biasanya busui meletakkan hasil ASI perahnya di botol dot meski belum langsung diberikan pada bayi. Sebenarnya, berapa lama ASI bertahan dalam botol dot tanpa kulkas?

Penyimpanan ASI perah memang tidak bisa sembarangan ya, Bunda. Sebab, penyimpanan yang tidak baik justru merusak kualitas ASI itu sendiri. Karenanya, memahami proses penyimpanan dengan baik dapat menjaga kualitas ASI tetap maksimal.

Ya, berbagai faktor memang bisa memengaruhi berapa lama ASI dapat disimpan dengan aman di kulkas. Teknik penyimpanan dan persiapan yang dilakukan sesuai dengan rekomendasi dapat membantu menjaga keamanan dan kualitas ASI perah untuk kesehatan bayi.


Berapa lama ASI bisa dibiarkan di luar kulkas?

ASI yang dipompa biasanya bisa dibiarkan di luar ruangan selama beberapa jam. Tetapi, hal ini tergantung pada wadah penyimpanannya dan apakah ASI tersebut merupakan sisa dari pemberian ASI sebelumnya atau tidak.

Bunda yang memerah ASI dengan tangan atau menggunakan pompa ASI, menyimpannya sesegera mungkin jika belum ingin digunakan menjadi pilihan terbaik. Ingatlah untuk selalu menggunakan wada bersih yang tertutup rapat dan terbuat dari kaca atau plastik keras bebas BPA.

Menurut rekomendasi dari The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bahwa ASI yang baru diperah dapat disimpan pada suhu ruangan hingga empat jam. Idealnya, ASI harus berada dalam wadah tertutup ya, Bunda.

Karenanya, ASI yang berada dalam botol dot juga termasuk di dalamnya. Ketika dibiarkan berada di luar kulkas dan berada di suhu ruangan, ASI dalam botol dot hanya bertahan hingga maksimal empat jam saja. 

Jika ASI sebelumnya telah dibekukan dan dicairkan, ASI dapat dibiarkan pada suhu ruangan selama 1 hingga 2 jam. Jika ASI yang sudah dicairkan disimpan di lemari es, gunakan segera dalam waktu 24 jam dan jangan membekukannya kembali. Jika bayi tidak segera menghabiskan susu dalam botol, segera buang ASI setelah dua jam seperti dikutip dari laman Healthline.

Pada lemari es, ASI dapat bertahan hingga 4 hari. Sementara ASI yang disimpan di freezer, dapat bertahan hingga 6 bulan. ASI juga dapat disimpan dalam kotak pendingin berinsulasi dengan kantong es beku hingga 24 jam saat bepergian. Sampai di tempat tujuan, gunakan ASI sesegera mungkin, simpan di lemari es, atau segera dibekukan.

Meskipun pembekuan menjaga makanan tetap aman hampir tanpa batas waktu, waktu penyimpanan yang disarankan penting diikuti demi kualitas terbaik seperti dikutip dari laman CDC.

ASI perah/ Foto: HaiBunda

Tips penyimpanan ASI

Demi menjaga kualitas ASI tetap baik nutrisinya, penyimpanan ASI perlu mengikuti rekomendasi berikut ini ya, Bunda:

1. Beri label pada setiap wadah dengan disertai tanggal memerah ASI
2. Letakkan wadah di bagian belakang lemari es atau freezer, di mana suhunya paling dingin
3. Isi wadah terpisah dengan ASI yang dibutuhkan bayi untuk satu kali pemberian makan
4. Jangan menambahkan ASI hangat ke ASI beku karena menyebabkan ASI beku sebagian mencair seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.

Cara mencairkan ASI beku

ASI beku memang perlu dicairkan terlebih dahulu sebelum diberikan pada bayi, Bunda. Berikut ini cara yang bisa dilakukan ya, Bunda:

1. Cairkan ASI yang paling lama diperah terlebih dahulu
2. Letakkan wadah beku di lemari es pada malam sebelum digunakan keesokan harinya
3. Bunda juga bisa menghangatkan ASI di bawah air mengalir hangat atau mangkuk berisi air hangat
4. Jangan memanaskan botol beku di microwave atau di atas kompor
5. Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dicairkan dan buang ASI yang sudah dicairkan yang tidak digunakan dalam waktu 24 jam

Nah, setelah mengetahui tata cara penyimpanan dengan baik, Bunda pun jadi lebih tenang dalam menyimpan ASI perah agar tetap berkualitas. Pastikan selalu menjaga kebersihan tangan dan juga alat pompa ASI sebelum dan setelah digunakan ya, Bunda. Hal ini guna menjaga ASI dari risiko kontaminasi bakteri dan risiko-risiko lainnya yang tidak diinginkan.

Tetap semangat meng-ASIhi ya, Bunda. Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ibu Hamil Simpan Kolostrum Sebelum Bayi Lahir, Ini Kata Ahli

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Terbaru Kate Middleton & Pangeran William Hadiri Acara Paskah Bareng Keluarga Kerajaan Inggris

Mom's Life Amira Salsabila

Persiapan Hamil di atas Usia 40 Th Seperti Annisa Pohan

Kehamilan Tim HaiBunda

Harga Plastik Naik hingga 50%, Ini Alternatif yang Bisa Bunda Pakai

Mom's Life Annisa Karnesyia

73 Nama Bayi Terinspirasi Tanaman Herbal, Unik dan Sarat Makna

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Kenapa Bayi Baru Lahir Harus Menangis? Ini Penjelasannya

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Terbaru Kate Middleton & Pangeran William Hadiri Acara Paskah Bareng Keluarga Kerajaan Inggris

Persiapan Hamil di atas Usia 40 Th Seperti Annisa Pohan

Harga Plastik Naik hingga 50%, Ini Alternatif yang Bisa Bunda Pakai

73 Nama Bayi Terinspirasi Tanaman Herbal, Unik dan Sarat Makna

Rekomendasi Tanaman Rumah Terbaik untuk Kamar Bayi, Aman dan Kaya Manfaat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK