MENYUSUI
ASI Tidak Langsung Banyak? Ini Cara Menyusui yang Realistis di Minggu Pertama
Indah Ramadhani | HaiBunda
Selasa, 14 Apr 2026 08:50 WIBSekitar minggu pertama usai melahirkan, tak sedikit Bunda yang merasa produksi ASI-nya belum begitu banyak. Kondisi ini seringkali menimbulkan kekhawatiran, bahkan membuat sebagian Bunda menjadi overthinking karena takut kebutuhan Si Kecil tak terpenuhi.
Namun, yang sebenarnya terjadi adalah produksi ASI Bunda masih dalam tahap penyesuaian. Menariknya, proses ini juga dipengaruhi oleh peran Si Kecil. Yang mana, semakin sering bayi menyusu, semakin terangsang pula produksi ASI Bunda.
Karenanya, Bunda tidak perlu khawatir berlebihan. Sejumlah ahli juga menyatakan bahwa produksi ASI yang belum banyak di awal proses laktasi merupakan hal yang normal dan akan meningkat secara bertahap seiring waktu.
Agar Bunda semakin memahami kondisi tersebut. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Frekuensi pemberian ASI di minggu pertama menyusui
Pada minggu pertama, umumnya Si Kecil akan sangat sering menyusu, Bunda. Bahkan dalam beberapa hari pertama, bayi dapat menyusu setiap 2 hingga 3 jam. Menurut para ahli, kondisi ini sangatlah normal, sebab bayi sedang beradaptasi dengan kebutuhan barunya.
Bunda sangat disarankan untuk memberikan ASI sesering dan selama yang mereka inginkan. Seiring berjalannya waktu, frekuensi menyusu biasanya akan mulai berkurang, namun durasi per-tiap sesinya bisa jadi lebih lama.
Berdasarkan penelitian para ahli, setidaknya bayi akan menyusu mulai dari 8 sampai 14 kali dalam sehari. Bahkan pada beberapa kasus, bayi dapat menyusu lebih dari itu.
Berikut rincian beberapa banyak ASI yang didapatkan bayi dalam empat hari pertamanya:
- Bayi umur 1 hari memperoleh 2-10 mL ASI
- Bayi umur 1-2 hari memperoleh 5-15 mL ASI
- Bayi umur 2-3 hari memperoleh 15-30 mL ASI
- Bayi umur 3-4 hari memperoleh 30-60 mL ASI
Menyusui sebenarnya tidak hanya dilakukan saat Si Kecil lapar, Bunda. Di beberapa kondisi seperti saat payudara terasa penuh atau sekadar ingin memeluk dan memberikan kasih sayang, Bunda dapat memberikan ASI tersebut.
Bayi yang disusui tidak akan mengalami kelebihan asupan ASI. Maka dari itu, memberikan ASI sebelum bayi merasa tidak nyaman adalah hal yang tepat, sebab ketika bayi sudah lapar atau merasa tidak nyaman, mereka akan lebih sulit disusui.
Agar proses menyusui lebih nyaman, sebaiknya Bunda mengetahui lebih dulu tanda-tanda awal bayi merasa lapar, meliputi:
- Bayi mulai gelisah
- Bayi mengisap jari atau tangan
- Bayi mengeluarkan suara seperti bergumam
- Bayi menoleh-noleh dan membuka mulut seperti refleks saat mencari puting
Bagaimana memaksimalkan pemberian ASI di minggu pertama menyusui
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa produksi ASI setiap ibu dapat bervariasi, terlebih pada minggu pertama usai melahirkan. Oleh karena itu, Bunda dapat menerapkan beberapa langkah berikut ini untuk bantu optimalkan produksi ASI.
Berikut penjelasannya yang dikutip dari laman NHS (National Health Service):
1. Siapkan informasi menyusui sebelum melahirkan
Mempersiapkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pemberian ASI sejak hamil dapat membantu Bunda merasa lebih percaya diri ketika mulai memasuki fase laktasi. Dengan bekal yang cukup, Bunda akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di awal masa menyusui.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti kelas antenatal. Dalam kelas ini, biasanya akan membahas hal-hal penting seputar menyusui, seperti tanda pelekatan yang tepat, cara memerah ASI dengan benar, hingga berdiskusi untuk memecahkan masalah yang umum terjadi saat menyusui.
Selain itu, Bunda juga dapat mencari informasi melalui saudara, teman, atau bahkan tenaga kesehatan, seperti bidan dan dokter. Saat ini, banyak sumber terpercaya serta komunitas menyusui yang dapat menjadi tempat untuk berbagi, memperoleh wawasan, dan dukungan.
2. Pemberian kolostrum sebelum ASI matang
Saat bayi baru lahir, ukuran perutnya masih sangatlah kecil, Bunda. Maka dari itu, biasanya bayi hanya akan membutuhkan sedikit asupan. Nah, kolostrum yang dihasilkan payudara dalam beberapa hari setelah melahirkan sangat tepat untuk memenuhi kebutuhannya.
Kolostrum merupakan cairan bertekstur kental dan berwarna kuning keemasan. Meskipun jumlahnya tak banyak, kolostrum sangat kaya akan nutrisi dan antibodi untuk memenuhi kebutuhan serta melindungi bayi dari berbagai infeksi, virus, dan bakteri berbahaya.
Memasuki hari ke-2 hingga ke-5 setelah persalinan, kolostrum perlahan akan berubah menjadi ASI yang matang. Teksturnya menjadi lebih encer dengan warna putih kebiruan, disertai dengan peningkatan jumlah ASI yang lebih banyak dari sebelumnya.
Agar produksi ASI semakin optimal, sangat disarankan bila Bunda menyusui Si Kecil sesering mungkin. Menurut para ahli, semakin sering bayi menyusu, maka semakin kuat rangsangan yang diterima tubuh untuk memproduksi ASI dalam jumlah banyak.
3. Perhatikan kontak kulit ke kulit (skin to skin) saat menyusui
Melakukan kontak skin to skin setelah bayi lahir dapat memberikan banyak manfaat, Bunda. Langkah ini akan membantu bayi tetap hangat, merasa tenang, serta menstabilkan pernapasannya.
Bunda dapat melakukan kontak skin to skin dengan memeluk bayi yang tanpa busana atau hanya menggunakan popok. Selain mempererat jalinan kasih antara ibu dan bayi, momen ini juga menjadi waktu yang tepat untuk mulai menyusui pertama kalinya.
Selama proses ini, tenaga kesehatan seperti bidan dan dokter biasanya akan membantu Bunda dalam menentukan teknik menyusui yang tepat. Tentunya kontak skin to skin ini dapat dilakukan kapan saja, terutama pada hari-hari dan minggu pertama setelah persalinan.
|
|
Alasan ASI belum banyak di minggu pertama
Salah satu alasan dari mengapa ASI yang diproduksi belum begitu banyak adalah berkaitan dengan kebutuhan bayi, Bunda. Ukuran lambung bayi masih sangat kecil sehingga pada hari-hari pertamanya mereka hanya membutuhkan asupan dalam jumlah sedikit.
Selain itu, produksi ASI juga masih dalam tahap penyesuaian, Bunda. Melansir laman Australian Breastfeeding Association, tubuh ibu membutuhkan waktu untuk menyesuaikan jumlah ASI dengan kebutuhan bayi. Proses ini sangat dipengaruhi oleh seberapa sering bayi menyusu.
Tips untuk meningkatkan produksi ASI
Untuk membantu meningkatkan produksi ASI, Bunda dapat melakukan beberapa langkah sederhana berikut ini. Melalui penerapan yang rutin dan konsisten, produksi ASI biasanya akan meningkat dan menyesuaikan kebutuhan Si Kecil.
- Memastikan posisi dan pelekatan sudah tepat: Posisi pelekatan yang benar dapat membuat proses menyusui lebih efektif, Bunda. Jika pelekatan kurang tepat, ASI tidak akan keluar dengan optimal sehingga memengaruhi produksinya.
- Tetap menyusui di malam hari: Menyusui di malam hari berperan penting dalam meningkatkan produksi ASI. Hal ini disebabkan oleh hormon yang merangsang produksi ASI (prolaktin) cenderung meningkat pada malam hari.
- Hindari pemberian susu formula atau dot di awal: Jika tidak ada kondisi mendesak, sebaiknya Bunda hindari pemberian susu formula atau dot di awal masa menyusui. Hal ini dapat mengurangi frekuensi bayi menyusu langsung dan ASi tidak terstimulasi secara maksimal.
- Meminta bantuan tenaga kesehatan jika mengalami kesulitan: Jika Bunda merasa produksi ASI masih kurang atau mengalami kendala saat menyusui, segeralah konsultasikan dengan dokter, konselor laktasi, atau tenaga kesehatan lainnya agar dapat diatasi dengan tepat.
- Pumping: Jika diperlukan, Bunda juga dapat menerapkan cara ini sebagai alternatif dalam merangsang produksi ASI. Dengan melakukan pumping secara rutin, tubuh Bunda akan terus memproduksi ASI sesuai kebutuhan.
Demikian penjelasan mengenai penyebab dan apa saja yang dapat dilakukan saat produksi ASI masih sedikit di awal proses menyusui. Semoga informasi ini bermanfaat dan menjawab pertanyaan Bunda, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Ciri Gumoh Bayi yang Berbahaya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Cara Meningkatkan Kualitas ASI agar Bayi Gemuk dan Sehat, Konsumsi Makanan yang Tepat Bun!
Ini Dia Cara Jitu agar ASI Jadi Lebih Kental dan Lancar
7 Makanan Penambah Kualitas ASI yang Perlu Dilahap Busui
5 Makanan Ini Ampuh Bikin ASI Jadi Lebih Kental, Bayi pun Cepat Kenyang, Bun!
TERPOPULER
Viral Grup Chat Mesum Mahasiswa FHUI, 16 Pelaku Dikumpulkan di Forum
10 Ciri Kepribadian Langka Orang yang Suka Beri Makan Kucing di Jalan
Perbedaan Perubahan Otak Bunda saat Hamil Anak Pertama dan Kedua
Nama Anak Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie Beserta Arti & 30 Rangkaian Namanya
25 Lagu Perpisahan Sekolah yang Menyentuh untuk Anak SD, SMP hingga SMA
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet & Hemat Listrik di Bawah Rp2 Jutaan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Susu Ibu Hamil yang Bagus dan Rasanya Enak
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
7 Sofa Minimalis Harga di Bawah Rp2 Jutaan yang Nyaman & Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Susu yang Bagus untuk Ibu Hamil dan Janin
Melly FebridaTERBARU DARI HAIBUNDA
Klarifikasi Teuku Rassya soal Kabar Tamara Bleszynski Jadi Tamu di Pernikahannya
Perbedaan Perubahan Otak Bunda saat Hamil Anak Pertama dan Kedua
Viral Grup Chat Mesum Mahasiswa FHUI, 16 Pelaku Dikumpulkan di Forum
Suka Makanan Jepang? Yuk Makan Bareng Keluarga di Gyukatsu Nikaido, Diskon 50% Pakai Allo Paylater!
Nama Anak Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie Beserta Arti & 30 Rangkaian Namanya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Urutan Wali Nikah Dalam Ajaran Islam yang Wajib Diketahui
-
Beautynesia
6 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Matematika Menurut Psikologi, Nggak Sekadar Jago Angka
-
Female Daily
ArtScience Museum Mengungkap Tubuh Manusia Melalui ‘Flesh and Bones: The Art of Anatomy’
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya G-Dragon 'King of KPop' Tampil di Coachella 2026, Tiga Kali Ganti Outfit
-
Mommies Daily
7 Cara Memilih Sekolah sesuai Karakter Anak, Jangan Sekadar Ikut Tren!