MENYUSUI
Kasus Kanker Payudara Diprediksi Tembus 3,5 Juta pada 2050, Ini Penyebab Utamanya
Melly Febrida | HaiBunda
Sabtu, 20 Jun 2026 10:40 WIBJumlah kasus kanker payudara meningkat di berbagai negara dan diperkirakan akan menjadi tantangan kesehatan global dalam beberapa dekade mendatang. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa kasus kanker payudara diprediksi tembus 3,5 juta pada 2050.
Tentu jumlah ini meningkat lebih dari sepertiga daripada tahun 2023. Apa penyebab utamanya?
Ternyata peningkatan tidak hanya dalam jumlah kasus, tapi juga angka kematian akibat kanker payudara yang diperkirakan terus meningkat.
Tahun 2050, kasus kanker payudara diprediksi tembus 3,5 juta
Kanker payudara adalah kanker yang paling umum di kalangan perempuan di seluruh dunia. Pada 2023, kanker payudara menyumbang sekitar seperempat dari seluruh diagnosis kanker pada perempuan di dunia.
Melansir Euronews, dalam studi Global Burden of Disease Study Breast Cancer Collaborators, yang diterbitkan di The Lancet Oncology, kasus kanker payudara global diperkirakan meningkat, mencapai 3,5 juta pada 2050.
Sementara itu, angka kematian tahunan akibat penyakit ini diproyeksikan meningkat hingga 44 persen menjadi sekitar 1,4 juta kematian per tahun.
Peneliti menganalisis tren kanker payudara di 204 negara dan wilayah dari tahun 1990 hingga 2023, serta membuat proyeksi hingga tahun 2050.
Studi tersebut mencatat bahwa pada 2023 terdapat sekitar 2,3 juta kasus kanker payudara baru, 764 ribu kematian, dan 24,1 juta disability-adjusted life years (DALY).
DALY merupakan ukuran yang digunakan untuk menghitung jumlah tahun kehidupan sehat yang hilang akibat penyakit, kecacatan, atau kematian dini.
"Kanker payudara terus memberikan dampak yang besar pada kehidupan dan komunitas perempuan," kata penulis utama studi, Kayleigh Bhangdia dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), University of Washington, Amerika Serikat.
Penyebab kanker payudara meningkat
Dalam beberapa dekade terakhir telah terjadi perubahan faktor risiko. Ini juga berkontribusi terhadap meningkatnya jumlah kasus kanker payudara.
Berdasarkan hasil analisis, peningkatan angka obesitas dan perubahan faktor reproduksi turut memengaruhi risiko kanker payudara. Beberapa di antaranya adalah pubertas yang terjadi lebih dini, usia melahirkan yang semakin terlambat, serta menopause yang terjadi lebih lambat.
Faktor risiko lain yang diidentifikasi para penulis adalah perubahan gaya hidup. Faktor perilaku menjelaskan 28 persen dari beban kanker payudara global tahun 2023, 6,8 juta tahun kehidupan sehat yang hilang akibat kecacatan, penyakit, dan kematian dini.
Faktor gaya hidup yang berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker payudara, antara lain:
- Konsumsi daging merah yang tinggi
- Merokok
- Gula darah tinggi
- Indeks massa tubuh tinggi
- Konsumsi minuman beralkohol
- Aktivitas fisik rendah
Dari berbagai faktor tersebut, konsumsi daging merah yang tinggi dikaitkan dengan sekitar 11 persen dari total tahun kehidupan sehat yang hilang akibat kanker payudara.
Marie Ng, salah satu penulis senior penelitian, mengatakan bahwa sebagian faktor risiko kanker payudara sebenarnya dapat dimodifikasi melalui perubahan gaya hidup.
"Dengan lebih dari seperempat beban kanker payudara global terkait dengan enam perubahan gaya hidup yang dapat dimodifikasi, ada peluang besar untuk mengubah lintasan risiko kanker payudara untuk generasi berikutnya," ujarnya.
Menurut Ng, kebijakan kesehatan masyarakat yang mendukung pola hidup sehat dan akses yang lebih mudah terhadap pilihan gaya hidup sehat dapat membantu menekan peningkatan kasus kanker payudara di masa depan.
Pentingnya deteksi dini
Para ahli tetap menekankan bahwa deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat membantu meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Melansir World Health Organization (WHO), deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan rutin dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi salah satu strategi penting untuk menurunkan angka kematian akibat kanker payudara.
Temuan ini terlihat di negara-negara berpenghasilan tinggi. Dalam tiga dekade terakhir, angka kematian dan DALY akibat kanker payudara turun sekitar 30 persen berkat deteksi dini dan pengobatan yang lebih baik.
Angka kejadian yang lebih tinggi dalam registrasi tidak selalu berarti kabar buruk. Para penulis mencatat bahwa perempuan di negara-negara berpenghasilan tinggi biasanya mendapat manfaat dari skrining, diagnosis yang lebih tepat waktu, dan strategi pengobatan yang komprehensif.
"Beban kanker payudara yang meningkat bergeser ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah dengan individu sering menghadapi diagnosis stadium lanjut, akses yang lebih terbatas terhadap perawatan berkualitas, dan angka kematian yang lebih tinggi yang mengancam kemajuan dalam kesehatan perempuan," kata Bhangdia.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Paparan BPA pada Galon Air Bisa Sebabkan Kanker Payudara, Simak Faktanya
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Benarkah Sayap Ayam Bisa Sebabkan Kanker Payudara? Ini Kata Dokter
Mengenal Penyebab dan Jenis Kanker Payudara Serta Pencegahannya
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang dengan Pola Pikir Sempit dari Kalimat yang Sering Diucapkan
Usai Melahirkan Anak Keempat, Istri Rigen Putuskan Steril karena Kondisi Jantung
Sebuah Perjuangan Masuk Sekolah Negeri
Ciri Kepribadian Orang Selalu Sendiri dan Sulit Punya Teman
20 Nama Anak Artis Indonesia Berawalan T dan Artinya, Bagus Penuh Makna
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Buku Tulis Sekolah Anak yang Bagus dan Tidak Mudah Rusak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Powerbank CCC dan Fast Charging, Cocok buat Pertolongan saat Mati Lampu
asaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Serum untuk Rambut Rontok, Bantu Perkuat Akar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Bibit Jeruk Lengkap dari Purut, Nipis & Bali
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang dengan Pola Pikir Sempit dari Kalimat yang Sering Diucapkan
Sebuah Perjuangan Masuk Sekolah Negeri
Usai Melahirkan Anak Keempat, Istri Rigen Putuskan Steril karena Kondisi Jantung
Ciri Kepribadian Orang Selalu Sendiri dan Sulit Punya Teman
Kasus Kanker Payudara Diprediksi Tembus 3,5 Juta pada 2050, Ini Penyebab Utamanya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Foto Bareng Rakin Disebar Teman, Fuji Dapat Peringatan dari Warganet
-
Beautynesia
Harga Tiket dan Cara ke Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 dengan Transportasi Umum
-
Female Daily
Boy Group K-Pop LNGSHOT akan Hadir di NBA Rising Stars Invitational Kedua sebagai Pengisi Acara Utama!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 20 Juni: Pisces Lebih Bijaksana, Aquarius Tetap Tenang
-
Mommies Daily
10 No-Bake Recipes. Mudah Dibuat Bersama Anak, Enak, Tanpa Oven dan Kompor,