MOM'S LIFE

Tanda-tanda Hubungan Suami Istri Mulai Tak Sehat

Amelia Sewaka 11 Jul 2018
Tanda-tanda Hubungan Suami Istri Mulai Tak Sehat/ Foto: thinkstock Tanda-tanda Hubungan Suami Istri Mulai Tak Sehat/ Foto: thinkstock
Jakarta - Terkadang ada beberapa hal yang tidak terlihat secara jelas ketika hubungan rumah tangga tak lagi sehat. Banyak faktornya, entah kita atau pasangan yang terlalu cinta hingga membutakan semua hal atau ada faktor lainnya yang mau tak mau membuat kita harus tutup mata.

Ketika rumah tangga sudah nggak sehat lagi, bisa ditandai dengan kondisi yang terlihat jelas. Misalnya terjadi kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, dan pelecehan verbal. Namun, ada juga tanda-tanda halus rumah tangga sudah nggak sehat yang nggak kalah bahaya dan patut dipertimbangkan, Bun.

"Tak peduli jenis hubungannya, penting diingat untuk memperhatikan apa yang kita rasa. Menjaga emosi sendiri dapat membuat kita berkembang secara mental sehingga kita bisa memilih situasi yang lebih sehat," kata Andrea Bonior, profesor psikologi di Georgetown University dan penulis 'The Friendship Fix'.

Sedangkan menurut Ginnie Love Thompson, seorang psikoterapis di Florida, setiap hubungan memiliki tingkat toksisitas. Dengan kata lain nggak hibungan yang sempurna, selalu ada masalah yang harus diselesaikan. Nah, berikut ini 'red flag' atau tanda-tanda bahwa hubungan kita dan pasangan mulai nggak sehat, Bun.

1. Terlalu Mengontrol dan Tak Punya Jalan Sendiri
Tanda-tanda Hubungan Suami Istri Mulai Tak SehatFoto: Thinkstock
"Salah satu tanda pertama dari hubungan yang nggak sehat adalah ketika salah satu pasangan sangat mengontrol atau superior," kata Bonior.

Mengontrol tidak selalu berarti mengancam secara fisik atau kekerasan. Bisa saja seperti kita merasa takut untuk membagikan pendapat karena sejatinya pasangan yang terlalu pengendali akan mengabaikan atau menolak pendapat kita.

"Jika kita benar-benar baik-baik saja dengan membiarkan pasangan membuat sebagian besar keputusan, pengaturan ini bisa baik-baik saja. Tetapi seringkali dalam hubungan yang beracun, satu pasangan akhirnya menyerah karena mereka tidak merasa didengar," lanjut Bonior.

2. Enggan Bertanggung Jawab

Jika Bunda sering bertengkar perkara hal kecil seperti perkara mengambil handuk basah atau sekadar membeli barang yang ternyata sudah ada di rumah atau bahkan pertengkaran setiap waktu, ini berarti sudah memasuki area 'red flags'.

"Orang dalam kondisi sehat mental dapat menerima masukan yang bernar. Jika pasanganmu beracun, kemungkinan ia akan menyalahkanmu dengan menyakiti perasaanmu," kata Rebecca Hendrix, psikoterapis di New York.

3. Kurangnya Penghargaan dan Berperilaku Buruk
Tanda-tanda Hubungan Suami Istri Mulai Tak SehatFoto: thinkstock

Dalam studi University of Georgia tahun 2015, jika menikahi seseorang karena merasa dirinya dihargai oleh pasangannya dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan, maka kualitas pernikahannya lebih baik.

"Ini menunjukkan kekuatan terima kasih. Bahkan jika pasangan mengalami kesulitan dan stres, rasa syukur dalam hubungan dapat membantu mempromosikan hasil perkawinan yang positif," kata penulis studi Allen Barton.

4. Mulai Terjadi Kekerasan

Jika menampar, mengumpat, dan melakukan kekerasan fisik terjadi udah pasti ini nggak boleh ditolerir lagi. Bunda perlu tahu, ketika suami membentak karena kita dianggap nggak mendengar dia atau mencengkeram wajah kita sambil berkata kasar, itu udah termasuk kekerasan lho, Bun.

"Perilaku ini tidak melulu menyebabkan kerusakan fisik, tetapi mereka benar-benar mewakili titik-titik konflik yang mendidih," kata Kelley Quirk, seorang peneliti klinis di The Family Institute di Northwestern University.

Kelley menambahkan, perilaku seperti ini mungkin tidak terlalu masalah ketika seorang wanita melakukannya dan masyarakat menganggap sebagai bentuk lucu-lucuan seorang pasangan. Tapi, akan berbeda jika laki-laki yang melakukan hal ini. Ditambah, jika sudah di tahap meninju dinding atau melempar benda selama perkelahian jelas ini tanda 'red flags' banget, Bun.

"Bukan hanya tidak sehat secara mengatur emosi, tapi ini akan meningkat jadi hal yang benar-benar membahayakan. Oke, 10 tahun piring itu hanya jadi pelampiasan, tapi di tahun berikutnya bisa saja piring itu mengarah ke pasangan. Ini tentang keselamatan emosional, pasangan harus bisa berekspresi tanpa takut akibat yang didapat," papar Kelley.

5. Banyak Kebohongan
Tanda-tanda Hubungan Suami Istri Mulai Tak SehatBerbohong juga tidak baik. Foto: Thinkstock
Ya mungkin kebohongan kecil tidak terlalu bermasalah apalagi demi melindungi orang yang disayang. Tapi motivasi kebohongan ini patut dipertanyakan jika yang berbohong adalah pasangan kita.

"Apakah itu berhubungan dengan sesuatu yang tidak kita dukung atau karena alasan lain. Itu akan menjadi masalah besar kalau terus ditutupi," kata Kelley.

Kelley menambahkan, apapun alasannya tekankan pada pasangan bahwa ketidakjujuran tidak bisa ditoleransi dalam suatu hubungan apalagi kalau pola tersebut cenderung berulang. Rebecca Hendrix menambahkan, pasangan yang sehat selalu terbuka dengan hal apapun, tiap pasangan harus tahu cara berkomunikasi yang baik dan efektif.

"Jika saat berbicara pasangan selalu mengatakan tidak ingin membicarakannya, tidak fokus, bahkan tidak responsif ini merupakan bendera merah," ungkap Rebecca.

6. Perkelahian Tiada Akhir dan Tak Pernah Bicarakan Hal Serius

Pertengkaran bisa dikatakan sehat jika pasangan sudah merasa baik setelahnya. Tapi beda lagi jika hanya ada argumen dan pertengkaran tidak terselesaikan.

"Terkadang masih tersisa dendam jika pasangan tidak benar-benar mengerti permasalahannya. Atau pasangan merasa tidak akan ada yang berbeda meskipun pasangan mereka mengerti. Agar tiap pasangan merasa sederajat pastikan saling mendengar satu sama lain," tutur Kelley.

Seringkali masalah yang tidak dibicarakan dapat membunuh suatu hubungan. Ada beberapa alasan orang tidak ingin membicarakan masalahnya antara lain takut dengan reaksi pasangannya, takut tidak dihargai atau menghindari topik yang serius.

7. Kehilangan Berat Badan dan Tidak Saling Menyentuh
Tanda-tanda Hubungan Suami Istri Mulai Tak SehatFoto: ilustrasi/thinkstock
Ketika salah satu pasangan menurun berat badannya itu berarti ada dinamika yang berubah. Tentu saja ini bisa jadi hal yang baik, terutama jika bisa mendorong pasangan untuk bisa hidup lebih sehat atau lebih romantis. Namun terkadang, penurunan berat badan dapat memiliki efek negatif pada hubungan.

Dalam studi tahun 2013 dari North Carolina State University, para peneliti mencatat beberapa pasangan merasa cemburu atau terancam ketika berat badan mereka yang turun lalu diomeli oleh pasangan. Untuk menjaga agar situasi ini tidak menjadi beracun kata peneliti komunikasi terbuka adalah kuncinya.

"Bicarakan tentang hal itu sebelumnya dan terus membicarakannya," kata Charlotte Markey, profesor psikologi di Universitas Rutgers yang meninjau temuan penelitian tersebut.

Berciuman, berpelukan, dan kontak kulit melepaskan hormon ikatan dan endorphin sehingga pasangan merasa lebih baik. Jadi, jika kita tidak memberi kasih sayang secara teratur maka kita kehilangan bagian penting dari hubungan romantis yang sehat.

Dalam penelitian Kinsey Institute 2011, pria dan wanita yang melaporkan sering berciuman lebih puas secara seksual dan pria lebih bahagia dengan hubungan mereka secara keseluruhan. Bahkan situasi tidur kita mungkin menjadi 'red flag' bahwa ada yang tidak beres. Dalam sebuah penelitian di Inggris tahun 2001, pasangan yang tidurnya jauh terpisah tidur memiliki kemungkinan kecil untuk bahagia dengan hubungan mereka.

8. Tidak Bisa Menjadi Diri Sendiri

"Ada orang-orang beracun dan ada interaksi beracun. Dan kadang-kadang kita dapat memiliki hubungan di mana kedua belah pihak adalah orang baik, tetapi untuk alasan apa pun kita membawa dampak buruk satu sama lain," tutur Kelsey.

Bisa jadi kita ingin berkomitmen dengan pasangan supaya nggak tertekan. Atau kita ingin menuruti kemauan pasangan meski itu bikin diri sendiri nggak sreg.

"Jika kita tidak mendapatkan petunjuk atau bala bantuan yang diharapkan itu bisa menjadi bencana, meskipun pasangan secara teknis tidak melakukan sesuatu yang salah," lanjut Kelsey.

Hubungan jadi nggak sehat ketika kita nggak bisa jadi diri sendiri. Kata Bonior, akan jadi sesuatu yang bikin tak nyaman ketika kita memakai topeng di depan pasangan. Memang, tiap orang punya standar masing-masing tentang suatu hal. Tapi kenyamanan jauh lebih penting buat pasangan suami istri ketimbang mengedepankan ego dalam mempertahankan standar masing-masing.

Ketika beberapa tanda ini sudah muncul, coba bicarakan dengan pasangan atau bisa dikonsultasikan ke psikolog. Ya, supaya atau masalahnya nggak berlanjut, Bun. (rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi