MOM'S LIFE

Hadiah Sederhana dari si Kecil yang Bikin Zaskia Mecca Haru

Amelia Sewaka Jumat, 31 Agu 2018 - 15.03 WIB
Hadiah Sederhana dari si Kecil yang Bikin Zaskia Mecca Haru/Foto: Instagram/Zaskia Adya Mecca Hadiah Sederhana dari si Kecil yang Bikin Zaskia Mecca Haru/Foto: Instagram/Zaskia Adya Mecca
Jakarta - Bunda pernah nggak diberi hadiah si kecil tiba-tiba? Nggak mesti hadiah mahal, yang sederhana tapi membekas maknanya buat kita. Nah, hal ini juga dirasakan Zaskia Adya Mecca saat diberi 'hadiah' sederhana yang bikin dia melting.

Hal ini terlihat dalam unggahan Zaskia dalam Instagramnya berupa foto dirinya dengan tangan yang ditempeli tato mainan. Eits, jangan salah tato mainan itu ada maknanya nih, Bun. Jadi ceritanya, malam sebelum Zaskia Adya Mecca melakukan launching produknya, si kecil Kala Madali menempelkan tato stiker mainan dari snack jajanannya.

Tato mainan bergambar Power Ranger tersebut ditempel oleh Kala. Kok gambar Power Ranger? Kata Kala supaya ibunya kuat. Nggak lupa dia juga mengecup manis sang bunda. Aih, manis banget sih kamu, Nak.

"(Tato) ini nggak saya hapus bahkan udah 2 hari karena kerasa banget energinya tiap ngelirik punggung tangan kiri ini. Pas dapetin 'kado' dari mereka yang ajaib-ajaib bikin haru rasanya," tulis Zaskia Adya Mecca.

[Gambas:Instagram]


Anak punya berbagai caranya dalam memberi kita 'hadiah' ya, Bun. Mau ajaib sekalipun dan nggak pernah terduga pasti selalu berhasil bikin melting dan haru. Kita pun kadang suka memberi si kecil hadiah ya, Bun, sebagai bentuk apresiasi ke anak misal ketika ia berhasil mengerjakan ujian.

Eits, tapi jangan apa-apa dan selalu mengimingi anak hadiah ya, Bun, disarankan hadiah itu diberikan sebagai bentuk kejutan dan diberi secara acak atau random.

Menurut psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, tujuan memberi hadiah anak dalam bentuk kejutan setelah ia bisa menyelesaikan tugas dengan baik yakni anak tahu bahwa apa yang ia lakukan adalah kerja keras dan memang patut diapresiasi.

"Kalau diawal diiming-imingi, mindset anak bisa berubah jadinya targetnya bukan menyelesaikan ujian dan mendapat nilai bagus, tapi hadiahnya, baik berupa barang atau jalan-jalan ke luar negeri misalnya," tutur Ratih seperti dikutip dari detikHealth.

Ratih juga menyarankan pemberian hadiah sebagai apresiasi pencapaian anak dilakukan secara acak. Dengan kata lain tidak terus-terusan sehingga anak belajar melewati ujian dengan target nilai yang baik memang bentuk pencapaian untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

(aml/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi