MOM'S LIFE

Saat Anak Almarhum Herman 'Seventeen' Ingin Ikuti Jejak Sang Ayah

Yuni Ayu Amida Rabu, 13 Feb 2019 - 19.36 WIB
Foto: instagram @julianamoechtar Foto: instagram @julianamoechtar
Jakarta - Tragedi tsunami Banten pada akhir Desember 2018 pastinya masih menyisakan luka mendalam bagi para korban. Tidak mudah menghapus duka akibat perginya orang tersayang, seperti dialami keluarga personil band Seventeen, salah satunya keluarga Herman Sikumbang.


Beberapa waktu lalu, istri sang gitaris, Juliana Moechtar, mengenang Herman lewat akun Instagram miliknya, @julianamoechtar. Wanita 39 tahun ini mengunggah potret kedua anak mereka, Fuza dan Hisyam, bersama Ifan sang vokalis.

Mengharukan, wanita yang dinikahi Herman Seventeen pada 2012 ini menulis, kedua putranya ingin menjadi musisi mengikuti jejak sang ayah dan rekannya.

"@hafuza_hisyam with om @ifanseventeen, fuza katanya pengen kayak papĂ  @hermanseventeen main gitar, kalau Hisyam pengenya kayak Om Ifan jadi penyanyi," tulis finalis Puteri Indonesia 2010 ini.

[Gambas:Instagram]


Tapi, netizen malah berkomentar semoga Juliana Moechtar dapat bersatu dengan Ifan Seventeen. Banyak yang bilang mereka cocok karena Ifan tampan, sedang Juliana cantik. Keduanya juga dinilai baik dan pastinya memiliki ikatan emosional serupa karena mereka mengalami rasa kehilangan yang sama.

Ya, tugas seorang ayah tak hanya menafkahi keluarga dengan mencukupi kebutuhan materi. Peran ayah juga dibutuhkan dalam mendidik buah hati. Dikatakan dr.Gail Gross, Ph.D, psikolog yang menulis buku The Only Way Out is Through, setiap pria bisa menjadi seorang ayah.

"Tapi, lebih dari itu, yang terpenting adalah peran ayah dalam kehidupan anak-anak," katanya dilansir Huffpost.

Menurut Gross, ayah adalah pusat kesejahteraan emosional anak-anak dan sosok yang bisa menjaga kedisplinan dalam keluarga. Studi menunjukkan, ayah yang penuh kasih sayang dan suportif akan berkontribusi besar pada perkembangan kognitif, bahasa dan sosial anak, serta prestasi akademik.

Bicara soal kehilangan figur ayah, pastinya tidak mudah bagi seorang anak, Bun. Beberapa penelitian menunjukkan, ketidakhadiran ayah akan membuat anak laki-laki lebih cepat mengalami pubertas atau justru sebaliknya.


Ulasan Our Every Daily Live menyebut jika anak laki-laki butuh figur ayah untuk belajar bagaimana menjadi laki-laki. Tanpa kehadiran ayah, anak laki-laki berisiko tumbuh menjadi pria yang memiliki masalah dengan prilaku, stabilitas emosi dan hubungan dengan orang lain.

"Anak laki-laki remaja mencari figur ayah untuk memberi tahu mereka apakah cukup baik menjadi untuk menjadi pria," ungkap psikolog Frank Pittman.



(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi