moms-life

Curahan Hati Jennifer Garner Soal Menjadi Single Mom

Radian Nyi Sukmasari Kamis, 30 Nov 2017 10:02 WIB
Curahan Hati Jennifer Garner Soal Menjadi Single Mom
Jakarta - Jadi ibu tunggal atau single mom memang bukan hal yang mudah ya, Bun. Ini juga nih yang dirasakan aktris Jennifer Garner setelah bercerai dari Ben Affleck di tahun 2015.

"Saya nggak akan pernah memilih hidup seperti ini untuk diri saya sendiri dan anak-anak saya," ujar Jennifer Garner dalam premiere film barunya 'The Tribes of Palos Verdes', dikutip dari news.com.au.

Memang sih,JenniferGarner sama mantansuaminyaBenAffleck berusaha kompak untuk menciptakan situasi yang sehat buat ketiga anaknya Violet (11),SeraphinaRoseElizabeth (8),danSamuel (5). Tapi, sebagaiibuJennifer menekankan kalau kondisi kayak gitu nggak pernah dia harapkan terjadi di keluarganya,Bun.





Bahkan, Jennifer Garner bilang kalau bisa dia nggak akan memilih untuk jadi single mom. Tapi, karena takdir berkata lain, kadang kala kita memang mesti menerima kenyataan dan berdamai sama keadaan ya, Bun. Saat ini pun, Jennifer bilang butuh waktu buat dia untuk kembali menjalin sebuah hubungan.

"Saya belum pernah menjalin hubungan asmara dan nggak tertarik dengan itu. Ada orang yang sengaja mencomblangi saya tapi saya katakan tidak perlu, terima kasih," kata Jennifer Garner.

Ketika anak tinggal sama ibunya pasca bercerai, ada kok, Bun, cara yang bisa dilakukan agar anak tumbuh sehat dan optimal yaitu dengan jadi single mom yang sehat. Gimana caranya?

"Pastikan ibu punya waktu untuk anak juga untuk dirinya supaya secara emosional dia sehat. Lalu dia menyukai karirnya, punya teman laki-laki lain terutama yang menetap itu yang bikin emosi ibu sehat sehingga anaknya juga jadi sehat," kata psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli atau akrab disapa Vera, dikutip dari detikHealth.

Selain itu, bunda perlu mengenalkan peran gender ke anak kalau apa yang dilakukan bundanya yaitu mati-matian kerja bukan satu-satunya peran seorang ibu. Kata Vera, anak perlu diberi tahu peran ibu yang lain, bisa melalui contoh figur tertentu misalnya tante atau nenek yang melakukan tugas ibu lainnya.



"Perlu juga ngasih tahu ke anak figur laki-laki seperti apa. Oleh karena itu anak perlu figur laki-laki dewasa lain contohnya om, kakek, atau bahkan lelaki yang sedang dekat dengan sang ibu," kata Vera. (rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi