mom-life

Anak-anak Adalah Guru Kehidupan Terbaik untuk Saya...

Amelia Sewaka Jumat, 29 Dec 2017 14:59 WIB
Anak-anak Adalah Guru Kehidupan Terbaik untuk Saya...
Jakarta - Merawat, mengasuh atau membesarkan anak bisa jadi tantangan tersendiri buat orang tua. Kadang, dari anak pun kita para orang tua belajar banyak hal.

Hal ini juga yang dialami presenter Maya Septha. Perempuan yang akrab disapa Neng Maya ini menuliskan pesan bahwa anak merupakan cerminan orang tuanya. Dalam salah satu postingan di Instagramnya, Maya bilang dia banyak belajar dari anak-anaknya.

Contohnya Maya menyebut si kecil pemaaf banget. Ya, walaupun diomeli sang bunda tetap aya mereka sayang sama bundanya. Kemudian, Maya juga banyak melihat sifat dan sikap dirinya dalam tingkah laku si kecil Devon dan Kathleen.



"Your children says a lot about you. Anak-anak saya adalah tolak ukur terbaik saya untuk selalu memperbaiki diri. Karena mereka mencontoh saya. They will grow up to be like ME," tulis Maya dalam Instagramnya.

Meskipun, memang ada beberapa hal nggak bagus dari orang tua yang nyatanya dicontoh anak ya, Bun. Diakui Maya ia sangat berusaha jadi seorang ibu yang sabar karena pada faktanya ia pun tetap bisa ngomel atau marah ke anak-anaknya. Tapi kayak ibu kebanyakan, habis marahin anak, kita nyesel deh. Ya nggak, Bun? Maka dari itu, Maya bilang sebagai orang dewasa memang kita mesti pintar-pintar mengendalikan diri dan mengerti anak.

"Begitu sadar cepat kontrol dan berusaha lebih sabar lagi. Tapi tetep aja suka kelepasan, gregetan, emosi. Yang punya anak pasti ngerti saya ngomong apa. Kadang pengen jadi batman aja rasanya," ungkap Maya Septha.

[Gambas:Instagram]



Supaya nggak kelepasan emosi, Maya punya trik. Dia selalu menanamkan di pikirannya bahwa apa yang dia lakukan bakal ditiru sang anak dan si anak kelak akan kayak dirinya. Makanya, karena Maya nggak mau anaknya jadi sosok pemarah dan nggak sabar, Maya berusaha nggak jadi sosok pemarah dan nggak sabaran.

Kata Maya, dia pernah melihat anak pertamanya, Devon, meniru gaya merengutnya jika nggak suka akan sesuatu dan menggerutu saat nggak sabar. Maya baru sadar kalau dulu dia juga sering bersikap kayak gitu.

"I really try hard to be a better person. Nahan emosi. Nahan marah. Padahal kesel. tapi saya ngga rela anak saya jadi orang kayak gitu. I want him to have a better character. So i change my character better. Im far from perfect, but i try really hard to upgrade my attitude," tutur Maya.

Pada intinya orang tua ingin anaknya menjadi lebih baik bahkan lebih dari dirinya kan, Bun. Begitu juga Maya, ia berusaha keras untuk menjadi lebih baik dari mulai nahan emosi, marah, kesal serta mengubah karakternya jadi lebih baik. Memang nggak ada orang tua yang sempurna tapi Maya Septha selalu berusaha memperbaiki sikapnya.

Psikolog Klinis Dewasa, Dian Permatasari mengatakan, anak adalah cermin dari orang tuanya, seperti kata pepatah yaitu buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Bagaimana orang tua bersikap akan ditiru oleh anak. Dari orang tualah anak memperoleh nilai-nilai dasar kehidupan.


"Dalam menciptakan hubungan dengan anak, terutama jika sang anak telah beranjak dewasa, ciptakan suasana yang demokratis. Tapi nggak jarang juga di era yang modern ini, masih banyak orang tua yang menciptakan suasana otoriter kepada anak-anaknya," papar psikolog dari RS Meilia Cibubur ini.

Dian juga menambahkan, orang tua hanya bertugas membimbing dan memberikan yang terbaik bagi anaknya. Orang tua sama sekali tidak berhak memperlakukan anak sebagai alat untuk memenuhi obsesinya. Setuju, Bun? (rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi