sign up SIGN UP search


moms-life

4 Komentar Menyebalkan untuk Ibu Baru Melahirkan Seperti Fahrani

Siti Hafadzoh Rabu, 31 Oct 2018 12:01 WIB
Bagi ibu baru melahirkan seperti aktris Fahrani, umumnya ada 4 komentar yang disampaikan dan itu bisa terdengar menyebalkan. caption
Jakarta - Ada berita bahagia nih, Bun dari aktris Fahrani Pawaka Empel. Seminggu yang lalu, ia melahirkan bayi mungil di Ubud, Bali. Berita bahagia ini dibagikan Fahrani lewat Instagram Story-nya kemarin siang. Sebagai

Dia memberi tahu bahwa putra kecilnya lahir prematur. Fahrani juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang memberinya kasih sayang dan dukungan yang diberikan kepadanya, putra kecil, dan ayah dari si kecil.

"Scorpio Indigo Sun kami telah mendarat di bumi, dengan tidak terduga, 6 hari yang lalu ketika bulan purnama di Ubud. Dia lahir normal hanya dalam waktu 1,5 jam persalinan. Dua bulan lebih awal," kata Fahrani.


Nah, setelah melahirkan seperti Fahrani biasanya para ibu mendapat berbagai komentar nih. Dirangkum HaiBunda, berikut beberapa komentar menyebalkan yang sering didapat ibu baru melahirkan.

FahraniFahrani/ Foto: Instagram


1. Kok bayinya kecil?

Bobot bayi jadi salah satu hal yang umumnya ingin diketahui orang-orang saat menjenguk bayi baru lahir. Padahal, bobot bayi jadi salah satu hal yang sensitif bagi ibu melahirkan karena beberapa bayi lahir dengan bobot normal, tapi ada juga bayi yang lahir lebih besar atau lebih kecil, Bun. Dikutip dari detikcom, di Eropa dan Amerika, berat bayi normal yang di kandungan 37-42 minggu adalah 2,5-4 kg.

"Walaupun di Indonesia beberapa menggunakan kesepakatan berat bayi yang normal yaitu 2,5-3,5 kg. Berat badan bayi saat lahir juga dipengaruhi banyak faktor," ujar dr Hari Nugroho SpOG dari Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Faktor yang memengaruhi berat badan bayi tersebut antara lain nutrisi ibu ketika hamil, penyakit yang menyertai kehamilan, penyakit jantung dan infeksi. Penyakit yang menyertai kehamilan dan infeksi bisa menurunkan bobot bayi dalam kandungan. Sedangkan, penyakit diabetes pada ibu justru meningkatkan berat badan bayi dibanding berat badan normalnya.

Ilustrasi ibu baru melahirkan seperti FahraniIlustrasi ibu baru melahirkan seperti Fahrani/ Foto: thinkstock
2. Melahirkan normal atau caesar?

Sebagian orang berpendapat bahwa melahirkan normal adalah pilihan yang paling baik. Padahal, nggak semua ibu bisa melahirkan secara normal, Bun. Kalau berkomentar seperti ini kepada ibu yang melahirkan sesar karena satu dan lain hal, pasti si ibu merasa tersinggung.

Menurut dr Uf Bagazi, SpOG dari Brawijaya Hospital, ada tiga faktor yang menyebabkan ibu tidak dapat melahirkan secara normal, yaitu faktor ibu, bayi, dan keduanya. Faktor penyebab yang ada pada ibu misalnya ukuran panggul ibu terlalu kecil, sehingga tidak memungkinkan untuk bayi lahir normal. Bisa juga karena adanya infeksi, miom, atau tumor yang ada di rahim ibu, juga gangguan kesehatan lain yang dialami ibu.

"Faktor pada bayi, bayinya besar, bayinya sungsang, bayinya melintang gitu. Itu nggak bisa. Terus faktor di keduanya, proporsi bayi sama ibu gak cocok nih. Jadi bayinya kegedean, ibunya kekecilan, gitu," ujar dr Uf kepada HaiBunda beberapa waktu lalu.

3. ASI-nya kok sedikit?

Pertanyaan kayak gini bisa banget mengganggu ketentraman ibu yang baru melahirkan. Beberapa orang yang datang menjenguk biasanya mengomentari jumlah ASI yang sedikit. Padahal, ASI yang keluar ketika baru melahirkan memang sedikit kok, Bun. ASI yang baru keluar ini disebut kolostrum. Jumlahnya memang sedikit, tapi konsentrasinya lebih pekat dibandingkan ASI matang.

"Fungsi kolostrum itu untuk saluran pencernaan yang akan bermanfaat untuk menghindari bayinya kesakitan. Kalau udah mulai besar bayinya, dia lebih banyak mengandung antimikroba. Supaya terhindar dari penyakit-penyakit infeksi. dan untuk menghindari tumor, kanker, setelah berusia di atas 2 minggu," ujar konselor laktasi, dr Sylvia Haryeny, IBCLC.

Menurut dr Sylvia, kalau ingin memperbanyak ASI ibu harus sering-sering menyusui. Semakin sering menyusui, semakin banyak ASI yang dihasilkan. Karena isapan bayi pada saat menyusu dapat meningkatkan produksi ASI di payudara.

4. Kok nggak mirip ibunya?

Terkadang, bayi baru lahir memang sulit diidentifikasi mirip siapa. Mungkin hari ini si kecil lebih mirip ibunya. Tapi bisa jadi, beberapa bulan kemudian bayi lebih mirip ayah. Dikutip dari detikcom, kemiripan anak dengan orang tuanya nggak cuma dilihat dari wajahnya. Tapi bisa juga dilihat dari tinggi badan, warna kulit, rambut, dan warna gigi. Jadi, nggak cuma lihat kemiripan dari bentuk wajah.

Nah, kalau menurut Bunda, komentar apa sih yang paling menyebalkan untuk ibu yang baru melahirkan seperti Fahrani? (rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi