HaiBunda

MOM'S LIFE

Kriteria Hubungan Seks yang Bikin Pasutri Bahagia

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Selasa, 13 Aug 2019 19:00 WIB
Ilustrasi kriteria hubungan seks/ Foto: iStock
Jakarta - Tiap pasangan suami istri (pasutri) pastinya menginginkan sesi bercinta yang menyenangkan. Alhasil, mereka merasa bahagia setelah bercinta. Tapi, Bunda dan Ayah tahu enggak? Kesenangan saat berhubungan seks bukan satu-satunya faktor yang bikin pasutri bahagia.

Berdasarkan studi yang dipublikasi di journal Science, hubungan seks yang menyenangkan bukan satu-satunya penentu kebahagiaan pasangan. Berdasarkan studi yang dilakukan Matthew Killingsworth dan timnya dari Harvard University, rasa bahagia muncul ketika seseorang benar-benar merasa dekat dengan pasangan saat di ranjang.

"Termasuk ketika pasangan terhubung amat erat secara fisik, lalu ketika perhatian sepenuhnya tercurahkan," kata profesor psikologi yang tak terlibat dalam penelitian, Alan Fogel, dilansir Psychology Today.


Studi ilmiah menunjukkan ketika pasangan bercinta lalu terganggu oleh pikiran, perselisihan, keraguan, dan penilaian negatif terhadap diri sendiri, kegiatan di ranjang jadi tidak membahagiakan. Padahal, menurut Fogel penting banget bagi pasangan untuk menghabiskan waktu berdua secara intim setelah aktivitas seharian.

"Jadi, meski Anda dan pasangan tidak merasa terlalu puas dalam hubungan seksual itu, tapi selama Anda berdua terhubung, saling berbagi, dan benar-benar hadir, hubungan pernikahan bisa semakin erat," tambah Fogel.

Bahkan, kata Fogel sebuah studi menunjukkan bahwa kehadiran pasanganlah yang membuat sesi di ranjang membahagiakan, tak melulu tentang kesenangan di kamar tidur.

Sementara itu, menurut Dr.Derek Cox yang pernah menjabat sebagai Director of Public Health di Dumfries dan Galloway NHS, mengatakan ada kaitan antara kebahagiaan dengan kesehatan. Dengan kata lain, kebahagiaan bisa jadi salah satu prediktor kondisi kesehatan seseorang.

Ilustrasi kriteria hubungan seks/ Foto: iStock
"Sebuah studi menunjukkan orang yang lebih bahagia juga melakukan proteksi lebih baik pada risiko penyakit jantung dan stroke," kata Cox melansir dari reset.me.


Stres, yang bisa berefek buruk bagi kondisi biologis seseorang bisa memicu gaya hidup yang enggak sehat. Maka dari itu, dengan merasa bahagia, setidaknya seseorang lebih mudah mengubah gaya hidupnya jadi lebih baik.

Bunda, simak juga jus detoks sebagai penangkal stres di video berikut.

(rdn/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja

Mom's Life Arina Yulistara

5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama

Parenting Annisa Karnesyia

Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat

Parenting Kinan

200 Pertanyaan Lomba Cerdas Cermat seputar Kemerdekaan 17 Agustus 2026, Soal Tingkat SD-SMP

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat

5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama

7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja

5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK