HaiBunda

MOM'S LIFE

Investasi Digital, Cocok untuk Bunda yang Cari Untung Cepat

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 26 Sep 2019 18:22 WIB
Ilustrasi investasi digital/ Foto: iStock
Jakarta - Sudahkah Bunda membuat perencanaan keuangan keluarga? Bila belum, Bunda bisa mulai dari sekarang ya, termasuk soal investasi.

Menjadi ibu rumah tangga dan wanita bukan berarti tidak bisa mengatur keuangan keluarga. Menurut survei nasional Otoritas Jasa Keuangan 2016, tingkat literasi dan inklusi keuangan pada perempuan masih terbilang rendah, yaitu sebesar 25,5 persen dan 66,2 persen. Lebih rendah dibandingkan laki-laki.

Vice President of Marketing KoinWorks, Frecy Ferry Daswaty mengatakan, bukan berarti menjadi full time mommy tidak punya kekuatan sebagai perencana keuangan keluarga. Para ibu bisa mulai mengatur keuangan dengan menyisihkan sebagian pemasukan untuk investasi.


"Untuk mengatur keuangan keluarga baiknya adalah 10 persen untuk investasi, 70 persen kebutuhan pokok, dan 20 persen untuk kebutuhan lain, misalnya hiburan seperti jalan-jalan keluarga. Dari gaji atau pemasukan, sebaiknya sisihkan untuk investasi," kata Frency dalam acara 'Media KOINversation: Peran Wanita Sebagai Pengelola Keuangan Keluarga di Era Digital' di Lewis & Carroll, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Salah satu investasi yang menjanjikan adalah investasi digital dengan metode peer to peer lending (P2P lending). Metode ini menjadikan Bunda sebagai pemberi dana yang menginvestasikan uang untuk dipinjamkan kepada individu atau UKM (usaha kecil dan menengah).

"Metode P2P di Indonesia masih hal baru, namun dari segi manfaat, bisa untuk investasi jangkap pendek dan panjang tergantung pilihan masing-masing," ujar Frency.

Ilustrasi keluarga berinvestasi/ Foto: iStock

Pilihan mendanai UKM juga menjadi jaminan. Sebab, UKM tidak terpengaruh dengan konflik ekonomi dan politik seperti krisis keuangan.

Manfaat investasi ini juga menjanjikan return yang cepat dan cukup tinggi, bahkan hampir menyamai keuntungan saham. Cocok banget untuk Bunda yang mencari keuntungan dengan cepat.

"Untuk inverstor wanita, investasi ini cocok karena biasanya kaum wanita cenderung mencari yang aman tapi return cepat. Beda dengan laki-laki yang berani ambil risiko," tutur Frency.

Meski begitu, investasi ini tetap memiliki risiko ya, Bun. Salah satunya, bisa terjadi proses gagal bayar di sisi peminjam dan semuanya ditanggung pemberi dana.

Nah, sebelum Bunda mendaftar di investasi digital P2P, Frency menyarankan untuk melihat lagi platform digital dan profil UKM. Carilah platform yang bisa memberi perlindungan untuk meng-cover kerugian jika terjadi gagal bayar.

"Paling penting ya jangan takut mencoba untuk berinvestasi. Jangan cuma rencana saja, tanpa melakukan apa-apa," pungkas Frency.

Bunda, simak juga ya cara membuat tirai dari bahan bekas di video berikut:

(ank/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Desa Ini 17 Tahun Tak Mendengar Tangis Bayi, Kini Warganya Rayakan Harapan Baru

Kehamilan Natasha Ardiah

Kisah Bunda Dituntut Suami Biayai IVF karena Dituding Jadi Penyebab Sulit Hamil

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Kenapa Anak 14 Tahun Bisa Alami Gagal Ginjal? Ini Penjelasan IDAI, Bun

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

Bunda Wajib Coba! 7 Minuman Ini Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

Pemberian MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Kecuali di Wilayah Ini

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Desa Ini 17 Tahun Tak Mendengar Tangis Bayi, Kini Warganya Rayakan Harapan Baru

Heboh 12 Ton Cokelat KitKat Raib, Dicuri Orang Tak Dikenal

Kisah Bunda Dituntut Suami Biayai IVF karena Dituding Jadi Penyebab Sulit Hamil

Mata Anak yang Suka Main HP Bisa Jadi Juling, Benarkah?

Pemberian MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Kecuali di Wilayah Ini

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK