moms-life

Ayu Dewi Mellow Menyusui Anak Ketiga, Jadi Kangen Mendiang Ibu

Asri Ediyati Sabtu, 05 Oct 2019 09:45 WIB
Ayu Dewi Mellow Menyusui Anak Ketiga, Jadi Kangen Mendiang Ibu
Jakarta - Ayu Dewi telah melahirkan anak ketiganya pada Minggu (29/9/2019). Persalinan kali ini ada yang berbeda, tak ada ibunda yang menemani di ruang bersalin. Semua seperti sudah diatur Allah, begitu kata Ayu.

Ya, Ayu melahirkan anak ketiganya, Muhammad Aqli Athaya dengan operasi caesar. Di rumah sakit tempatnya melahirkan ada aturan yang tidak perbolehkan orang selain dokter dan perawat masuk ke ruang operasi.

"Mungkin sama Allah udah diatur kalo dulu di ruang bersalin ada suami, kalo sekarang hanya ada dokter aku. Enggak terasa kehilangannya kemarin. Jadi konsentrasinya ke operasi," kata Ayu Dewi.

Ayu bercerita kehamilan hingga persalinan ketiganya ini perjuangan panjang, banyak warnanya. Ia pun menyiapkan mental jelang persalinan dengan berusaha mengkhatami alquran dan banyak doa. Begitu pula dengan suaminya, Regi Datau, selama 24 jam suaminya terus berdoa.


"Selama 24 jam Regi ada, berdoa, tiap hari temenin, enggak bakal pulang kalau enggak disuruh," kata Ayu Dewi.

Setelah dua hari di rumah sakit, barulah Ayu merasa kehilangan sosok ibunda. Ia menangis rindu, bahkan membayangkan seandainya ada ibu pasti anak ketiganya itu sedang digendong. Terlebih di saat menyusui, Ayu mendadak mellow.
Ayu Dewi usai melahirkan anak ketigaAyu Dewi usai melahirkan anak ketiga/ Foto: Noel/detikFoto

"Nyusuin itu paling terharu. Ingatnya dengan ibu. Penuh haru. Kata orang kan kalau keluarga meninggal maka ada yang menggantikan seperti cucu baru. Menurutku sih ya memang aku hamil aja," ujar Ayu Dewi.

Bagi anak tunggal seperti Ayu Dewi, pasti tidak akan mudah menerima kepergian ibunya. Kehilangan orang tua merupakan pengalaman emosional setiap orang. Menurut psikolog Carl Pickhardt PhD dari Austin, Texas, kesehatan yang menurun, penyakit yang dialami, hingga kematian orang tua merupakan momok yang sangat menakutkan untuk anak.

"Jika anak tunggal dan orang tua tumbuh secara dekat, hidup bersama, dan menjadi teman dekat saat anak dewasa. Kehilangan orang tua bisa menjadi hal yang menakutkan untuk direnungkan. Sulit untuk ditanggung. Bisa jadi mereka merasa kehilangan selama bertahun-tahun," kata Carl dikutip dari Only Child.

Anak tunggal yang kehilangan orang tua tercinta, akan merasa ditinggalkan. Bahkan, pada beberapa orang dapat menyebkan kegalauan untuk melanjutkan sisa hidupnya tanpa kasih sayang orang tua. Rasa kehilangan juga berdampak besar bagi orang dewasa yang tinggalnya terpisah dari orang tua.

"Dalam proses yang menyakitkan ini, anak tunggal mungkin ingat bahwa ada beberapa sisi lain yang positif dari kehilangan orang tua," tutur Carl.

Tonton juga video Ayu Dewi diminta suami untuk lebih dewasa setelah kelahiran anak ketiga:

[Gambas:Video 20detik]

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi