moms-life

Ammar Zoni Menangis Antar Bayi Kembarnya ke Peristirahatan Terakhir

Maya Sofia Minggu, 06 Oct 2019 20:06 WIB
Ammar Zoni Menangis Antar Bayi Kembarnya ke Peristirahatan Terakhir
Jakarta - Ammar Zoni tak kuasa menahan tangis saat mengantar kedua buah hatinya ke peristirahatan terakhir. Seperti diketahui bayi kembar dalam kandungan sang istri, Irish Bella meninggal dunia pada Minggu (6/10/2019).

Mengutip InsertLive, bayi kembar Irish Bella dan Ammar Zoni yang berjenis kelamin perempuan dimakamkan di TPU Kalimulya 1, Depok, Jawa Barat. Mengenakan kaus berwarna hitam, Ammar tampak menggendong jenazah kedua buah hatinya yang telah ditutup dengan kain kafan.

Raut wajah pria berusia 26 tahun ini tampak menunjukkan kesedihan yang mendalam. Dalam kesempatan tersebut, Ammar menuturkan bahwa kedua anaknya merupakan titipan dari Allah.


"Itu semua titipan, dan Allah sekarang sudah minta titipan itu," ucap Ammar.

Sebelumnya, Irish Bella sempat mengalami perdarahan saat usia kandungan memasuki enam bulan. Perempuan berusia 23 tahun ini harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Kemudian pada pertengahan September lalu, Irish didignosis mengidap infeksi saluran kemih (ISK). Ketika itu, Ammar sempat memastikan Irish cepat mendapat penanganan dokter.

"Keadaan Mommy-nya ini alhamdulillah baik cuma memang dari tekanan darah tingginya menurun, trombositnya bagus, leukositnya tapi menurun. Terjadi indikasi infeksi di saluran kemihnya tapi alhamdulillah tidak masalah. Jadi baru indikasi, karena penanganan dari dokter yang cepat," ungkap Ammar Zoni, lewat channel YouTube miliknya.

"Kontraksi patut dipantau ibu-ibu semua, caranya cukup dipegang dari pusarnya, kencang atau tidaknya. Kalau di pusar ibunya enggak kencang berarti tidak kontraksi," sambungnya.

Namun takdir berkata lain, kedua bayi kembar Irish Bella dan Ammar Zoni harus berpulang untuk selama-lamanya.

Seperti halnya Ammar Zoni dan Irish Bella, semua orang tua pasti merasakan kesedihan mendalam setelah kehilangan sang anak untuk selama-lamanya. Menurut Dr Denise Turner, dosen di Social Work and Social Care, University of Sussex, aspek paling buruk saat orang tua kehilangan anaknya karena kematian adalah kesanggupan mereka untuk bertahan hidup yang jauh dari kata positif.

Mengutip dari Heal Grief, kehilangan anak karena kematian adalah tragedi yang besar. Di tahap awal, kebanyakan orang tua mengalami rasa sakit yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau lebih.

Nah, Bun, hubungan orang tua dan anak itu memang sangat kuat. Meskipun anak sudah dewasa dan enggak tinggal bersama orang tua, ketika mereka pergi untuk selama-selamanya disebutkan merampas bayangan orang tua tentang peran mereka di masa depan bak terampas.

Orang tua merasa gagal karena berpikir tidak dapat melindungi anak. Melanjutkan hidup selepas meninggalnya anak memang butuh kerja keras, Bun. Saat anak dilahirkan, orang tua seperti berjanji kepada anak tentang kehidupan baru dan masa depannya. Oleh karena itu,butuh komitmen yang kuat bagi orang tua untuk melanjutkan hidup. Ya, meski sekali lagi ini enggak mudah.

Biar enggak berlarut-larut dalam kesedihan. Ada 5 hal yang bisa dilakukan orang tua setelah meninggalnya sang buah hati.

1. Jangan menyembunyikan perasaan bersalah

Wajar memang bila orang tua merasa bersalah. Tapi orang tua juga harus menerimanya. Cobalah maafkan diri sendiri karena memang manusia tidak ada yang sempurna.

2. Terima rasa bahagia yang datang

Setelah kepergian anak untuk selamanya, yang paling sulit bagi orang tua adalah kembali ke kehidupan lagi. Ingat bahwa rasa bahagia adalah kunci untuk bertahan hidup. Tertawalah bila ada orang yang bercanda atau berusaha menghibur.

3. Buatlah langkah kecil dulu

Coba kerjakan hal kecil yang dulu sering dilakukan. Misalnya melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan.

4. Ingat hal positif

Boleh jika orang tua ingin mengenang anak yang sudah meninggal. Tapi ingat hal-hal yang positif saja. Walaupun memang tidak semua orang siap melakukannya.

5. Beri tahu orang lain apa yang dibutuhkan

Setelah rasa kehilangan, biarkan teman dan keluarga membantu. Orang tua bisa bicarakan apa yang mereka butuhkan, karena pasti di saat seperti itu butuh seseorang untuk mendengarkan isi hati kita kan, Bun?

Bunda juga bisa simak penjelasan dokter tentang delapan faktor yang bisa memicu keguguran, dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(som/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi