HaiBunda

MOM'S LIFE

6 Mitos Makanan & Kanker Payudara yang Masih Dipercaya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 03 Nov 2019 14:21 WIB
Ilustrasi kanker payudara/ Foto: iStock
Jakarta - Mengubah gaya hidup bisa menjadi cara untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara. Termasuk dengan membiasakan diri mengonsumsi makanan yang sehat.

Menurut dokter spesialis onkologi dr.Yendri Januardi, SpB(K)Onk, kanker payudara menjadi penyebab kematian pertama di Indonesia. Pola makan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penyakit ini, Bunda.

"Faktor utama penyebab kanker payudara tidak ada, paling banyak karena faktor risiko seperti pola makan dan hormonal," ujar Yendri dalam acara 'YOUVIT Care & Cure: Fight Back Breast Cancer' di Twin House, Cipete, Jakarta Selatan, baru-baru ini.


Faktor risiko inilah yang terkadang masih belum dipahami banyak orang. Sehingga bermunculan mitos seputar makanan yang kerap dikaitkan dengan penyebab dan penyembuhan kanker payudara.

Mengutip buku Gizi Optimal dari Yayasan Kanker Payudara Indonesia, berikut 6 mitos tersebut. Bunda mesti tahu ya.

1. Diet makrobiotik (gandum, sayur, rumput laut, kacang-kacangan, berbagai sup) dapat menyembuhkan kanker

Mitos: hingga kini belum tersedia bukti diet makrobiotik dapat mencegah atau menyembuhkan kanker.

2. Hanya dengan minum jus dapat memberikan hasil baik selama terapi kanker

Mitos: Tidak direkomendasi hanya minum jus saja selama terapi. Tubuh butuh makanan bergizi yang cukup protein dan kalori untuk mempertahankan berat badan saat terapi kanker.

Ilustrasi pegidap kanker payudara/ Foto: iStock

3. Wanita dengan kanker payudara tidak boleh konsumsi kacang kedelai

Mitos: Penelitian pada manusia menunjukkan bahwa makanan dari kedelai tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Sedangkan penelitian pada survivor kanker payudara juga tidak menunjukkan interaksi berbahaya antara makanan dari kedelai dengan terapi anti-estrogen.

4. Diet vegetarian bisa menurunkan risiko kanker berulang

Mitos: saat ini belum terdapat bukti bahwa diet vegetarian bisa melindungi diri dari kanker. Lebih baik jika pengidap kanker mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang mengandung banyak makanan sumber tumbuhan disertai sedikit daging rendah lemak dan produk susu.

5. Makanan organik lebih baik dan sehat dalam melawan kanker

Mitos: Saat ini belum ada penelitian yang membuktikan makanan organik lebih baik dari non organik. Makanan organik pun tetap memiliki kalori yang harus dihitung untuk memenuhi kebutuhan energi.

Simak juga penjelasan seputar kanker payudara di video berikut ya.

(ank/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Fakta Mengejutkan Tragedi Pura-pura Hamil di Balik Kasus Taylor Parker yang Diangkat di Netflix

Kehamilan Annisa Karnesyia

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Parenting Nadhifa Fitrina

Sarapan Sehat Jadi Bekal Penting Anak untuk Lebih Fokus Belajar, Energen Ajak Orang Tua Biasakan Sejak Dini

Parenting Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

11 Ucapan Orang Tua yang Membantu Anak Tumbuh Lebih Cerdas

Fakta Mengejutkan Tragedi Pura-pura Hamil di Balik Kasus Taylor Parker yang Diangkat di Netflix

5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses

Sarapan Sehat Jadi Bekal Penting Anak untuk Lebih Fokus Belajar, Energen Ajak Orang Tua Biasakan Sejak Dini

Anak Masih Susah Pegang Pensil dengan Benar? Ketahui Penyebab & Cara Mengatasinya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK