HaiBunda

MOM'S LIFE

Wow! Operasi Mata Novel Baswedan dengan Teknik Tanam Gigi di Mata

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Minggu, 10 Nov 2019 11:30 WIB
Wow! Operasi Mata Novel Baswedan dengan Teknik Tanam Gigi di Mata /Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kasus Novel Baswedan memang belum usai sampai hari ini, Bunda. Bahkan beberapa waktu lalu, di media sosial sempat viral video yang narasinya mengatakan bahwa kondisi mata kiri Novel Baswedan terlihat baik-baik saja. Tidak seperti pernah tersiram air keras.

Novel kemudian menjelaskan bahwa video tersebut diambil sebelum dirinya melakukan operasi osteo odonto keratoprosthesis (OOKP), "Ini video diambil sekitar bulan April/Juli 2017. Saat itu belum dilakukan operasi OOKP pada mata kiri," kata Novel.

Dijelaskan Novel, dokter yang menanganinya saat itu melakukan upaya pemasangan selaput membran plasenta untuk menumbuhkan jaringan yang mati di kedua matanya. Hanya saja, sampai Agustus rupanya belum ada perkembangan.


"Sedangkan diperkirakan 6 bulan setelah kejadian kedua mata akan tidak bisa lihat sama sekali. Saat itu bila orang lihat mata kiri saya seperti tidak sakit, bahkan tidak merah dan bening, seperti kelereng. Tapi sebenarnya selnya justru sudah banyak yang mati dan fungsi melihatnya sangat kurang," jelasnya.

Itu sebabnya, dilakukan operasi OOKP pada mata kirinya, yang memang mengalami rusak lebih parah. Nah, tahukah Bunda tentang operasi osteo odonto keratoprosthesis (OOKP)?

Wow! Operasi Mata Novel Baswedan dengan Teknik Tanam Gigi di Mata /Foto: DW (News)

Mengutip NCBI, OOKP adalah prosedur bedah kornea artifisial, di mana silinder optik dipasang ke gigi pasien. Kemudian gigi tersebut ditanamkan ke matanya. OOKP dilakukan untuk memberbaiki penglihatan pada kasus kebutaan yang parah, di mana kornea mata sudah tak berfungsi. Tapi retina dan saraf optiknya masih berfungsi.

Dikatakan Christopher Liu, seorang spesialis kornea dan Konsultan Bedah Mata yang berbasis di Sussex Eye Hospital, Brighton, yang pernah melakukan OOKP pada pasiennya, prosedur dimulai dengan mencabut salah satu gigi pasien untuk diubah jadi dudukan untuk lensa optik dengan mengebor sebuah lubang di dalamnya. Kemudian dilakukan penumbuhan jaringan dan pembuluh darah baru selama tiga bulan pada gigi tersebut.

Setelah itu dilakukan operasi memasukkan gigi lengkap dengan lensa yang pas ke bola mata pasien. Menurut Liu untuk melakukan operasi ini haruslah yang sudah terlatih, karena memang prosedurnya cukup rumit.

OOKP sendiri pertama kali dideskripsikan oleh Professor Benedetto Strampelli dari Roma tahun 1963. Selain itu, operasi OOKP hingga saat ini cukup sulit dan butuh keahlian khusus.

"Itu tekniknya sangat spesialistik," kata dr. Zeiras Eka Djamal, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC), seperti dilansir detikcom.

(yun/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja

Mom's Life Arina Yulistara

5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama

Parenting Annisa Karnesyia

200 Pertanyaan Lomba Cerdas Cermat seputar Kemerdekaan 17 Agustus 2026, Soal Tingkat SD-SMP

Parenting Annisa Karnesyia

3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin

Mom's Life Amira Salsabila

5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat

5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama

7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja

5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK