sign up SIGN UP search


moms-life

Penyakit Jerawat Genital Menular Lewat Seks, Perlu Waspada Bun

Siti Hafadzoh Minggu, 08 Nov 2020 23:12 WIB
Quarrelling Young Couple in the Bed, Young People Lying Turned Away From Each other and Lay on Their Sides Holding Grudges and Being Offended caption
Jakarta -

Berbagai penyakit mungkin ditularkan melalui hubungan seksual. Terutama infeksi menular seksual.

Nah, salah satu penyakit yang bisa ditularkan dari hubungan seksual adalah moluskum kontagiosum (MK). Penyakit moluskum kontagiosum bentuknya mirip dengan jerawat.

Makanya penyakit ini disebut sebagai jerawat genital. Tapi, moluskum sangat berbeda dengan jerawat ya, Bunda.


Moluskum kontagiosum disebabkan oleh poxvirus, virus yang sama dengan penyakit chicken pox. Infeksi virus menimbulkan benjolan kecil yang memiliki titik di tengahnya.

Pada anak-anak, moluskum kontagiosum disebut sebagai infeksi kulit. Sedangkan, pada orang dewasa, ini didefinisikan sebagai infeksi menular seksual, Bunda.

Anak-anak biasanya mengalami infeksi pada lapisan kulit yang lebih tipis. Misalnya, di lipatan ketiak. Sedangkan, pada orang dewasa, infeksi terjadi pada area genital.

"Cara penularannya paling sering ditemukan melalui cara seksual dan kontak non seksual," kata dr Anthony Handoko, SpKK, FINDSDV dalam Virtual Media Briefing Moluskum Kontagiosum: Jerawat Genital yang Mengganggu pada Rabu (4/11/2020).

Jadi, walaupun tidak berhubungan seksual dengan penderita moluskum, seseorang bisa saja tertular penyakit ini. Penularannya bisa dari kontak erat dari kulit ke kulit.

Namun, biasanya orang yang mengalami penyakit ini tidak mengalami gejala apa-apa, Bunda. Bahkan mungkin saja pasien tidak menyadari adanya bintik di alat kelaminnya.

"Tidak ada rasa sakit, tidak ada rasa gatal. Penularan dan penyebarannya cukup cepat," ujar Anthony.

Penyakit menular ini memang tidak berbahaya. Tapi, moluskum kontagiosum ini cukup mengganggu lho.

"Tentu dia tidak berbahaya, berbeda dengan penyakit kelamin lainnya. Dia akan di kulit saja, cuma semakin banyak dan menularkan ke orang," ujarnya.

Pasien butuh pengobatan untuk menghilangkan jerawat genital tersebut. Inti sel moluskum harus dikeluarkan.

"Tujuan pengobatan, kita harus untuk menghancurkan moluskumnya. Badan moluskum harus dikeluarkan. Kalau tidak dikeluarkan, bisa timbul moluskum lagi," ujar Anthony.

Jadi, kalau Bunda menemukan bintik-bintik seperti jerawat pada kelamin, segera periksa ke dokter ya. Jangan sampai penyakit ini menular ke orang lain.

Bunda ingin durasi seks lebih lama? Hindari 5 makanan ini ya.

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/kuy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi