sign up SIGN UP search


moms-life

Bunda, 3M & 3T Sama-sama Penting untuk Memutus Penularan COVID-19

Jujuk Ernawati Selasa, 24 Nov 2020 14:43 WIB
Kendala Pemeriksaan Dini
Ilustrasi Tes Swab caption

Monica mengatakan yang menjadi kendala selama ini terletak pada individunya, Bunda. Ketika seseorang menunjukkan gejala COVID-19, kontak eratnya justru takut memeriksakan diri.

"Setiap orang harus mengambil peranan untuk memutus rantai dengan berpartisipasi kooperatif menerapkan 3M, dan 3 T," kata Monica.

Managing Director IPSOS Indonesia, Soeprapto Tan mengatakan bahwa jumlah orang yang paham 3T baru sekitar 29 persen, sedangkan yang paham 3M mencapai 99 persen. padahal, 3M, dan 3T adalah dua hal yang tersebut merupakan satu paket untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.


Menurutnya, salah satu faktor yang menghambat kampanye 3T adalah ketakutan atas stigma masyarakat. Kata dia, pemerintah juga perlu mengimbau masyarakat supaya tidak mengucilkan pasien positif COVID-19, tapi memberikan dukungan supaya stigma negatif di masyarakat bisa hilang.

Sementara Monica menuturkan bahwa pemerintah memiliki beberapa strategi untuk memperkuat upaya perubahan prilaku di masyarakat, yakni kampanye 3M. Sedangkan 3T dengan melakukan deteksi awal penyebaran COVID-19 dengan melakukan testing, dan tracing tepat sasaran, serta treatment dengan memperkuat manajemen perawatan pasien COVID-19.

Dan meski nantinya vaksin COVID-19 ditemukan, dan didistribusikan, namun prilaku 3M dan 3T harus tetap diterapkan. Ini demi memutus mata rantai penularan COVID-19, dengan melindungi diri, dan orang lain.

"Saat ini 3M masih satu-satunya cara 'vaksin' paling ampuh. Jadi kita harus konsisten, dan jangan lengah melakukan 3M. Bersamaan dengan itu, kita semua harus mendukung pelaksanaan 3T, terutama dalam hal testing karena jika masyarakat tidak mau melakukan testing, tracing tidak akan terjadi," tutur Soeprapto.

(jue/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi