HaiBunda

MOM'S LIFE

Dianiaya & Diancam Eks Pacar, Wanita Ini Malah Dipenjara karena Terpaksa Bohong

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 07 Nov 2021 15:52 WIB
ilustrasi wanita diancam/ Foto: Dok. iStock
Jakarta -

Kisah wanita di Liverpool, Inggris menyita perhatian aktivis korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Hal ini lantaran wanita tersebut dipenjara karena berbohong pada polisi tentang siapa yang menyerangnya dan putranya yang berusia 18 bulan. Bagaimana bisa?

Dalam program File on 4 BBC, kisah Rochelle (bukan namanya sebenarnya) ini disorot dan diceritakan ulang. Bagaimana ia mengalami pelecehan bertahun-tahun oleh mantan kekasihnya, namun tak ada daya dan upaya untuk melaporkannya ke pihak berwajib.

Rochelle mengatakan bahwa ketika mantannya itu menyerangnya, dia terlalu takut untuk memberi tahu polisi dan pengadilan kebenaran tentang apa yang terjadi.


"Dia tidak suka saya pergi dengan teman-teman saya," katanya.

"Saya tidak diizinkan menggunakan media sosial. Dia menginginkan kata sandi saya untuk semuanya. Dia bahkan tidak mengizinkan saya melihat ibu saya. Dia yang mengendalikan."

Rochelle mengatakan pada malam dia dan putranya diserang, mantan kekasihnya itu membuat ancaman untuk memastikan Rochelle tidak mengungkapkan identitasnya.

"Dia mengancam saya melalui pesan teks, mengatakan bahwa jika saya pergi ke polisi dan perawatan kesehatan, mencari nasihat medis, dia akan kembali dan memukul anak saya," ungkapnya.

"Saya terpaksa berbohong kepada polisi tentang apa yang terjadi pada kami malam itu. Tapi jelas saya yang pada akhirnya mendapat konsekuensi karena berbohong."

Rochelle dipenjara selama 40 bulan karena memutarbalikkan jalannya keadilan. Dia mengatakan polisi tahu tentang sejarah pelecehan yang dia dan putranya alami.

"(Polisi) sudah tahu jumlah panggilan yang mereka miliki. Saya juga menelepon layanan 111. Saya pikir laporan saya mengatakan 11 kali dalam delapan minggu ... bahwa saya punya seorang putra berusia 18 bulan dan saya sedang mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang parah dan dikendalikan."

Kasus Rochelle pun menyita perhatian aktivis korban kekerasan untuk menyerukan undang-undang baru di Inggris. Baca kelanjutannya di halaman berikut.

Simak juga alasan mengapa korban kekerasan seksual kerap disalahkan:



(aci/fia)
KASUSNYA MENARIK PERHATIAN AKTIVIS

KASUSNYA MENARIK PERHATIAN AKTIVIS

Halaman Selanjutnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

Menyusui Amrikh Palupi

50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

9 Kalimat Diucapkan Orang yang Enggak Punya Empati dalam Percakapan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia & Firli Nabila

5 Kebiasaan yang Membuat Anak Merasa Benar-Benar Dekat dengan Orang Tua

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

9 Kalimat Diucapkan Orang yang Enggak Punya Empati dalam Percakapan Sehari-hari

5 Kebiasaan yang Membuat Anak Merasa Benar-Benar Dekat dengan Orang Tua

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK